
Ceklek...nampak Dokter Haris ke luar dari IGD.mendengar pintu dibuka dan kemunculan Dokter Haris Sofy dan Adnan pun segera menghampiri.
"bu Mariam sudah sadar,beliau akan segera dipindahkan ke ruang perawatan"
"boleh saya ketemu ibu Dok?"(tanya Sofy penasaran,ia ingin segera memastikan dan melihat langsung kalau ibunya sudah sadar dan baik-baik saja)
"maaf,untuk sementara beliau belum bisa dikunjungi karena kondisi pasien masih lemah.nanti setelah di ruang perawatan silahkan bertemu dengan beliau.tapi,jangan sampai membuat beliau berpikir terlalu keras atau tertekan.saya permisi"kemudian Dokter Haris kembali ke dalam.
pak Hamdi mendekati Sofy dan Adnan...
"kalian yg sabar dan kuat ya nak.selalu support bu Mariam,biar beliau segera kembali pulih.nanti bapak dan Devan akan ikut menemani kalian sampai beliau sembuh"
"ga usah pak,Sofy ga mau ngerepotin bapak dan mas Devan"
"ga apa-apa Sofy,jangan sungkan.lagian sekarang mas dan papa ga sibuk kok,jadi kita bisa nemenin kamu disini"
"iya uni,ga apa-apa.jadi ada yg jagain uni ntar pas Adnan kuliah.makasih ya pak,mas"
"sama-sama"jawab pak Hamdi dan Devan serentak
"o ya pak,mas,uni.Adnan permisi mau pulang sebentar jemput pakaian ibu dan uni,kata tek Imah semuanya udah disiapin"
"bapak ikut kamu ya nan,biar Devan nemenin Sofy disini"
"tapi,pak.maaf pak,mas jangan tersinggung ya,nanti apa kata orang kalau Sofy disini berdua sama mas Devan jagain ibu"
"tapi,disini kan rame Sofy.mas janji akan jaga jarak sama kamu"
"maaf mas,Sofy ga bisa.Sofy takut timbul fitnah nanti"
dalam kebingungan dan sedikit perdebatan itu muncul Rafa,Rena dan Aurel yg tak sengaja mendengar percakapan itu.
__ADS_1
"tenang ja,biar mba disini sama Devan nemenin Sofy.jadi aman kan Sofy"
Sofy pun tak bisa mengelak lagi,ia hanya bisa mengangguk "iya mba,makasih.maaf kalau Sofy merepotkan"
"ga apa-apa Sofy,udah kewajiban kita kan tuk saling menolong.apalagi keluarga kita sudah kenal sejak lama"seru pak Hamdi meyakinkan
kemudian semua menuju kamar bu Mariam di sebuah ruang VIP yg cukup nyaman dan bersih,dengan ranjang pasien,tempat tidur untuk keluarga pasien,ada sofa panjang,tv,dispenser,lemari kecil, dan toilet disana.kemudian Rafa,pak Hamdi, Aurel berpamitan tuk pulang,dimana akan mengantar Adnan pulang terlebih dahulu.Setelah berpamitan Adnan pun sempat mengatakan pada Sofy kalau akan mengantar perlengkapan ibunya dan Sofy besok pagi sebelum ke kampus,karena sekarang sudah hampir tengah malam.
Sofy nampak menduduki sebuah kursi di sebelah ranjang ibunya.ia terus memegangi tangan kiri ibunya seolah tak ingin jauh dan tetap menjaga beliau.tadi bu Mariam sempat menyapa Sofy,kemudian tertidur karena pengaruh obat yg dikonsumsinya.Sementara,Rena dan Devan duduk di sofa memandangi Sofy yg begitu menyayangi ibunya.sejam kemudian pun suasana kamar itu nampak hening.Rena terlihat tidur di kasur keluarga pasien,Devan tertidur di sofa dan Sofy tertidur sambil duduk di sebelan ranjang ibunya tetap dengan memegang tangan ibunya.
***
jam 04.14 wib terdengar suara azan dari hp Sofy.suara azan itu pun membangunkan semua yg ada di kamar perawatan bu Mariam.Devan pun pamitan keluar untuk sholat Subuh di Musholla RS tersebut.sebenarnya ia tau pasti Sofy akan sungkan ketika akan melepas hijabnya berwudhu jika ada dia disana.Rena pun beralih menuju tempat tidur bu Mariam,agar Sofy bisa nyaman dan khusyu' saat melaksanakan dua rakaatnya.
ternyata benar dugaan Devan,Sofy lebih merasa leluasa melepas hijabnya dan menaruh di atas lemari kecil di ruangan itu kemudian menuju kamar mandi untuk berwudhu.lalu ia mengambil mukenah dan sajadah yg telah disediakan oleh pihak RS dan menunaikan kewajibannya.setelah selesai beribadah dan kembali mengenakan hijabnya,Sofy mendekati Rena untuk berganti posisi dan agar Rena pun bisa membayar kewajibannya juga.
