Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Mereka hanya berdua


__ADS_3

Keesokan harinya...


Anto berpamitan pada kedua mertuanya, dan juga asty serta arga.


"Arga yang nurut ya sama mama, jangan rewel kasihan mama, nenek sama kakek. Kasihan dede bayi juga yang di perut mama, oke". Ucap anto pada anaknya.


"Iya, papa hati-hati di jalan ya". Jawab arga.


"Iya sayang". Anto mengecup pipi arga, bergantian dengan istrinya.


"Anto pamit bu pak". Anto berpamitan pada kedua mertuanya.


"Iya, hati-hati di jalan nak anto". Jawab keduanya kompak.


Mobil anto melaju cepat, mengejar waktu agar tidak terlambat sampai kantor.


Dan benar juga, sampai kantor tepat waktu, jadi tidak ada kata terlambat untuknya.


Erina juga sudah mulai pelajaran di kelasnya.


Guru menerangkan di depan kelas, namun pikiran erina entah kemana.


Oki teman sebangkunya dari kelas X sampai hampir lulus ini, masih setia sebangku dengannya.


Sebenarnya oki menaruh hati pada erina, tapi takut dan malu untuk mengatakannya.


Hari ini dia hendak mengatakannya, ia mencari kata-kata yang pas.


Guru selesai menerangkan, dan waktu istirahatpun tiba.


Semua berhamburan ke luar .


erina masih duduk di bangku begitu juga dengan oki.

__ADS_1


"Erina". Oki menyebut namanya.


"Iya, ada apa ki?". Jawab erin.


"eeeemmm boleh aku mengatakan sesuatu?". Oki minta ijin.


"Boleh, emang ada apa? Kok kayaknya serius gitu". Jawab erin.


"Mmmm sebenarnya aku suka sama kamu, dari semenjak kita bertemu. Apa kamu mau jadi pacar aku?". Ucap oki.


"Mmmm aku belum bisa jawab sekarang ki, tunggu aku berfikir dulu ya?". Pinta erina.


"Baiklah, aku tunggu jawabanmu. Tapi jangan lama-lama ya". Jawab oki.


Ia akan selalu sabar menunggu, karena ia benar-benar suka.


Kini erina di perhadapkan dengan dua pilihan yang jauh berbeda.


Kalau pilih anto, ia kakak iparnya tapi erin sudah terlanjur jatuh cinta meskipun ia tau itu salah. Sedangkan oki, ia masih single tapi erin tidak suka. Mau menolak juga takut oki tersinggung. Bingungpun melanda.


Tapi di sisi lain ia masih belum menjawab permintaan oki.


'Biarin aja oki, pasti dia mau kok menunggu'. Pikir erin.


(Percaya Diri banget).


......................


Pulang sekolah.


Erin segera pulang...takut oki menagih jawaban.


'Aku harus cepat sampai rumah'. Gumamnya.

__ADS_1


Setelah sampai rumah tak berselang lama,


mobil anto sudah terparkir di halaman.


"Lho nggak ke kantor mas?". Tanya erin, membukakan pintu untuk anto. Ia masih berseragam sekolah.


"Sudah, kebetulan hari ini tidak banyak kerjaan dan bisa pulang cepat". Jawab anto.


"Ooo begitu, tapi aku belum masak mas kan aku juga baru pulang sekolah". Ucap erin.


"Nggak usah pikirkan itu, kan kita hanya berdua. Kita bisa makan di luar, bukankah ini saat yang kita tunggu-tunggu". cap anto, matannya memandang erin penuh harap.


"Hmmm iya sih, tapi bagaimana dengan mbak asty mas?". Tanya erina sambil duduk di sebelah anto.


Sudah tidak ada rasa canggung lagi, mereka telah terbiasa berdua. Hanya sekedar melepas rindu melalui obrolan.


"Saat ini mereka sedang menikmati liburan di kampung, jadi ini juga kesempatan kita". Jawab anto.


Sepertinya jalan untuk mereka menjalin kasih lebih jauh lagi sudah terbuka lebar tanpa adanya penghalang.


"Dan malam ini kita akan tidur berdua, kamu mau kan?". Bsik anto terdengar pelan di telinga erina.


"Mas bukannya kita punya kamar sendiri-sendiri?". Jawab erina. Jantungnya seakan terlepas dari tempatnya.


"Yaaa bukankah kamu juga pernah bilang, akan banyak kesempatan untuk kita berdua. Jadi ya mau apa lagi, ini saatnya". Jawab anto makin menggoda.


"Tapi ya nggak sekarang lah mas". Rengek erina manja, membuat anto semakin gemas.


"Ya nggak sekarang, tapi nanti kan tadi mas bilang hehe". Anto tertawa lepas.


Setelah makan siang, mereka gunakan waktu untuk ngobrol berdua.


Malam pun tiba, dan mereka benar-benar tidur bersama dalam satu kamar, tanpa ada yang mengusiknya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2