
Setelah sampai di tempat yang mereka tuju, "Silakan masuk". Terdengar suara dari dalam ruangan dokter, pintu di buka dengan dada yang berdebar mereka di persilakan duduk di depan meja dokter. Kira-kira berusia 40an, terlihat cantik dan ramah.
"Silakan ibu berbaring di sana, sebentar saya periksa". Dokter menunjuk sebuah kasur yang biasa di pergunakan untuk memeriksa pasien.
Seraya menempelkan stetoskop ke dada asty, dokter itu bertanya
"Apa yang ibu rasakan". Dokter bertanya.
"Sebenarnya saya baik-baik saja dok, tapi karena tadi pagi saya merasa mual dan pusing. Sempat pingsan juga karena bau parfum dari suami saya, lalu suami saya memaksa saya untuk segera ke dokter. Dengan alasan takut saya sakit, begitu dok". Jawab asty detail menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada dokter.
"Baiklah sekarang cek urine saja, untuk memastikan keadaan ibu. Silakan". Dokter menyuruh asty ke kamar mandi dengan membawa tespek,dan setelah itu asty memberikan tespek itu pada dokter. Sementara anto brdebar-debar menunggu hasil dari pemeriksaan itu. Karena baru pertama kali mereka melakukan ini.
Tidak terlalu lama mereka menunggu, dokter sudah duduk kembali di kursinya semula, dengan senyum yang mengembang, seraya menyalami kami berdua, dokter itu menyampaikan.
__ADS_1
"Selamat ya pak, ibu di nyatakan positif hamil, dan usia kandungannya saat ini sudah enam minggu. Tolong di jaga kesehatannya ya bu, pak jangan terlalu kelelahan dan berpikir yang berat-berat. Sekali lagi selamat". Ucapan dan saran dokter.
Asty dan Antopun kaget seakan tak percaya dengan ucapan dokter barusan, mereka saling pandang. Binar kebahagiaan terpancar pada wajah keduanya.
"Aku hamil mas! Aku hamil, apakah ini nyata". Ucap asty masih belum percaya, dia mencubit lengannya dan terasa sakit.
"Ini nyata, aku hamil beneran mas". Mereka berpelukan rasa haru dan bahagiapun menjadi bulir bening di pelupuk mata itu terjatuh. Inilah yang mereka tunggu selama ini, dan akhirnya berita bahagia itu datang juga. Tak sabar ingin memberitahukan pada keluarga di kampung.
"Ini resepnya ya pak, silakan menuju ke apotik saja". Dokter memberikan resep yang isinya vitamin untuk ibu hamil.
Setelah menebus obat dan menyelesaikan administrasi, mereka bergegas menuju ke mobil untuk kembali ke rumah.
Mereka saling tersenyum bahagia, tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka.
__ADS_1
Setelah mereka berada di dalam mobil, Asty menangis haru sambil memeluk tubuh suaminya sebelum mobil melaju.
"Akhirnya yang aku impikan dan doakan di kabulkan oleh Tuhan ya mas, delapan bulan lagi kita akan di panggil papa dan mama bahagianya hatiku". Ucapan syukur dan bahagia tak henti-hentinya keluar dari mulut asty,,wajahnya tidak murung lagi.
Bayangan masa depan yang bahagia, keluarga lengkap dan harmonis akan segera menjadi nyata.
"ayo kita pulang". Asty melepas pelukannya, dan menatap ke depan penuh keyakinan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena anto ingin asty merasa nyaman dan menikmati perjalanan bersamanya, karena hari ini sudah ambil cuti secara mendadak demi sang istri.
"Asty mau langsung pulang atau kita jalan-jalan dulu sebentar?" Uap anto, langsung di jawan asty.
"Pulang saja mas asty capek, mau istirahat". Mobilpun melaju, mereka diam tidak ada kata yang bisa di ucapkan selain rasa syukur yang begitu dalam di hati mereka masing-masing.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...