
Devan yang kaget mendengar teriakan Sofy pun langsung mendekati istrinya.Ia sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu pada Sofy.Devan mencoba menarik bantal dari wajah Sofy,namun Sofy kembali menarik bantal itu.Kemudian Devan mencoba kembali menarik bantal itu lebih kuat,namun ia malah menarik Sofy.Tubuh Sofy yang ditarik cukup kuat oleh Devan menyebabkan mereka berdua jatuh di lantai.Mata mereka saling berpandangan cukup lama,hingga Sofy sadar bahwa kedua tangannya menyentuh dada Devan yang bidang.Sofy pun segera berusaha mengangkat tubuhnya,jantungnya sudah berdegup tidak karuan sedangkan pipinya sudah seperti ditumpuki make-up.
"Mas,kok gak pakai baju sih?Buruan pakai bajunya mas,besok-besok jangan muncul kayak gitu lagi ya mas"(mengalihkan pandangannya ke arah lain)
"Ooo,,,jadi kamu itu kaget karena ngeliat mas pakai handuk,kirain kamu kenapa-napa,bikin mas kaget aja.Sayang,yang kamu lihat tadi itu kan biasa aja..."
"Biasa apanya mas,Sofy malu mas.Apa mas gak malu sama Sofy?"
"Kenapa mas harus malu,kamu kan istrinya mas"(tersenyum)
"Heehehe,,,iya sih mas,cuma Sofy belum terbiasa mas"
"Mulai sekarang dibiasakan ya sayang"(mengedipkan sebelah matanya kepada Sofy)
Sofy hanya menunduk sambil sibuk memainkan hpnya demi mengalihkan pandangannya dan kegugupannya.Sementara Devan hanya tersenyum dan geleng-geleng melihat tingkat istrinya pun segera berpakaian.
Malamnya,setelah sholat Magrib dan Isya,Devan meminta Sofy untuk ganti baju memakai dress yang mereka beli di butik hari ini.
"Mas,harus ya Sofy dandan dan ganti baju,memangnya kita mau kemana sih mas?"
"Ada deh pokoknya,kalau mas kasih tau berarti gak sureprise dunk sayang.Buruan ya ganti bajunya sayang,jangan lupa dandan yang cantik.Mas mau cari mang Asep dan bi Minah dulu yaaa..."
"Baik mas..."
Setelah lima belas menit kemudian,Sofy yang nampak cantik dengan dress peach dan riasan yang senada keluar dari kamar menuju lantai satu untuk mencari suaminya.Namun,setelah beberapa saat mencarinya di seluruh penjuru lantai satu rumah itu,ia tidak menemukan sosok suaminya.Sofy juga mencoba keberadaan mang Asep dan bi Minah,tapi ia juga tidak bisa menemukan mereka.Tak lama,Sofy kaget mendengar suara pintu kamar di lantai dua terbuka,lalu tertutup kembali.
__ADS_1
Sofy kaget dan jantungnya berdegup kencang mendengar suara pintu tersebut.Pelan-pelan ia mulai melangkah menuju kamarnya dan Devan di lantai dua.Ketika pintu kamar terbuka,ternyata suasana di kamar itu gelap,padahal seingat Sofy ia tidak mematikan lampu ketika turun tadi.Langkah Sofy mulai memasuki kamar,ia bermaksud ingin menghidupkan lampu.
Tapi tiba-tiba ada yang menutup matanya dari belakang,membuat Sofy kaget dan ketakutan.
"Lepasin,lepasin tangan kamu dari mata saya,saya gak bisa liat apa-apa.Ka-kamu ini siapa.Mas Devan,mas...Tolongin Sofy..."(Sofy yang ketakutan pun berteriak memanggil suaminya)
"Sssttt...Iya sayang,mas disini"
"Ya ampun mas ini apa-apaan sih,gak lucu mas.Sofy takut,sekarang lepasin tangan mas dari mata Sofy yaaa"(sedikit mulai lega dan agak tenang)
"Bentar ya sayang,mas tutup dulu mata kamu pakai kain ini"(mulai melepaskan tangannya dan segera menutup mata istrinya dengan kain dan mengikatnya)
"Mas,Sofy ga bisa liat kalau kayak gini"
"Sebentar ja sayang,sabar,ok..."(memegang kedua bahu istrinya dan membuka pintu menuju private pool di luar kamarnya)
"Surprise..."
