
Semua penghuni villa nampak telah bangun menunaikan dua rakaat di saat subuh yang dingin ditutupi tetesan embun pagi itu.Tidak seperti biasanya,hari ini Sofy keluar dari kamar dengan sangat bersemangat dan segar.Kebisuan pada Devan pun mulai berkurang,setelah sholat berjamaah Sofy mengajak Devan ke kamar Renata karena mendengar suara Rena yang tengah sibuk bermain dengan Azka.
Tok,,,tok,,,tok...Devan mengetuk pintu kamar Rena dan Rafa.Rafa pun beranjak dari sofa kamar menuju pintu.Ceklek,pintu pun terbuka.Ia melihat Devan dan Sofy tengah berada di depan kamarnya sepagi ini.
"Mas Rafa,Sofy katanya mau ketemu sama Azka.Kangen banget katanya.Heeeheee"
"Ayo masuk,tu Azka lagi main sama mamanya"Rafa mempersilahkan Devan dan Sofy memasuki kamarnya dan Rena
Sofy bergegas duduk di pinggir ranjang dekat Azka dan Rena."Assalammualaikum sholeh bunda,udah sholat Subuh ya...Azka bunda udah ganteng,sholeh pintar,iya kan sayang?"
Baby Azka pun memandangi Sofy sembari tersenyum.Mereka berdua nampak asyik berinteraksi.Rafa dan Devan pun meninggalkan kamar agar mereka lebih leluasa bersama.
Rena memandangi Sofy yang terlihat riang bermain bersama putranya.Dalam hati Rena berkata,"kasihan sekali kamu Sofy,kamu cantik,sholeha dan baik.Tapi entah mengapa ujian hidupmu begitu berat dari kecil sampai sekarang.Mba pasti akan selalu do'akan kebahagiaan kamu dan Devan,karena kamu sudah seperti adik sendiri buat mba"
"Mba,mba Rena kok ngelamun sih?"sapaan Sofy membuyarkan lamunan Renata
"Ga sayang,mba gak apa-apa kok.Oh ya Sofy,ntar mau kan mba ajari cara mandiin Azka sama masang bajunya"
__ADS_1
"Serius mba?Mau mba,Sofy mau banget"binar bahagia sangat terpancar di wajah Sofy yang spontan membuatnya memeluk Rena."Makasih ya mba"ucap Sofy tulus
"Iya sayang,bukan cuma itu aja.Mba juga akan ajari kamu cara memanaskan stok ASI Azka yang ada di freezer.Kamu gak keberatan kan sayang?"
"Gak lah mba,Sofy malah senang banget bisa bantuin mba Rena jagain Azka"Sofy terlihat lebih riang dari sebelumnya
Sekitar jam tujuh pagi sesuai janji Rena kepada Sofy,ia pun mengajari cara memandikan dan memasang baju Azka.Ketulusan Sofy membuatnya cepat memahami apa yang diajarkan Rena.Bahkan ketika Rena mandi dan ke toilet,Sofy dengan sangat bersemangat dan hati-hati menjaga Azka seperti buah hatinya sendiri.
Ketika cahaya matahari mulai menampakkan diri pagi itu,Sofy dan Rena membawa Azka keluar untuk menikmati udara segar sambil berjemur.Ini memang kebiasaan putra kecil Renata tiap habis mandi pagi.Sofy dengan senang hati mendorong stroler Azka penuh kebahagiaan.Renata pun tidak menghalangi Sofy,ia malah sengaja membuat Azka agar lebih dekat dengan Sofy.Ia berharap,kata orang tua dulu tentang memancing kehadiran seorang anak dengan menyayangi anak orang lain dengan tulus akan berlaku untuk Sofy.Ia juga ingin,agar saudaranya yang merupakan putra tunggal seorang Hamdi Wijaya, bisa berbahagia menimang anaknya dengan Sofy.
Sepanjang perjalanan Rena sering kali memandangi ekspresi Sofy yang terlihat seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga baginya.Ia jadi teringat akan banyaknya berita pembuangan bayi yang dilakukan manusia tak berperasaan di televisi dan internet.Sementara disini,ia melihat Sofy uang begitu merindukan kehadiran seorang buah hati.Rena merasakan matanya agak sedikit panas dan air matanya hampir keluar dari sudut matanya,tapi Rena berusaha meredam.Ia tidak ingin merusak senyuman Sofy yang telah hilang sekian lama.
