Pernikahan Impian Sofya

Pernikahan Impian Sofya
Kebahagiaan Keluarga


__ADS_3

Malam ini suasana bahagia begitu terasa di villa keluarga Devan Pratama Wijaya.Setelah makan malam,semua anggota keluarga nampak tengah berkumpul merayakan kehamilan Sofy.Tadi sore,mang Asep,mang Diman,bi Minah dan bi Ipah nampak sibuk membagikan sembako dan uang tunai untuk penduduk sekitar sebagai wujud syukur telah tumbuhnya pewaris keluarga Wijaya di rahim Sofy.Mereka berempat nampak juga sangat bersemangat dengan kebahagiaan yang kini tengah menyelimuti keluarga Wijaya.


Devan yang selalu menempel pada Sofy,membuat istrinya menjadi kesal.Devan selalu melarang Sofy tatkala ingin mengerjakan sesuatu,bahkan tidak memperbolehkan Sofy ketika ingin menggendong baby Azka.Kekonyolan Devan yang terlalu berlebihan ini,mengingatkan pk Hamdi papa Devan pada masa lalu ketika mama Devan tengah mengandung putra tunggal mereka.Hal ini terjadi karena memang cukup lama dulu perjuangan mereka mendapatkan buah hati,bahkan penantian mereka lebih lama dari Devan dan Sofy saat ini.Tingkah Devan membuat Rena dan Reva tak henti mengolok-oloknya.


"Dev,kamu tu lebay karabay banget sih.Kasian tu Sofy jadi ngambek ga kamu izinin main sama baby Azka.Asal kamu tau ya Dev,ibu hamil itu jauh lebih sensitif ketimbang cewek yang lagi datang bulan.So selamat menikmati ya buat sembilan bulan ke depan,apalagi yang dikandung Sofy itu gak cuma satu,tapi dua sekaligus"


"Bener banget tu mas,dengerin nasehat yang berpengalaman...Heeheheehheee"sambung Reva


"Eh,anak ingusan gak boleh ikutan pembahasan orang dewasa.Gih,gosok gigi,cuci muka tangan dan kaki,trus bobok"jawab Devan dengan nada sedikit ketus ke Reva karena ikutan menertawainya bersama Rena dan yang lainnya


"Mas,kamu nih malu-maluin aja.Udah mau jadi papa itu dewasa dikit napa.Ini malah ngasih contoh yang gak baik buat Aurel,Azka sama bayi-bayi kita"


"Sayang,jangan marah gitu dong.Relaks ya sayang,kasian bayi-bayi kita,ntar mereka kaget.Hhmmmm,lagi pengen sesuatu gak by?Kayak cerita mba Rena yang kalau hamil pengen ini dan itu"


"Gak tuh,jawab Sofy cuek.Ngapain beli ini itu,kan bi Minah sama bi Ipah selalu masakin yang enak dan bergizi buat semua,harus dihargai dong by..."

__ADS_1


"Cieee,,,ciieee,,,mesranya.Ingat-ingat juga dong mas,mba,adiknya yang masih mencari pacar dunia akhiratnya"protes Adnan


"Alah dik,itu soh gampang banget.Ga usah jauh-jauh mikirnya,toh jodoh kamu ada disekitar sini.Tinggal di lamar dan tentuin waktu yang pas aja"jawab Sofy ringan sambil tersenyum


"Bener banget tu nan,mba setuju banget.Kalau niat baik itu jangan ditunda,tapi harus disegerakan,ya kan om?"Reva mengarahkan pandangan pada pak Hamdi,pak Hamdi pun mengangguk sambil tersenyum.Kemudian Rena melirik Reva menyunggingkan senyum penuh arti.


"Nikah sama om jin,aku ga mau mba Rena,mba Sofy.Nikah sama manusia aja kadang anak-anaknya masih ada yang gak beres,apalagi kalau sama om jin...Hiiiii,,,serem banget mba"kata-kata Reva membuat semua anggota keluarga tidak mampu menahan tawa,membuat Adnan menjadi kesal.


"Eh,tante lampir lo pikir gue mau nikahin lo!Biar kata gadis di dunia ini cuma tinggal lo aja,gue mending jomblo seumur hidup ketimbang harus hidup sama tante lampir kayak lo!"wajah cemberut Adnan bukannya mendatangkan simpati,malah membuat keluarganya makin terkekeh mendengarnya.


"Om setuju banget sama Reva dan Sofy kalau Reva dan Adnan menikah.Om bisa bayangin,rumah kita akan semakin ramai dan ikatan keluarga kita akan bertambah"kata pak Hamdi yang nampak serius membuat Adnan dan Reva hanya bisa bengong tanpa kata


"Reva ngantuk,pamit dulu ya om,mas2 dan mba2.Lagian besok,Reva ada meeting penting sama klien"seraya mulai melangkah menuju kamarnya.Adnan pun juga melakukan hal yang sama,hingga membuat semua anggota keluarga makin tersenyum dan kuat meyakini bahwa mereka berdua mempunyai kesamaan dan akan berjodoh nantinya.


