
Setelah sampai di depan rumah sakit, anto memarkir mobilnya. Lalu turun untuk membukakan pintu serta memapah sang istri yang sudah payah untuk berjalan.
"Suster! Tolong istri saya sepertinya mau melahirkan". Seru anto memanggil suster yang sedang berjalan.
Suster itu menghampiri dan mendudukan asty di kursi roda, lalu mendorongnya menuju ruang bersalin.
"Saya mohon cepat tangani istri saya sus". Pinta anto, tidak tega melihat istrinya menahan rasa sakit.
"Silakan bapak tunggu di luar ya, ibu akan segera kami tangani". Kata suster.
Dokterpun sudah berada di ruang persalinan dan siap menangani asty.
Kini tinggal anto sendiri di ruang tunggu, perasaanya gelisah. Untaian doa ia panjatkan untuk keselamatan istri dan anaknya.
'Seandainya bisa ku gantikan rasa sakit itu aku mau menggantikannya, agar kamu tidak merasakan sakit asty'. Gumam anto.
__ADS_1
'kamu harus kuat, harus bisa demi anak kita sayang'. Tak terasa bulir bening menetes di pipinya, ia menangis seorang diri.
"Oaaa Oaaaa Oaaa". Suara dari dalam ruang bersalin.
"Syukurlah, trima kasih Tuhan". Ucap syukur ia panjatkan pada yang kuasa, haru dan bahagia pun ia rasakan saat ini. Seandainya kedua orang tuanya masih ada, pasti akan merasakan sukacita yang luar biasa dengan kehadiran sang cucu.
'Oh Tuhan, begitu cepat Kau panggil mereka'. Gumam anto sedih.
Dokter keluar dari ruang bersalin dan menemui anto.
"Trima kasih dokter, rima kasih. Bolehkah saya masuk menemui istri dan anak saya?". Pinta anto, tidak sabar ingin melihat wajah jagoannya.
"Oh..iya silakan". Dokter mengijinkan anto menemui asty, dengan penuh rasa bahagia ia peluk tubuh asty yang masih terbaring,
"trima kasih sayang, kamu telah memberikan seorang jagoan untukku. Kita akan bersama-sama merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang". Tangis haru yang tak tertahankan, setelah menyaksikan perjuangan sang istri dalam melewati proses persalinan.
__ADS_1
Setelah melepaskan pelukannya, ia menghampiri bayi mungil, yang baru lahir ke dunia ini..
"Selamat datang jagoan papa, selamat datang keluarga baruku. Malaikat kecil yang papa rindukan". Di ciumnya pipi lembut itu dengan penuh kasih sayang, ada rasa yang tak pernah ia rasakan. Saat ini ia sudah benar-benar menjadi seorang ayah.
Bayi itu terlahir dengan berat badan 3,2kg dan panjang 50cm. Tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
"Maaf ya pak, bayinya akan saya bawa ke ruang bayi. Dan ibu juga akan di pindahkan ke ruang perawatan". Ucap suster, serta membopong bayi itu menuju ruang bayi dan suster satunya lagi mendorong tempat tidur asty menuju ruang perawatan.
Setelah mereka berpindah tempat, anto membantu asty membersihkan sisa-sisa keringat di wajah asty dengan menggunakan tissue basah. Ada rasa lega di sana.
"Sayang, apakah sudah terpikirkan nama untuk anak kita?". Tanya anto kepada asty.
"Belum mas, aku ngikut mas aja. Asalkan itu yang terbaik untuk anak kita". Jawab asty dengan senyum manis yang mengembang di bibir tipisnya.
"Baiklah, nanti kita pikirkan bersama-sama setelah kamu benar-benar pulih. Sekarang istirahatlah dulu mas akan menelepon ibu. menyampaikan kabar baik ini". Anto pun keluar ruangan sebentar.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...