Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Bingung


__ADS_3

Pov Ibu.


'Apa salah jika aku terlalu memanjakan erin? Erina berbeda dengan kakaknya, ia sebenarnya anak yang baik dan penurut.


Tapi kenapa akhir-akhir ini aku seperti ada jarak dengannya harusnya aku senang punya cucu seperti ibu-ibu yang lain. Apalagi ini cucu pertamaku yang harusnya aku sangat menyayanginya.


'Dan kenapa aku selalu beranggapan kalau cucu itu hanya akan merepotkan saja nantinya, bukankah memang betul anak kecil itu selalu merepotkan dan kenapa aku memikirkannya'.


'Gengsi aku kalau tiba-tiba kelihatan menyayanginya walaupun dalam hati kecil ini ingin menggendongnya. Sudahlah biarkan seperti ini saja, aku hanya fokus untuk erina. Saat ini hanya dia yang dekat denganku dan sebentar lagi diapun harus berpisah dengan ku, karena melanjutkan studynya'.


'Tapi bagaimana nanti kalau sudah lulus sekolah, trus melanjutkan di tempat yang jauh dari keluarga.


'Apa dia bisa mengurus dirinya sendiri?


Apa erina mau tinggal di rumah asty, jika mendapatkan sekolah yang dekat rumahnya?


Tapi apakah asty juga mau menampung adiknya yang malas itu?


Tapi asty harus mau, kan erin juga adik kandungnya tak mungkin asty tega.


Masa harus kost? Kan makan biaya juga.

__ADS_1


Siapa tau nanti di rumah asty bisa berubah rajin'.


'Lagian anto juga baik orangnya, beruntung asty mendapatkan suami seperti anto. Perhatian, penyayang, dan tidak sombong, di tambah lagi kehidupannya yang sudah mapan'.


'Semoga kelak erina juga bisa mendapatkan suami sebaik anto, malah kalau bisa jauh lebih baik'.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiba-tiba ibu kepikiran suaminya.


'Bapak kok belum pulang ya, bukankah ini sudah lewat jam makan siang, dan harusnya juga sudah pulang untuk istirahat'.


Tak berselang lama bapak pulang dari kebun, dengan membawa cangkul, arit dan beberapa buah ubi.


"Bapak kok baru pulang? Ibu nunggu lho dari tadi, takut terjadi sesuatu sama bapak. Karena tidak seperti biasanya, kali ini pulang agak terlambat". Kata ibu merayu, berharap suaminya tak marah lagi.


"Buang-buang energi saja marah sama kamu juga ndak ada untungnya kalau di pikir-pikir bu, toh itu tidak akan membuatmu berubah". Jawabnya sambil berlalu ke belakang.


"Ayo bersih-bersih dulu pak, baru setelah itu kita makan. Ibu juga sudah lapar". Ajak ibu.


"Kenapa ndak makan sendiri aja, kenapa harus menunggu". Bapak sepertinya masih agak kesal.

__ADS_1


"Kenapa si pak, bukankah biasanya juga kita makan bareng. Kok bapak jadi aneh gitu sama ibu? Apa sefatal itu kesalahan ibu?". Ibu mengerucutkan bibirnya manja, berusaha agar suaminya tidak membencinya.


"Kemana erina? Kenapa tidak makan?". Tanya bapak setelah duduk menghadapa meja makan, pandangan matanya berkeliling mencari keberadaan anak bungsunya.


"Erina sudah makan duluan tadi sepulang sekolah". Ibu-ibu menjelaskan.


"Ohh". bawab bapak singkat


Sebenarnya ibu ingin menceritakan niatnya untuk menyekolahkan erina di kota agar dekat dengan rumah kakaknya.


tapi ibu masih takut kena marah lagi...karena keputusan ini ia yang ambil tanpa berembug terlebih dahulu.


'nanti sajalah, kalau bapak sudah tidak marah lagi aku ngomongnya. Takut kalau-kalau tidak di setujui dan malah aku yang kena omel". Pikirnya dalam hati.


sementara bapak menikmati menu kesukaannya dengan lahap.


'Semoga setelah ini bapak tidak marah-marah lagi'.


Gumam ibu berharap dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2