
Tak terasa tiga bulan sudah Sofy tinggal di villa keluarga Devan.Sudah tiga bulan pula Azka selalu mengisi hari-harinya.Tak ada lagi sendu terlihat di wajah Sofy,hanya keceriaan dan rona bahagia yang nampak menghiasi hari-harinya.Hubungan Sofy dan Devan pun sudah semakin membaik,bahkan akhir-akhir ini terlihat semakin mesra seperti semula.Kesempatan menjadi ibu yang di berikan Allah melalui baby Azka seizin Rena sebagai ibu kandungnya,merupakan nikmat yang luar biasa bagi Sofy dan Devan.
Devan yang lebih dari sebulan yang lalu sibuk bolak-balik menemui rekan kerja dan investornya di luar kota,membuatnya tidak mempunyai banyak waktu menemani istrinya.Namun,kebahagiaan Sofy bersama baby Azka seakan mampu menjadi penawar bahkan keajaiban di tengah hubungan rumah tangga mereka.Devan pun selalu menjaga komunikasi dengan Sofy,ia tetap berusaha menunjukkan perhatian walau hanya melalui chat atau pun video call.Reva juga selalu siap membantu untuk menggantikan Devan ke beberapa cabang perusahaan yang lain,sehingga membuat perusahaan tersebut semakin berkembang lebih pesat lagi.
Sementara Adnan,tengah disibukkan dengan urusan bersama investor asing merancang proyek ekspor makanan khas Minang keluar negeri.Semenjak ke absenan Sofy,ia telah terbiasa membagi waktu dan pekerjaan bersama mba Yana dan mba Ita,sehingga usaha mereka pun sudah terkenal di kalangan Asia Tenggara,hingga menjadi pondasi menuju negara yang lebih jauh lagi.Hal ini,juga tidak luput dari peran penting Sofy di masa lalu ketika ada acara di perusahaan lama Devan.Kecerdasan Sofy telah menarik minat investor asing tersebut,apalagi setelah melihat perkembangan usaha Sofy yang sekarang.
Pagi itu,Devan berencana pamit kepada Sofy untuk mengevaluasi salah satu perusahaan cabangnya di luar kota.Devan melihat wajah Sofy pucat dan kurang bersemangat.Baru saja Devan ingin mendekati dan bertanya kepada sang istri,tapi Sofy telah melangkah ke kamar mandi.Tanpa pikir panjang,Devan pun ikut menyusul Sofy untuk memastikan keadaannya.
"Hoeeek,,,hoooeeek..."Sofy nampak memuntahkan air bening karena belum sarapan pagi.Devan pun langsung mendekat dan memijit punggung Sofy,lalu melap mulut Sofy setelah istrinya mulai berdiri dengan normal pertanda telah selesai dengan muntah yang cukup menyiksanya.Lalu Devan membopong tubuh Sofy agar duduk di tempat tidur,lalu ke luar kamar untuk membawakan air putih hangat untuk Sofy.Ketika hampir sampai di dapur,Devan bertemu dengan Rena yang menanyakan keberdaan Sofy yang pagi ini belum muncul menemui baby Azka.Ya,Rena memang telah terbiasa memberikan peluang lebih banyak pada Sofy untuk bersama putra kecilnya.
"Dev,Sofy mana?Tumben jam segini belum rebut Azka dari mba.Heeheeheee"tanya Rena pada Devan
"Sofy pagi ini kayaknya lagi kurang enak badan mba.Belum sempat makan apa-apa,malah muntah bening,jadi lemas dan pucat mba Sofy nya"
"Trus,sekarang gimana keadaannya Sofy Dev?Masih tetap muntah ga?"
__ADS_1
"Udah ga sih mba,sekarang Devan suruh duduk dulu di ranjang,biar ga makin lemas.Nih,Devan mau ngasih air putih hangat biar Sofy lebih enakan mba"
"Ooo,,,gitu.Ya udah,buruan kasih gih.Kasian Sofy nya Dev,ntar kelamaan nunggu"
"Ok mba"langsung menuju kamar dan membantu Sofy meminum air di gelasnya.Kemudian,Devan menaruh bantal di bagian atas tempat tidur agar bisa menopang tubuh Sofy yang tidak mau berbaring.Sofy merasa,posisinya duduk menyandar seperti sekarang terasa lebih nyaman dan mengurangi rasa mualnya.Devan yang masih mencemaskan kondisi istrinya,langsung menelpon dokter Sarah yang merupakan dokter pribadi keluarganya ketika berada di Puncak.Ketika mereka tengah menunggu kehadiran dojkter Sarah,Rena mengucapkan salam lalu masuk ke kamar Devan dan Sofy setelah menitipkan baby Azka ke bi Minah.Reva lalu duduk di pinggir ranjang Sofy seraya tersenyum,hingga membuat Sofy dan Devan heran.
