
"Mas, kita sudah satu tahun menikah tetapi belum ada tanda tanda kehamilan pada diriku. Ini yang membuat aku sedih". Ucap asty dalam dekapan anto.
"Jangan sedih begitu de, mungkin Tuhan belum berkehendak. Kita tunggu saja, hingga waktunya tiba". Anto berusaha menenangkan sang istri.
Padahal dalam hati kecilnya pun memiliki perasaan yang sama.
"tapi aku merasa belum bisa menjadi istri yang sempurna mas, aku iri melihat teman sekolahku dulu. Mereka sudah menggendong anak, bahkan ada yang sudah memiliki dua orang anak". Lanjut asty, seakan putus asa.
"De usia pernikahan kita baru satu tahun, itu belum apa apa. Ada yang sudah lima tahun, bahkan sepuluh tahun mereka belum di karuniai anak. Tapi mereka tetap bahagia menjalani rumah tangga. Jadi sudahlah tidak usah bersedih, kita serahkan semua pada sang pencipta. Kita manusia hanya bisa berdoa dan berusaha iya kan??". Ucap anto menguatkan asty, agar tidak larut dalam kesedihan.
Akhirnya anto berhasil membuat sang istri kembali tersenyum, dan mereka saling berpelukan.
Itulah kelebihan anto, selalu bisa membuat istri tersenyum di saat sedih.
Waktu sudah larut malam, mereka bersiap untuk beristirahat setelah melewati hari ini.
Tak lupa memeriksa pintu untuk memastikan apakah sudah terkunci.
Setelah di rasa aman mereka bersama-sama menuju ke dalam kamar, merebahkan tubuh mereka di kasur yang empuk untuk melepas rasa lelah.
Tsk berapa lama terdengar dengkuran anto yang sudah lelap dalam alam mimpi, berbeda dengan dengan asty yang masih belum bisa memejamkan mata.
Masih saja memikirkan tentang hadirnya seorang anak yang akan menambah kebahagian rumah tangganya.
'Akankah kebahagiaan itu bisa ku gapai'. Gumamnya dalam hati. Perlahan ia pejamkan mata berusaha untuk tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pagi yang cerah.
mataharipun telah bersiap beranjak dari peraduannya Anto telah bersiap untuk menjalani rutinitasnya di kantor, sang istri tengah membuatkan bekal untuk makan siang sang suami. Namun tiba-tiba
"Huekk Hueeekkkk". Asty merasa ada yang membuatnya mual, ketika sang suami keluar dari kamar. Bau parfum itu yang membuat perutnya bergejolak. Padahal selama ini dia sangat menyukai harumnya.
"Huekk, tolong menjauh mas. Aku mual dengan bau parfummu.Huekk". Pinta asty agar suaminya tidak mendekat.
Kepalanya pusing dan akhirnya asty pingsan.
Seketika anto bingung dan langsung membopong tubuh asty ke dalam kamarnya.
'ada apa dengannya? Kenapa aku tidak boleh mendekatinya pagi ini? Adakah yang salah dengan diriku, lalu kenapa tiba-tiba pingsan??'.
Berrbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran anto, sembari mengoles minyak kayu putih, agar sang istri lekas sadar.
setelah beberapa saat asty sadar, dan
"Huekk Hueekk". Rasa itu datang lagi ketika tercium aroma tubuh suaminya.
"Tolong mas menjauhlah, ganti bajumu dan jangan pakai parfum itu lagi. Tolong". Pinta asty dengan raut wajah memelas.
Anto pun bergegas ke kamar mandi dan mengganti pakaian kerja dengan kaos santai, dan hari itu ia ijin tidak masuk kerja karena di berpikir asty sakit.
"Asty sekarang mandilah kita ke dokter, mas takut terjadi apa-apa sama kamu. Lekaslah". Pinta anto.
"Baiklah mas aku mandi, tapi tidak usah ke dokter aku tidak apa-apa mas. Aku baik-baik saja, tadi itu cuma mual sama pusing aja saat kamu keluar dan bau parfum itu tiba-tiba menyengat". Ujar asty.
__ADS_1
"Tapi itu harus karena mas takut, mas tidak mau kamu sakit. Nanti siapa yang akan mengurus mas??". Paksa anto.
"Mas lihat kan, aku baik-baik saja setelah tidak mencium bau parfum itu". Asty meyakinkan sang suami.
"Ya sudahlah, yang penting mas tidak mau lihat kamu sakit asty. Mas sedih kalau kamu sakit". Antopun menyerah.
Asty beranjak ke kamar mandi, ia mengguyur tubuhnya hingga terasa segar kembali.
'Ada apa denganku, ya Tuhan. Kenapa bau parfum yang selama ini ku sukai kini menjadi sesuatu yang sangat ku benci. Ada apa denganku'. Asty bergumam dalam hati. 'apakah benar aku sakit?? apa aku turuti saja permintaan mas anto untuk ke dokter?'. Asty berfikir sejenak.
Setelah selesai mandi dan berdandan ala kadarnya, asty menemui anto yang sedang duduk termenung di teras depan.
"Mas setelah kita sarapan, aku mau kok kita ke dokter. Jangan-jangan kamu benar kalau aku sakit, soalnya ada yang aneh pagi ini. Masa bau parfum itu sangat membuatku pusing hmmm". Akhirnya asty mengikuti saran anto.
"Nah gitu dong, itu baru istri mas hehehehh. Yuk kita sarapan, setelah itu kita ke dokter". Jawab anto bersemangat.
"Siap pak boss". Asty pun tak kalah semangat.
Akhirnya mereka selesai sarapan, tak sabar anto ingin segera bertemu dokter dan memeriksakan istrinya. Istri yang sangat ia sayangi.
"Ayo cepat sayang". Panggil anto seraya menuju ke garasi untuk memanaskan mobilnya.
"iya mas, ebentar sabar". Jawab asty yg masih membereskan meja makan.
Setelah beres semua, asty mengambil tas kesayangannya dan mengunci pintu.
Setelah di rasa aman mereka pun bergegas menuju ke rumah sakit untuk cek kesehatan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...