Sofy terdiam sesaat melihat dekorasi makan malam spesial yang telah disiapkan suaminya dengan sangat indah.Di pinggir kolam ada dua kursi dengan satu meja yang di atasnya telah tertata rapi hidangan steak danging yang menggugah selera beserta minumannya.Ditengah meja ada bunga mawar putih dan lilin yang menghiasi meja.Kemudian pinggiran kolam renang juga dihiasi lilin yang menambah kesan menakjubkan bagi Sofy.
Devan pun mengarahkan tangannya ke Sofy seperti isyarat untuk menggandengnya.Sofy yang sangat senang dengan kejutan dari suaminya pun tanpa berkata mengalungkan tangan kanannya ke tangan kiri suaminya.Mereka berjalan beriringan,ketika mendekati kusri Devan pun segera menarik kursi tersebut dan mempersilahkan istrinya duduk.Lalu ia pun duduk di kursinya.
"Mas,ini semua mas yang siapin?Bagus banget mas,Sofy baru kali ini makan malam dengan suasana yang romantis seperti ini mas"(kekaguman Sofy membuat kata-kata polosnya keluar begitu saja)
"Syukurlah sayang kalau kamu suka.Sekarang kita makan dulu yuk,ntar keburu dingin jadi ga enak"
__ADS_1
"Iya mas"
Mereka pun makan bersama sambil memandang dan tersenyum satu sama lain.Rona bahagia pun nampak dari wajah keduanya.Beberapa saat kemudian setelah menghabiskan makanan dan minuman itu,Devan berdiri disamping kursi Sofy sambil mengacungkan tangannya.
"Sayang,kita pindah duduk disana yuk"(sambil menunjuk kearah kursi panjang dari rotan yang terletak dibagian lain dekat private pool tersebut)
Sofy yang malam ini seperti terkena mantera sihir dari Devan pun mengikuti sesuai permintaan suaminya.Mereka berdua pun duduk berdampingan disana sambil berpegangan tangan dan saling memandang.
Dush...drrtttt,,,drttt,,,drtttt...Suara beberapa kembang api yang dilepaskan mang Asep dan bi Minah ke udara membuat Sofy spontan berdiri sambil menarik tangan Devan ke dekat pagar di lantai dua tersebut.
"Mas, ada kembang api"(Sofy nampak sangat senang sekali)
"Kamu suka sayang?"(tersenyum melihat istrinya senang dengan apa yang telah ia siapkan bertiga dengan mang Asep dan bi Minah)
"Jadi,ini juga mas Devan yang siapin?"
"Iya sayang...Khusus buat istri mas tercinta..."(melepas tangannya yang tadinya menggenggam tangan Sofy lalu mengalungkan tangannya di pinggang Sofy)
Sofy yang merasa pinggangnya dipeluk Devan pun membalas dengan hal yang sama.Devan nampak sangat bahagia,karena kini istrinya sudah mulai menerima dirinya.Mereka berdua pun hanyut dalam rangkulan romantis sambil menatap langit yang bertaburan kembang api.Ketika kembng api terakhir dengan tulisan I Love You muncul,Sofy tangan Sofy pun spontan menutup mulutnya tak percaya.Devan lalu memutar tubuhnya berhadapan dengan Sofy dan memegang kedua tangan istrinya.
"Istriku,I love you..."(sembari mengecup kening istrinya)
Sofy pun terharu bahagia hingga bulir-bulir bening itu tak kuasa ia tahan."I love you too suamiku"(memeluk tubuh Devan penuh dengan kehangatan)
Pelukan keduanya terjadi cukup lama,sepertinya mereka benar-benar menikmati malam romantis itu.Tak lama,nampak mereka saling berpelukan pinggang melihat pemandangan sekeliling lampu disana-sini berkelap-kelip seperti kunang-kunang bercahaya di malam gelap.Sesekali bibir Devan mengecup kening istrinya dengan lembut.Dua insan benar-benar sedang merasakan seolah dunia ini milik mereka berdua.
__ADS_1
...****************...