"Mba Rena kenapa senyum-senyum gitu?"tanya Sofy
"Tau nih,mba gak kasian apa ya sana Sofy yang lagi lemas dan pucat kayak sekarang"sambung Devan sedikit ketus
"Maksudnya mba?"tanya Sofy dan Devan serentak
"Sebelum mba jawab pertanyaan kedua adik mba ini,mba mau nanya dulu deh sama Sofy.Apa Sofy udah haid bulan ini?"dengan nada yang terdengar serius
"Ooo,,,kayaknya belum tu mba.Sofy juga bingung kenapa masih belum juga haid mba"jawab Sofy spontan
__ADS_1
"Oh ya,,,mba harap sesuai dugaan mba ya sayang"sembari memeluk Sofy
"Maksud mba Rena?Sofy..."
Belum sempat Sofy menyudahi ucapannya,dokter Sarah muncul dengan mengucapkan salam di antar mang Asep.Dokter Sarah yang sudah mendapat info gejala yang disampaikan Devan ditelpin tadi meminta Sofy untuk ke kamar mandi ditemani Devan untuk mengambil urinenya.Sambil menunggu hasilnya,dokter Sarah pun memeriksa kondisi Sofy yang telah kembali berbaring di ranjangnya ditemani Devan yang duduk di sampingnya.Setelah memeriksa,dokter Sarah pun melihat hasil tes urine Sofy dan melihat dua garis merah terpampang di alat tersebut.Dokter Sarah pun tersenyum,lalu menyarankan Devan dan Sofy untuk segera menemui dokter Nike sahabatnya.Devan dan Sofy saling berpandangan cukup lama seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar,Rena dan mang Asep pun turut berbahagia dengan kabar ini.
Sesuai saran dari dokter Sarah mereka pun langsung ikut bersama menemui dokter Nike,spesialis obgyn.Perasaan syukur tak terhingga sangat terlihat dari wajah Sofy dan Devan.Mereka berdua menjadi tidak sabar agar segera bisa mendengar dari mulut dokter Nike kebenaran kabar itu.Berkat pertemuan yang di atur dokter Sarah,Devan dan Sofy pun bisa langsung masuk ke ruangan dokter Nike.Sesampainya disana,dokter Nike mempersilahkan Sofy berbaring lalu mengoleskan cairan USG di perut Sofy.Devan memandang ke layar USG sembari menggenggam tangan istrinya sambil mendengar penjelasan dari dokter Nike.
"Buk Sofy,pak Devan,coba di perhatikan baik-baik.Disini ada dua titik yang terlihat sedang berkembang dalam rahim bu Sofy"
"Maksud dokter?"tanya Devan antusias
"Selamat ya pak,bu,insyaallah akan ada dua janin yang sekaligus berkembang di perut bu Sofy"
Senyum dan ucapan Tahmid entah berapa kali terucap dari mulut Devan dan Sofy.Sungguh ini merupakan nikmat yang luar biasa bagi keduanya setelah menunggu sekian lama.Mereka menyadari bahwa memang janji Allah itu pasti bagi umatNya yang mau tetap berikhtiar dan berdo'a.Ucapan selamat pun datang dari dokter Sarah yang sedari tadi tersenyum melihat pasangan yang tengah berbahagia ini.Dokter Nike pun berpesan,agar Sofy selalu menjaga asupan nutrisi yang sekarang harus dipenuhi untuk dirinya dan kedua calon buah hatinya.Selain itu,dokter Nike juga berpesan pada Devan agar lebih memperhatikan dan menjaga kondisi fisik dan psikis istrinya selama masa kehamilan,dan tetap kontrol ulang setiap bulannya agar perkembangan kedua janin tersebut dapat dipantau dengan baik.Setelah berpamitan pada dokter Nike dan dokter Sarah,Devan pun selalu menjaga agar Sofy selamat ketika berjalan dan menaiki kendaraan menuju villa keluarganya.Kabar baik ini sungguh membawa aura kebahagiaan kepada seluruh anggota keluarga,terutama pak Hamdi yang telah lama menantikan kehadiran cucu dari putra tunggalnya.Mereka semua berharap agar kehamilan Sofy lancar sampai ke proses melahirkan nanti.
__ADS_1