Semua pun ikut beranjak ke kamar masing-masing untuk beristirahat.Pemandangan mereka pun di akhiri dengan kelucuan Devan yang selalu terlihat was-was dengan langkah kaki Sofy.Sofy yang kesal akhirnya membalikkan badan membelakangi Devan tidur sambil menyelimuti tubuhnya.Devan pun hanya bisa diam dan ikut tertidur sambil memandangi tubuh sang istri.

__ADS_1


Sekitar jam tiga subuh,Devan tiba-tiba terbangun dan merasakan lapar yang begitu kuat membuat perutnya meronta-ronta meminta diisi.Melihat Sofy yang terlelap tidur,membuatnya tak tega untuk mengganggu lelapnya sang istri yang tengah memgandung bayi kembarnya.Devan pun lalu berjalan perlahan menuju dapur,ia membuka kulkas tapi bingung bagaimana caranya untuk mengubah isi kulkas itu jadi sebuah masakan yang enak.Ingin rasanya Devan membangunkan bi Minah atau bi Ipah,namun ia juga tak tega mengganggu jam istirahat pelayan setia yang telah dianggapnya seperti keluarga tersebut.


Devan pun kembali ke kamar untuk mengambil hpnya.Ia memutuskan untuk mencari cara memasak dengab mempelajari tutorial di you tube.Devan nampak cukup sigap dalam menyiapkan bahan dan memproses sesuai petunjuk di video you tube yang ditontonya.Rujak buah segar dan pecel ayam merupakan menu pilihan yang ingin sekali dinikmati Devan pagi buta ini.Menjelang subuh,hidangan itu pun telah tersedia di meja makan,membuat Devan makin tak sabar untuk menikmatinya.Ketika akan menimmati suapan pertama rujak buatannya,Sofy nampak telah duduk di sampingnya.


"Lho,sayang kok udah bangun?"tanya Devan heran lalu tertahan untuk memasukkan suapan sendok pertama rujaknya.Tanpa berkata apa-apa,Sofy langsung menyantap suapan pertama dari sendok yang dipegang Devan,membuat Devan hanya bisa terdiam melihat tingkah istrinya.Ia juga tidak sabar mendengar komentar istrinya akan hasil masakannya itu.


"Enak banget by,mau lagi dong...Tapi suapin ya!"pinta Sofy pada suaminya itu.Devan hanya bisa mengikuti permintaan istrinya karena tak ingin merusak mood istrinya sepagi ini.Devan pun memakan makanan tersebut dengan menyuapi secara bergantian antara mulutnya dan istrinya,hingga rujak dan pecel ayam itu pun akhirnya ludes tak tersisa.Setelah itu Sofy yang ketagihan dengan made in tangan Devan,meminta di buatkan lemon tea hangat plus madu.Devan yang notabene masih awam dengan dapur,tiba-tiba menjadi handal hanya bermodalkan tutorial you tube yang ditontonnya.Pagi itu beberapa macam menu pun mereka nikmati berdua.Setelah beberapa saat melegakan kondisi perut,mereka berdua menyegerakan dua rakaat Subuh pagi itu,setelah beberapa menit azan Subuh berkumandang.


Setelah sholat Subuh,mereka berdua nampak tertidur lelap seperti bayi yang kekeyangan setelah memakan sesuatu.Kehamilan Sofy membuat keduanya kadang terlihat kompak dan kadang terlihat bermusuhan.Sepertinya hal ini merupakan bawaan si kembar yang tengah tumbuh di rahim Sofy.Paginya,bi Minah dan bi Ipah yang berniat membuat sarapan merasa heran kenapa dapur begitu berantakan.Ternyata tanpa disadari Devan fan Sofy,pak Hamdi diam-diam menonton kebersamaan putra dan menantunya di dapur.Ia salut dengan perubahan putra tunggalnya saat ini.Pak Hamdi juga memberikan informasi tersebut pada bi Ipah dan bi Minah sambil tersenyum.Membuat bi Minah dan bi Ipah sangat heran,karena setau mereka sedari kecil anak majikannya itu belum pernah menyentuh sesuatu di dapur.Mereka berdua pun,akhirnya tertawa bersamaan ketika teringat bahwa ternyata kehamilan bayi kembar Sofy membawa pengaruh besar pada tuan mudanya.


...****************...


...😊😊😊😊😊...


Devan,Devan...Prince of the Wijaya jadi berubah menjadi suami yang serba bisa demi kedua calon buah hatinya...Moga bahagia selalu yaaaa...😊

__ADS_1


__ADS_2