Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Hubungan terlarang


__ADS_3

Matahari sudah menebarkan sinarnya.


Dua insan yang baru saja memadu kasih sepertinya masih terlelap.


Erina membuka matanya perlahan, sontak ia kaget melihat anto berada di sampingnya dan memeluk tubuhnya.


'Aku telah melakukannya, aku telah melakukan hubungan terlarang ini'. Rutuknya dalam hati, air mata mulai berjatuhan.


"Huaaaa mas kamu ngapain aku mas". Tangis erina pun memecah.


Membuat anto bangun dan bingung.


"Kamu kenapa erina?". Tanya anto heran.


"Mas kenapa kita melakukannya? haaaaaaaa". Jawab erin masih terisak.


"Kenapa kamu bertanya? Bukankah kita melakukannya dengan kesadaran, kamu dan aku erin". Anto menyadarkan erina, tanpa penyesalan dan tanpa memikirkan akibatnya.


"Mas bagaimana kalau aku hamil? Apa kamu mau tanggung jawab? Bagaimana dengan mbak asty, apa ia mau terima kenyataan?". Kini suaranya pelan, tatapannya kosong.


"Semua sudah terjadi rin, kita tidak bisa mengelak. Misalkan kamu hamil, itu urusan nanti masih banyak waktu untuk berpikir". Anto menenangkan erina.


"Kamu janji ya mas, jangan tinggalkan aku. Aku sudah serahkan apa yang ku miliki, sesuatu yang harusnya aku jaga". Erina terisak lagi, menyesalpun tak ada guna.


Ibarat nasi sudah menjadi bubur.


"Iya mas janji, sekarang kita mandi sudah siang. Hari ini mas ijin, karena kita bangun kesiangan". Ucap anto.

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul sembilan lebih.


Mereka benar-benar kesiangan.


Anto bangun dan membersihkan tubuhnya, begitu juga erina.


Setelah selesai mereka hendak keluar untuk membeli sarapan.


Anto melihat layar hp nya, sepuluh panggilan tak terjawab dari asty, karena hp dalam mode hening.


Sama dengan erina lima panggilan dari asty'pun terlewat.


"Ada apa sayang? Tadi telfon mas, maaf hp mas tertinggal di kantor ternyata. Ini baru mas ambil". Chat anto pada asty melalui wa, bohong lagi.


"Oooh iya mas ndak apa-apa, tadi cuma mau bangunin mas aja kok. Soalnya takut mas kesiangan nanti terlambat ke kantornya, oh iya mas, gimana erin bisa ndak bikin sarapan buat mas?". Balas asty.


Bohong lagii, makin lama bohongnya tambah pinter.


"Sudah dulu ya sayang mas lanjut kerja, salam kangen untuk arga. Jaga diri baik-baik di sana mmmuaaahh". Ucap anto.


"Iya mas, selamat bekerja sayang. Jaga hatimu untukku mmmuuuaahh". Balas asty


Degg! Jantung anto bergetar membaca chat terakhir istrinya 'jaga hatimu untukku.'


Ambyarrr, pikiran anto.


......................

__ADS_1


Sore harinya.


"malam ini kita makan di luar ya rin, kamu dandan yang cantik". Ucap anto.


"Iya mas". Jawab erin singkat.


Ia masih kepikiran yang terjadi semalam, tapi sesungguhnya ia berharap hal itu terulang lagi dan lagi...entah setan mana yang sudah merasukinya.


'Sudah terlanjur ya sudah, resiko urusan nanti'. Eina bertekad.


Pikiran warasnya sudah terkalahkan oleh nafsu yang kini menguasainya.


Mereka makan malam di kafe yang biasa mereka singgahi.


malam itu erina terlihat cantik dan nampak lebih dewasa.


Anto semakin terpesona dengan tubuh dan kecantikan adik istrinya ini.


Malam-malam panjang mereka lalui bersama layaknya suami istri.


Sudah tidak ada jarak di antara mereka.


Hampir satu minggu mereka lalui berdua, sampai akhirnya asty mengabarkan kalau akan pulang di hari minggu.


Anto dan erin tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang hanya tinggal semalam.


Malam minggu mereka habiskan, untuk memadu kasih...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2