Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Keluarga Bahagia


__ADS_3

"Dek mas berangkat kerja dulu ya". Pamit sang suami setiap pagi, ketika hendak bekerja.


itulah yang terjadi setiap pagi, dan setelah kepergian suami, Asty melanjutkan pekerjaan rumah seperti biasa. dari menyapu, membersihkan semua perabot rumah.


Rumah yang sepi karena mereka belum mempunyai anak.


setelah selesai bersih-bersih, kini Asty hendak ke warung untuk membeli beberapa keperluan dapur.


"Belanja mbak Asty?". Sapa seorang tetangga yang kebetulan berada di warung yang sama,


"Eh iya, ibu juga belanja??" jawab Asty.


"Iya nih mba, seneng ya mba punya suami yang baik dan mapan seperti mas Anto". Ucap bu Tuti.


"yaa begitulah bu, saya suka suami saya karena dia orang yang sabar dan pengertian. Mari bu tuti, saya pamit pulang dulu". Jawab Asty sekalian berpamitan karena sudah membeli kebutuhan dapur untuk hari ini.


Bahagia itulah yang Asty rasakan saat ini, setiap kebutuhannya selalu terpenuhi, itu karena Anto suaminya sangat menyayangi Asty apa adanya.


Anto bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan terkemuka di kotanya, sehingga keuangan keluargapun tidak pernah kekukarangan karena mereka sangat pandai dalam mengatur hal itu.


Akan tetapi di tengah kebahagiaan itu, ada sesuatu yang membuat mereka merasa kesepian, karena mereka belum di beri momongan. Sedangkan usia pernikahan mereka sudah satu tahun berlalu.

__ADS_1


Hari ini di lalui Asty dengan rasa sepi yang selalu membuatnya sedih.


'Setidaknya hidupku akan sempurna apabila aku punya anak nantinya'. Gumam Asty dalam hati.


Jam menunjukan pukul 6 sore, deru suara mobil menghampiri halaman rumah asty sore itu, Anto pulang setelah selesai bekerja hari ini.


asty menyambut dengan mencium punggung tangan suaminya dengan lembut.


"mau mandi dulu mas? Biar asty panaskan air dulu sebentar ya". Ucap asty.


"baiklah". Jawab anto dengan dengan suara lirih. sementara Anto duduk dengan wajah yg lesu, menandakan ia lelah bekerja seharian. Karena banyak sekali yang harus di selesaikan.


Air panaspun telah siap, segera asty mencari keberadaan suaminya yg ternyata tengah lelap dalam tidurnya.


'Mungkin dia lelah'. Gumamnya dalam hati.


"Mas bangunlah, airnya sudah ku sediakan di kamar mandi nanti keburu dingin". ujar asty


Seraya membangunkan sang suami.


Tanpa menunggu lama, anto pun terbangun. Ia usap matanya agar bisa terbuka sempurna,

__ADS_1


"Iya dek trima kasih ya. Mas mandi dulu". jawab anto, dengan langkah yang masih agak lemas ia berjalan menuju kamar mandi. ia mengguyur tubuhnya sehingga tubuhnya terasa segar kembali.


sementara asty bergegas ke dapur untuk menyiapkan makam malam.


tumis kacang panjang, ayam goreng, dan tak ketinggalan sambal serta krupuk,,menjadi menu sederhana di malam itu.


setelah anto selesai mandi dan berganti pakaian, mulailah mereka menyantap makan malam yang sudah tersedia di meja makan.


kebersamaan seperti inilah yang selalu mereka rasakan.


"Mas". Asty mulai berbicara.


"Iya dek, ada apa??". jawab anto, sembari menyeka mulutnya dengan tissue kering, seusai makan.


..."Apakah kamu bahagia dengan rumah tangga kita saat ini? Pertanyaan asty membuat anto bingung. ...


... "Ya bahagia dong dek, sangat bahagia malah. Kenapa kamu bertanya seperti itu?? Atau mungkin malah kamu yang tidak bahagia hidup denganku". Jawab anto....


"Bukan begitu mas aku bahagia kok, karena kamu selalu memberi apa yang aku inginkan, trima kasih ya mas. Kamu sudah mau menerima aku dengan segala kekuranganku". ucap asty dengan menunduk. Tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk matanya yang indah.


"Asty kenapa kamu menangis?". Anto merasa ada yang salah ketika melihat air mata asty berlinang, di usapnya dengan lembut, asty memeluk tubuh suaminya, ada perasaan bahagia dan sedih menyatu di sana.

__ADS_1


__ADS_2