
Jam menunjukan tengah malam.
Arga sudah tertidur pulas, begitu juga dengan asty, lelah ia rasakan itu sebabnya ia langsung tertidur.
Erin gelisah di kamarnya, pikirannya kemana-mana. Hingga matanya susah untuk di pejamkan.
Bagitu juga dengan anto, ia merasakan hal yang sama, matanya sulit terpejam.
Anto memandang wajah istrinya, wajah tulus, wajah yang selalu menyambutnya dengan senyuman.
'Kenapa aku bisa menyakitinya, dia istri yang baik. Kenapa aku bisa berpaling. Aah, tak apalah toh erin hanya selingan saja'. Lagi-lagi kata terakhir itu yang membuat ia berani dan melanjutkan misinya.
'Erina sudah tidurkah ia'. Anto bertanya dalam hati.
Dengan hati-hati ia turun dari ranjangnya, takut asty bangun.
Sedangkan arga sudah di kamar yang terpisah, erina menempati kamar tamu.
Jadi jarak antara kamar asty dan kamar tamu cukup jauh.
Anto sudah sampai di pintu kamar dan hendak membukanya..
"Mau kemana mas?". Asty mengerjapkan matanya, memastikan kalau itu suaminya.
"Eh enggak ke mana-mana ini cuma memeriksa pintu kamar kayaknya belum terkunci". Jawab anto gagap, jantungnya brdebar keras.
"Ooh ya sudah ayo tidur lagi, sudah malam". Ujar asty seraya menarik selimutnya kembali.
Misi gagal malam ini.
__ADS_1
......................
Pagi harinya...
Hari ini hari minggu.
Tiba-tiba asty ingin sekali menengok bapak dan ibu di kampung, mumpung kehamilannya masih muda.
"Mas kita ke kampung yukk, udah lama aku tidak ke sana kangen sama bapak dan ibu. kebetulan arga juga libur sekolah satu minggu ini, jadi aku ingin nginap mas untuk beberapa hari". Ajak asty pada suaminya.
"Tapi kalau nginap bagaimana dengan pekerjaan mas??". Tanya anto.
"Tinggal saja kami di sana, mas bisa pulang. Kan di rumah ada erina, nanti mas bisa minta tolong bikinkan sarapan kalau pagi". Ucap asty tanpa curiga. Ia percaya karena suaminya sangat menyayanginya.
"Kamu yakin sayang? Kamu percaya erin bisa?". Ucap anto, padahal hatinya girang.
"Iya mas nanti asty yang bilang deh ke erin". Ujar asty.
"Baiklah kalau itu mau kamu, mas nurut aja". Jawab anto, pura-pura sedih.
"Oke, makasih mas". Ujar asty girang, ia'pun segera mengemasi barang-barang dan keperluannya selama di rumah ibu.
Begitu juga dengan baju-baju arga, iya akan buat kejutan untuk ibu dan bapaknya.
Ia juga tak lupa membawa oleh-oleh sebagai buah tangan untuk kedua orang tuanya.
Pengemasan sudah selesai.
"Lhoo, mbak sama arga mau kemana?". Tanya erina, ia baru bangun tidur karena semalam begadang. Wajahnya masih tampak kusut, rambutnya acak-acakan.
__ADS_1
"Iiihh Kamu baru bangun siih, jadi ketinggalan berita dehh.....hahaha ". Jawab asty bersemangat.
"Iya mbak, semalam aku nggak bisa tidur. Kepikiran seminggu lagi ujian kelulusan, takut aja". Jawab erina berbohong.
"Yeeee Ujian seminggu lagi, pusingnya dari sekarang. Trus pas ujian nanti tuh muka udah kayak apa, pasti tambah kusut ada-ada aja kamu rin. Di bikin santai aja, yang penting tetap belajar yang rajin". Saran asty.
"Iya, iyaa bawel. Tapi ngomong-ngomong mbak mau pindahan ke mana nih?". Tanya erina menggoda.
"Siapa juga yang mau pindahan, mbak sama arga mau liburan. Kamu jaga rumah, biar nggak di gotong semut hahahahaa". Asty bercanda.
"Asik dong, aku ikut ya? Biar otak ini encer, kan harus refreshing". Pinta erina.
"Nggak boleh dong, Ini kan acaranya mbak sama arga". Jawab asty.
"Trus mas anto?". Erina penasaran.
Jangan-jangan mereka bertengkar semalam. pikir erina.
"Mas anto cuma nganter aja, besok dia pulang ke sini. Dan selama mbak liburan, kamu bikinkan sarapan buat mas anto setiap pagi. Dann itu wajib". Asty menjelaskan.
Tiba-tiba jantung erina berdebar kencang, dia hanya berdua dengan kakak iparnya untuk beberapa hari ke depan.
"Oooh gitu, akan erina coba mbak". Jawabnya agak kaku.
"Ya sudah, mbak pamit dulu. Kamu hati-hati di rumah ya see you". Di ciumnya pipi adiknya.
asty menggandeng arga.
Mobil melaju ke kampung yang di tuju.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...