Sofy duduk di pinggir ranjang sang ibu lalu mengecup dahi ibunya perlahan.bu Mariam mencoba perlahan membuka matanya yg masih terasa berat efek dari obat yg dikonsumsinya.beliau masih belum bisa leluasa bergerak,karena kondisi yg masih lemah dan jarum infus menancap di tangannya.
"ga apa-apa nak.uni selama ini sudah menjaga ibu dengan ba-ik.jangan ngomong seperti itu lagi y sa-yang"(menjawab dengan suara yg serak dan lemah)
"ibu istirahat ja ya,ga usah mikir macam-macam dulu.Sofy akan selalu temani ibu disini.ibu harus semangat biar cepat pulih,Sofy sayang ibu"(menggenggam tangan ibunya dan kembali memberikan kecupan lembut).
Rena yg telah selesai sholat pun mendekat.
"iya bu,semangat buat sembuh ya bu"imbuhnya
"makasih nak Rena,maaf ibu jadi mere-potkan"(masih dengan suara yg serak dan lemah)
"udah bu,ibu ga usah sungkan atau mikir apa-apa.Rena senang kok bisa nemenin Sofy jagain ibu disini"
sekitar jam 07.30 wib,tampak Adnan datang membawa tas dan rantang berisi makanan.Adnan mengucapkan salam lalu menaruh tas dan rantang di meja kemudian mendekati ibunya,menyalami dan mencium tangan ibunya.
__ADS_1
"bu,gimana keadaan ibu?"(dengan raut wajah sedikit cemas)
"ibu,,,udah mendingan kok nak.kamu ada kuliahkan hari i-ni?"
"iya bu,tapi nanti siang bu habis zuhur.jadi Adnan bisa disini dulu nemenin ibu dan uni"
"uuummm,,,karena udah ada Adnan,kayaknya mba permisi pulang dulu ya,mau mandi sekalian ketemu Aurel.nanti mba balik lagi sebelum Adnan berangkat kuliah.Rena pamit ya bu,sambil menyalami dan mencium tangan bu Mariam"
"iya mba"jawab Sofy dan Adnan serentak.
"uni mandi dulu sana gih,bau tau.biar Adnan yg jagain ibu"
"biarin,biar bau tetap cantik tau..."(mencibir sang adik)
"buruan sana,ntar keburu mas Devan masuk kesini lho"
"deg...Sofy pun kaget dan langsung berdiri.ia bergegas mengambil peralatan mandi dan baju ganti kemudian menuju kamar mandi".
haduh,gimana nih.aku harus ngebut mandi dan ganti baju sebelum mas Devan masuk lagi ke kamar ini,gumam Sofy dalam hati.
lima belas menit kemudian Sofy nampak keluar dengan set celana warna mocca serasi dengan jilbab warna krem yg dipakainya.ketika ia sedang membereskan pakaian kotor dan perlengkapan mandi terdengar ada yg membuka pintu,Devan pun muncul dan segera menghampiri Adnan.Sofy pun lega karena Devan datang ketika ia telah siap dengan pakaian lengkap dan hijab.bagi Sofy hanya muhrim dan suaminya lah yg bisa melihat ia tanpa memakai hijab,meskipun ia menyadari belum berpakaian syar'i seperti muslimah seharusnya.
Sofy kemudian mencek isi rantang,ia mengambil mangkok dan sendok untuk mengambil bubur yg telah disiapkan tek Imah tuk bu Mariam.Sofy pun mendekat ke ibunya untuk menyuapi ibunya sarapan.Adnan pun mengajak Devan untuk menyantap sarapan yg telah disiapkan tek Imah untuk mereka.Setelah selesai menyuapi bu Mariam sarapan,Sofy pun memberikan obat kepada ibunya,lalu meminta beliau untuk kembali beristirahat.tak lama kemudian,bu Mariam pun kembali tertidur.
Adnan yg sedari tadi memantau pergerakan kakaknya,kemudian meminta Sofy untuk bergabung sarapan bersama.
"uni,ayo sarapan.uni butuh nutrisi dan tenaga lho buat jagain ibu"
"iya nan"jawab Sofy kemudian mendekat dan duduk disebelah Adnan untuk sarapan.
mereka bertiga pun sarapan dalam hening.kali ini Adnan tidak jahil seperti biasanya,ia menyadari sekarang tengah berada di RS dengan kondisi ibunya yg belum pulih.
__ADS_1
...****************...