Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Firasat Ibu


__ADS_3

Minggu pagi..


Anto sudah bersiap menjemput istri dan anaknya.


"Trima kasih erin, kamu sudah melayaniku dengan baik trima kasih sayang. Mas pergi dulu ya". Ucap anto, seraya mengecup kening erina.


"Iya mas sama-sama, hati-hati ya di jalan. Kembalilah untukku juga". Erina melepas anto, bibirnya tersenyum puas.


Kini ia akan menjalani hari-hari seperti minggu sebelumnya, tidur dalam kesendirian tanpa ada kehangatan.


'Apa aku bodoh'. Gumamnya.


'Bagaimana kalau mas anto lari dari tanggung jawab'. Pertanyaan itu muncul lagi dalam hatinya.


......................


Anto sampai di rumah mertuanya, di sambut oleh arga.


"Papa, arga kangen". Ia peluk tubuh anaknya.


"Iya sayang papa juga kangen arga, mana mama?". Ucap anto, mencari-cari istrinya.


"Mama di dalam pa sama nenek, mungkin sedang bantuin nenek masak". Jawab arga asal.


Arga menggandeng papa'nya untuk masuk ke dalam rumah.


"Lho sudah sampai nak anto?". Sapa ibu.


"Iya bu baruu saja, asty mana ya bu?". Tanya anto.

__ADS_1


"Ooh asty lagi di kebun sama bapak, lagi metik daun singkong untuk di bawa pulang katanya". Jawab ibu.


Ibu mempersilahkan duduk menantunya.


"Oh ya apa kabar erina nak? Apa dia baik-baik saja? Beberapa hari yang lalu ibu memimpikannya, ibu berharap tidak terjadi hal buruk padanya". Ibu bertanya, sambil membikin teh hangat untuk menantunya.


Degg!! Jantung anto berdebar, sepertinya ibu merasakan sesuatu yang membuat ia khawatir pada erina.


"Ooh erin baik-baik saja kok bu, besok katanya ada ujian kelulusan". Jawab anto sekenanya.


"Syukurlah nak anto, ibu mencemaskannya. Ayo sambil di minum tehnya". Ucap ibu.


"Terima kasih bu". Jawab anto singkat.


Seorang ibu pasti lebih peka dengan suatu kejadian yang menimpa anaknya, entah itu senang ataupun sedih.


Firasat itu sangat kuat.


'Apa aku sudahi saja permainan ini, tapi aku nggak mau di katakan sebagai pengecut'. Gumam anto gelisah.


......................


Asty pulang dari kebun.


"Lho sudah datang mas". Sapanya.


"Iya asty ayo kita pulang, nanti kemalaman sampai rumah. Ayo bersihkan dirimu" Ucap anto.


"Iya sebentar baru juga sampai, apa ndak cape?". Ucap asty.

__ADS_1


"Melihat arga dan kamu, rasa capek mas hilang seketika". Jawab anto.


"Gombal jaya kamu mas". Asty tertawa.


Ibu ikut tersenyum.


Bapak juga baru sampai dari kebun, ia bersihkan tangan dan kaki lalu masuk menemui anto yang duduk di ruang tamu bersama arga dan ibu.


"Kakek, arga mau pulang ya? Nanti kalau ada hari libur lagi arga mau ke sini lagi, boleh kan kek?". Ucap arga polos.


"Iya sayang, tentu saja boleh". Jawab kakeknya.


"Apa mau pulang sekarang nak anto?". Tanya bapak.


"Iya pak, mumpung masih siang. Takut sampai sana kemaleman". Jawab anto.


"Jaga cucu bapak ya, dia anak baik dan cerdas". Ujar bapak.


"Iya pak, kami akan jaga arga dan calon cucu kakek satunya lagi". Jawab anto meyakinkan.


"Iyaa, beberapa bulan lagi arga punya adik bayi kok ya". Ucap bapak sambil mengelus rambut arga lembut.


"Ingat asty ndak boleh terlalu capek, apa lagi usia kandungannya yang masih muda. Masih rawan, kalau erin masih betah tinggal di sana nantinya suruh dia bantu-bantu kalian. Biar ndak repot". Ibu menasehati anto.


"Iya bu, trima kasih" Jawab anto.


Mereka telah siap untuk pulang.


Mereka berpamitan satu per satu, sedih' itu yang terpancar di wajah mereka. Seakan mereka belum puas bertemu.

__ADS_1


Mobil melaju sedang, agar mereka selamat sampai tujuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2