Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Tamparan Bapak


__ADS_3

Asty bertemu dengan Erina.


Rasa marah tak bisa ia pendam saat itu.


"Ngapain kamu ke sini?!". Tanya asty kesal.


"Kenapa emang? Nggak boleh aku ketemu ibu?". Jawab erin tak kalah


"Ooh ya aku lupa, kamu kan anak kesayangan ibu. Mau cari perlindungan nih ceritanya hahh?!".


Ucap asty kasar.


"Ada apa ini? Kok tiba-tiba kalian jadi seperti ini? Kalau ada masalah di bicarakan baik-baik, tidak begini caranya. Asty! Ada apa ini?". Suara bapak menggelegar, ibu keluar dari dalam. Tubuhnya bergetar melihat kedua anak perempuannya bertengkar.


"Tanya erina pak, dia sumber masalah ini". Asty menjawab dengan suara bergetar. Ia marah.


"Ada apa erina? Cerita pada bapak sekarang!". Ucap bapak yang sudah mulai terpancing emosinya.


"Paaakk, pelan-pelan tanyanya jangan terpancing emosi gitu. Malu juga kalau tetangga ada yang dengar". Ibu mengingatkan bapak dengan suara pelan.


"Coba ibu yang tanya, bapak tidak sabar menghadapi anak pemalas ini". Bapak menghempaskan tubuhnya di kursi dengan kasar.


"Erina, ada apa sebenarnya? Coba cerita sekarang biar ibu dan bapak dengar." Pinta ibu. Begitu cara ibu untuk agar erina mau cerita.


"Buu, Erina.erina". Jawab erina terisak, kata-katanya seakan tak mampu terucap.


"Kenapa nak? Ayo cerita". Pinta ibu


"Erina, ha.ha.mil bu". Tangisnya pun meledak, ia siap jika saat itu ia di usir dari rumah. Tapi ia tidak siap jika sakit ibunya kambuh, Erina menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Apa erina!? Kamu ha..mil...?!". Ibu melemas, dab pingsan.


Bapak melongo tak percaya, ia berharap ini hanya mimpi.


"Ibuu bangun bu..Maafkan erina bu, ibu bangunnn..". Erina mengguncang tubuh ibunya.


"Puas kamu rin! Puas kamu sekarang? Dan kamu akan menyesal kalau sampai terjadi sesuatu pada ibu". Asty meradang.


"Dasar anak tak berguna! Keluar kamu dari rumah ini!". Bapak berteriak mengusir erina.


"Paakk maafkan erina pak, Erina salah". Pinta erina.


"Sekarang katakan siapa laki-laki yang sudah membuat kamu seperti ini?!". Tanya bapak lantang.


"Mm.mas.mas an to pak". Jawab erina gagap.


"Apa?! Katakan sekali lagi!". Ucap bapak


"Plaakk!".


Tamparan bapak mendarat di pipi erin, ia jatuh tersungkur. Bibirnya berdarah.


"L*k**t kamu! Tidak tau malu, begini balasan kamu pada kakakmu hah?!". Bapak semakin garang.


Asty memegang lengan bapak, untuk menenangkan agar tidak semakin parah keadaanya.


"Anak ini harus di kasih pelajaran asty, ia sudah merebut suamimu!". Ucap bapak pada asty.


"Kita pikirkan nanti ya pak". Asty menjawab lembut, tapi dadanya bergemuruh. Kemarahannya ia pendam, takut bapak semakin brutal menghajar erina.

__ADS_1


"Asty kamu anak yang baik, kamu selalu mengalah ketika di perlakukan tidak baik oleh saudaramu sendiri, tapi bukan berarti kamu bisa di perlakukan begini". Mata bapak berkaca-kaca, ia trenyuh dengan keadaan anak pertamanya.


"Iya pak asty tau apa yang asty akan lakukan, bapak tenang dulu ya. Nanti bapak malah sakit". Ujar asty lembut.


"Sekarang angkat ibu ke kamar pak, biar cepat sadar". Kata asty.


Arga yang sedari tadi ketakutan di balik pintu, kini lari ke dalam kamar. ia ketakutan, Asty mendekati anaknya. ia membiarkan erina yang masih terduduk di lantai, lunglai.


"Sayang, arga tidak apa-apa?". Tanya asty


"Mama, kita pulang ya arga takut". Tangannya memeluk asty erat. Arga menangis.


"Iya besok kita pulang ya, sekarang arga tidur dulu. Sudah malam". Ujar asty.


Ibu belum juga sadar dari pingsannya. mungkin terlalu syok, mendengar jawaban erin.


"Bagaiman ibu pak?". Tanya asty, masuk ke kamar bapak.


"Belum siuman as, ini gara-gara anak durhaka itu!". Bapak kembali terisak, ia takut terjadi sesuatu pada istrinya.


"Sudah pak, kita urus besok saja. Hari sudah malam, tidak enak di dengar tetangga kalau kita ribut". Saran asty.


"Asty kamu terlalu baik nak, Tuhan pasti memberimu kekuatan untuk menghadapi masalah ini. Kamu istirahat dulu sana, jagai arga. Ia pasti takut melihat kejadian tadi". Ujar bapak.


Lalu bapak membaringkan tubuh tua'nya di sebelah istrinya yang masih belum sadarkan diri.


Bapak tertidur.


Ibu menggerakkan tubuhnya lemah.

__ADS_1


"Bu kamu sudah sadar bu?". Ia memeluk tubuh istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2