Setibanya di rumah,Rena dan Sofy menuju ke ruang bermain Azka.Baby Azka memang senang tidur siang di ruangan ini.Sebuah ruangan yang ditata sedemikian rupa dengan berbagai macam mainan,box bayi dengan warna biru yang teduh.Jendela kamar Azka pun diterpa pancaran sinar alami matahari dan udara pegunungan yang sejuk,membuat kamar ini sangat nyaman untuk baby Azka.Disini juga ada kasur rasfur bewarna biru senada dengan cat dinding kamar Azka.
Ketika Rena tengah asyik memandangi baby Azka yang terlelap dalam tidurnya,tampak bi Inah membawakan sarapan untuk Sofy dan Rena di ruangan itu.Devan sengaja meminta bik Inah dan Reva agar bersedia membantunya untuk menjaga Sofy.Ia sangat berharap kali ini agar Sofy bisa kembali menjadi istri yang selalu ia banggakan seperti dulu.
Sofy tampak sangat menikmati sarapannya pagi ini,beberapa kali suaranya pun keluar menanyai Rena tentang berbagai kebiasaan Azka.Rena pun nampak dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan Sofy tentang putra mungilnya tersebut.Suasana keakraban mereka pun berangsur sudah pulih seperti dulu.Setelah sarapan,pertanyaan Sofy seputar baby Azka makin banyak terhadap Rena.
__ADS_1
"Mba,sekarang Sofy sudah banyak tau tentang Azka.Makasih ya mba,udah mau berbagi sama Sofy"
"Iya sayang,jangan sungkan gitu.Kamu itu udah seperti adik sendiri sama mba,sama kayak Reva"
"Makasih ya mba"
Sementara itu di tempat berbeda tampak Adnan dan Reva yang tengah sindir menyindir di meja makan.Ini bukan pemandangan baru lagi untuk pak Hamdi,Rafa,Devan dan si cantik Aurel.Aurel pun sering tertawa melihat kelakuan om dan tantenya,bahkan terkadang seolah memberikan nasehat untuk keduanya.
"Ya ampunnn,om Adnan dan tante Reva tu kayak anak-anak ya opa.Selalu aja beratem,awas ya kalau nanti jatuh cinta"(sambil menunjuk dan memandangi Adnan dan Reva bergantian)
Kata-kata Aurel membuat pak Hamdi,Rafa,Devan dan asisten RT yang berada tak jauh di dapur tertawa mengmdengarnya.Sementara Adnan dan Reva wajahnya memerah dan terdiam sejenak karena menahan malu.Mereka tidak menyangka,si cantik Aurel akam bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.
"Aurel sayang dengarin tante ya nak,meskipun laki-laki di dunia ini cuma tinggal om Adnan,tante gak akan pernah mau jatuh cinta,mendingan tantemu ini jandi jomut alias jomblo imut seumur hidup"(sambil mencibir Adnan)
"Iihhh,,,jangan ge er ya tante lampir.Gue juga ogah sama tante lampir kayak lu,yang ada gue eneg tau..."(membalas cibiran Reva)
"Sudah,sudah,apa-apaan sih kalian.Kayak kucing sama anjing terus.Bikin selera makan mas jadi surut aja"Devan komen pura-pura serius membuat semuanya terdiam menyangka Devan bicara serius
__ADS_1
Beberapa detik kemudian,Devan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi semua anggota keluarganya.Semenjak kegundahan Sofy,ini lah pertama kalinya Devan kembali bisa tertawa lepas.Hingga membuat semua anggota keluarga yang awalnya heran,akhirnya juga ikut tertawa.Keceriaan pun menghiasi sarapan di pagi yang cerah ini.Semua anggota keluarga sangat menikmati hidangan sarapan dan suasana keakraban keluarga pagi ini.Adnan dan Reva yang masih teringat ekspresi Devan tadi,hanya menunduk menikmati makanannya dan sesekali tersenyum ketika mereka berdua jadi sasaran hiburan keluarganya.
...****************...