
Anto bangun pagi dengan mata sembab
Asty tertawa melihat wajah suaminya yang aneh,
"Mas apa kamu yakin mau ke kantor dengan wajah aneh gitu hahahahha". Asty menggoda anto dengan tawa yang lepas.
Anto mencari kaca, ia melihat wajahnya. Memang aneh, ia sedikit tertawa tapi tidak di hatinya.
"Gimana ya, nanti yang ada jadi bahan tertawaan di kantor". Anto bingung dengan keadaanya yang memang serba membingungkan .
'masa harus kerja dari rumah lagi, apa kata mereka nantinya'. Gumam anto.
"Gimana mas, jadi nekat berangkat nih?". Ledek asty, bibirnya tersenyum lebaar.
"Gimana menurutmu? Haruskah mas ke kantor dengan wajah begini?". Anto balas tanya.
"Ya itu terserah mas aja, aku tidak bisa memutuskan". Asty melanjutkan aktifitasnya di dapur.
'Ambil cuti lagi, siapa tau ada kesempatan untuk bercerita pada asty hal yang sebenarnya terjadi. Suka atau tidak suka ia harus tau, sebelum tau dari orang lain'. gumamnya memutuskan.
"Asty nanti kita jalan-jalan ya, arga kita titipkan pada erina dulu. Aku ingin ada waktu untuk kita berdua hari ini". Ucap anto.
"Jadi mas putuskan tidak masuk kantor hari ini?". Asty bertanya.
"Iya mas ingin berdua sama kamu, kita cari tempat yang nyaman untuk kita nikmati apa kamu ada ide?". Anto balik bertanya.
" Terserah kamu aja mas, kan kamu yang punya ide. Aku mah ngikut aja". Jawab asty.
__ADS_1
"Baiklah, kita ke pantai aja". Anto memutuskan.
"Oke, aku siap nanti setelah makan siang kita antar arga ke kontrakan erina. Tapi apa erina tidak sibuk? Bukankah ia mau daftar kuliah juga". Ucap asty.
"Sepertinya belum". Jawab anto keceplosan. ia membekap mulutnya sendiri.
"Lah kok kamu tau mas?!". Sontak ia memalingkan wajahnya ke anto.
"Kan mas bilang sepertinya, berarti belum tentu doong". Anto membela diri.
'Aku harus selesaikan semuanya, agar tidak ada kebohongan lagi aku capek'. Gumam anto.
"Hmmmm". Asty mendengus.
......................
Siang hari udara tidak begitu panas, sepertinya cocok untuk ke pantai dan melepaskan semua beban yang menyiksa.
"Arga, nanti sama tante dulu yaa? Mama sama papa ada keperluan mendadak, Jadi arga mama anter ke sana". Pinta asty.
Kini arga sudah duduk di kelas satu sekolah dasar. Ia sudah bisa memahami setiap pembicaraan orang tuanya.
"Iya ma". Arga mengangguk patuh.
"Anak baiknya mama". Asty mengecup ubun-ubun arga.
"Yuk berangkat". Ajak anto.
__ADS_1
......................
Sesampainya di laut....
mereka memilih tempat yang jauh dari kerumunan, karena hari itu ada beberapa pengunjung meskipun tidak terlalu ramai.
"Asty". Anto membuka pembicaraan.
"Iya mas, apa mas sudah siap bercerita". Tanya asty.
"Iya, tapi sebelumnya mas minta maaf. Beribu-ribu maaf. Kalau kamu marah pun mas terima". Ucap anto.
Ia mulai bercerita dari awal kisah percintaanya dengan erina.
Sontak erina kaget. Ia tak percaya dengan pendengarannya, wajahnya merah padam. Ia marah, benar-benar marah.
Tanpa sadar tangannya menampar pipi suaminya berkali-kali melampiaskan kemarahannya.
"Plakk plakk plak!!!". Keras sekali tamparan itu, pipi anto merah menahan sakit dan panas.
"Tega kamu mas! Bi***b kalian, kalian sudah berselingkuh di belakangku! Menyalah gunakan keparcayaanku! Kecewa mas, aku benar-benar kecewa sama kamu! Huaaaaa". asty meraung tangisannya tak dapat di tahan lagi, ia tersungkur. Lututnya terasa lemas tak dapat menahan bobot tubuhnya.
Ia terus menangis, matanya memerah.
"Maaf kan aku asty". Suara anto melemah. Ia pasrah dengan keadaanya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan kalian! Dasar otak b*j*d! Tak punya perasaan!". Asty benar-benar emosi tingkat dewa.
__ADS_1
Asty berteriak sekencang-kencangnya menatap ke laut, melampiaskan kekecewaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...