Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Asty curiga


__ADS_3

Sore hari...


Asty, arga dan anto turun dari mobilnya.


Mereka baru saja sampai.


Mendengar deru mobil yang berhenti di halaman rumah, ibu dan bapak yang sore itu baru pulang dari kebun, langsung berhambur ke depan.


"Cucu kakek, kakek rindu sekali nak". Bapak terharu akan kedatangan mereka, terlebih cucu yang selama ini di rindukannya.


Arga pun segera memeluk kakeknya yang sudah berjongkok menyambutnya.


Asty tersenyum haru melihat mereka saling berpelukan.


"Ayo masuk semuanya, kenapa kalian ndak ngabari dulu kalau mau datang?". Ibu mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.


"Maaf bu asty juga mendadak, karena arga libur sekolah. Jadi ijinkan kami menginap di sini untuk beberapa hari bu". Jawab asty. Sambil menyerahkan oleh-oleh yang sudah di siapkan dari rumah.


Ibu menerimanya dengan senang hati.


Setelah itu ibu masuk ke dalam untuk membuatkan teh hangat dan ubi goreng untuk mereka.


"Mari di minum tehnya nak anto, ayo asty, arga. Beginilah suasana di rumah. Sepi kalau malam hari, maklum jauh dari jalan raya". Ucap ibu, menceritakan keadaan kampungnya.


"Arga nanti mau bobo sama siapa? Kakek apa mama dan papa?". Tanya bapak pada cucunya.


"Mmmm emang boleh kek, seandainya arga tidur sama kakek?". Arga balas bertanya pada kakeknya.


"Boleh banget, siapa sih yang ndak mau tidur sama cucu kesayangan". Jawab bapak sambil menoel hidung arga

__ADS_1


"Mama, boleh ya arga tidur sama kakek?". Arga minta ijin mama'nya.


"Boleh kok sayang". Asty tersenyum.


Sementara ibu di dapur, hendak memasak untuk makan malam mereka.


Malam ini ia memasak oseng daun singkong, tempe goreng dan sambal ijo. menu khas kesukaan asty saat masih di kampung dulu.


"Masak apa bu?". Tanya asty tiba-tiba, tangannya memegang pundak ibu. Ibu kaget.


"Aduhhh ibu sampe kaget asty, ini lhoo ibu masak sayur kesukaan kamu dulu". Jawab ibu.


"Waaahh makasih ya bu, ibu tau aja yang asty mau". Asty tersenyum.


Setelah itu mereka makan bersama.


......................


Ingin dia tanya kabar lewat wa pada anto, ia takut asty membacanya.


'erina kangen mas, kenapa kamu nggak pulang aja sih temenin aku'. Gumam erin.


Yang ia kerjakan hanya makan, tiduran itu yang membuat ia bosan.


Dalam kesepiannya.


Handphone'nya berdering satu panggilan 'anto'.


"Hai sayang, kamu lagi ngapain di sana?". Suara anto terdengar pelan, mungkin sengaja agar tidak terdengar yang lain. Sepertinya berada jauh dari bapak ibu dan mbak asty.

__ADS_1


"Hai juga, akhirnya kamu telfon aku juga mas. Aku lagi tiduran, nggak bisa lupain kamu". Suara erin terdengar manja.


Suara manjanya yang selalu anto rindukan.


"Sabar ya, besok aku pulang kok untuk kamu". Anto tersenyum.


""Oke...jangan lama-lama". Pinta erin.


"Iya mas janji, sudah dulu ya. Nanti kedengeran yang lain, nggak enak". Pamit anto, menutup sambungannya.


'Yess'. Pekik erin dalam hati.


akhirnya erinpun bisa tidur malam ini.


......................


Asty dan anto tidur berdua.


"Tadi siapa yang telfon mas?". Tanya asty.


"Ooh itu, temen. Mas bilang barangkali agak telat sampai kantornya". Jawab anto berbohong.


"Ooh asty kira siapa, kok suaranya perempuan". Asty sedikit curiga.


"Iya memang perempuan, kan dia sekretaris mas. Jadi mas ijin dulu barangkali terlambat, begitu sayang. Curigaan amat sih istri mas sekarang? Atau mungkin bawaan jabang bayi kali ya?". Anto jawab sekena'nya sambil mengelus perut asty yang masih rata.


Akhirnya mereka terlelap juga, anto tidur dengan memeluk asty.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2