
"Mbak erin ke sekolah dulu ya". Erin berpamitan.
Di susul anto yang juga hendak berangkat ke kantornya.
"Iya hati-hati kalian di jalan". Jawab asty.
"Oke". Jawab mereka kompak.
Ada yang berbeda di wajah mereka berdua.
Asty melangkah masuk ke dalam rumah, ia juga segera bersiap-siap karena arga juga harus sekolah. arga saat ini sudah TK kelas besar karena usianya sudah enam tahun.
Tiba-tiba.
"Huekk huekkkk huekk". Asty berlari ke kamar mandi karena mual dan pusing.
'mungkinkah aku hamil?'. Tanyanya dalam hati.
"mama, mama kenapa? Mama sakit? Arga takut ma, mama jangan sakit". Rengek arga ketakutan dan khawatir mama'nya sakit.
"Ndak kok sayang, mama ndak sakit
Ayo kita siap-siap, nanti arga terlambat ke sekolahnya". Asty menenangkan.
Segera mereka berkemas, dan menuju sekolah.
Kebetulan TK yang di tuju dekat dengan rumah asty, hanya melewati dua rumah warga.
__ADS_1
Sementar di mobil anto dan erin, mereka sudah sangat akrab bahkan terlalu dekat.
"Erin, makin hari kamu makin cantik aja". Puji anto membuka pembicaraan.
"Ah, mas biasa aja kali". Jawab erin sambil menunduk tersipu.
Wajahnya bersemu merah karena malu, baru kali ini ada yang memuji kecantikannya secara langsung.
"Iya beneran, mas nggak bohong...coba kamu bercermin di spion itu". Ujaar anto serius.
"Nggak ahh malu". Erin masih menunduk. degup jantungnya bertambah kencang.
"Erina, mas mau ajak kamu makan malam. Tapi cuma kita ya". Ajak anto, membuat mata erin terbelalak kaget mendengar ucapan anto barusan.
"Mas maksud mas anto apa? Hanya kita berdua". Tanya erin dalam kebingungan. Jantungnya semakin tak karuan, karena selama ini ia juga diam-diam mengagumi kakak iparnya ini.
"Iya, ku sama kamu tapi mbak asty tidak boleh tau. Aku ada sesuatu untuk kamu, mau ya?". Anto setengah memaksa, ia sudah sejak lama memendam rasa pada erina.
"Sudah nanti mas kabari aja lewat hp, ini sudah sampai erin kamu harus sekolah". Mobil berhenti di depan gerbang sekolah erin.
"Makasih mas". Erina berucap sambil turun dari mobil.
Dan anto segera melajukan mobilnya dengan perasaan yang tidak menentu. Ia tidak sabar ingin menyatakan perasaannya pada erin. Sementara ia sadar, asty adalah kakak kandung erina dan juga istrinya. Ah biarkan saja, toh hanya selingan biar ndak bosan dengan yang itu-itu saja.(Dasar penghianat).
Ia memikirkan bagaimana caranya agar erin bisa keluar malam nanti, di kantorpun ia tidak konsentrasi.
Pikirannya melayang kemana-mana.
__ADS_1
'Apa aku benar-benar jatuh cinta'. Gumamnya dalam hati.
Mungkin karena selama ini ia selalu berada di mobil berdua, jadi rasa itu tumbuh. (cieee, kaya ABG aja).
Sementara asty di sekolah arga pun masih bolak balik kamar mandi, rasa mual itu selalu datang.
'Apa aku masuk angin'.
Rasa mualnya kali ini tak separah dulu waktu hamil arga, ini hanya mual sama pusing dan tidak sampai pingsan.
Makanya asty berpikir hanya masuk angin saja.
"Bu asty sehat-sehat saja? Kok wajahnya pucat sekali". Tanya salah seorang ibu yang mengantar anaknya juga, ia penasaran karena memperhatikan asty dari tadi selalu ke kamar mandi sekolah.
"Eee saya sehat kok bu, cuma agak pusing sama mual. Mungkin hanya masuk angin saja, nanti habis minum obat juga sembuh kok bu". Jawab asty.
"Ooh ya bu, atau mungkin ibu hamil?". Ibu itu penasaran.
"Ah, kayaknya ndak deh bu rasanya juga ndak sama ketika hamil arga kok" Asty menjawab.
"Eeeehhh orang hamil itu gejalanya tidak sama lho bu, tiap kehamilan rasanya berbeda-beda". Jelasnya.
"Masa sih bu? Apa mungkin ini tanda-tanda saya hamil lagi bu?". Tanya asty.
"Bisa jadi, coba cek aja ke dokter bu untuk memastikan agar bu asty lebih bisa menjaganya". Saran ibu itu.
"Baik bu, trima kasih sarannya". Ucap asty, sambil menganggukan kapala.
__ADS_1
Selanjutnya mereka mengobrol kesana-kemari, sambil menunggu anak-anak pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...