Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Bapak masih marah?


__ADS_3

Pagi harinya.


Bapak hendak berangkat ke kebun, karena saat ini ia sedang mencoba bertani cabe.


Ia sedang tidak ingin bicara pada istrinya karena masalah kemarin.


Di mana hati istrinya yang selama ini yang penyayang? Hanya karena kehadiran cucu yang seharusnya menambah kebahagiaan, justru ia terbalik malah tidak menyukainya.


"Pak kok diem si, ndak biasanya lhoo bapak begini. Ayo sarapan dulu sebelum ke kebun


pak". Ibu membuka pembicaraan.


"Ndak usah, bapak masih kenyang!". Jawab bapak ketus.


"Lho kok bapak gitu, bapak masih marah?". Tanya ibu.


"Pikir saja sendiri bu". Sambil berlalu meninggalkan istrinya yang masih bingung.


'waduh, cuma gara-gara aku ndak suka punya cucu terlalu cepat kok bapak jadi uring-uringan begini. Hmmm bapaakk bapak".


Gumam ibu.


"Bu, erina pergi sekolah dulu ya". Pamit erina mengagetkan ibu, sambil mencium punggung tangan ibu ia berpamitan.


"Iyaa, hati-hati di jalan sekolah yang pinter ya nak". Ibu menasehati erina.


"Oke ibuu". Jawab erina terus melangkah menuju ke sekolahnya.

__ADS_1


Ibu berharap erina akan menjadi anak yang membanggakan keluarganya, itulah sebabnya ia selalu memperhatikan dan memanjakannya.


Berbeda dengan asty, ibu selalu menuntut pekerjaan rumah yang harus selesai sedangkan dirinya sibuk ikut mengurus kebun bersama bapak.


Dan hasil yang di peroleh dari kedua anaknya pun bebeda.


Asty menjadi anak yang mandiri, bisa mengatur pekerjaan dan menyelesaikannya dengan cepat.


sedangkan erina, sampai hari inipun belum bisa apa-apa.


Semua di kerjakan ibu kecuali tugas sekolah, itupun harus ibu yang mengingatkan.


Ibu terlalu memanjakan erina.


Rumah sudah sepi, kini hanya ibu seorang diri..ia hendak membereskan rumah. dan setelah semua bersih, di lanjutka pekerjaan dapur, hari ini ia memasak sayur asem, tempe goreng, ikan asin, dan sambal terasi..menu kesukaan suaminya.


......................


Siangnya.


"Ibu, erin pulang". Teriak erin dari halaman depan, ia temui ibunya dan mencium tangan ibu.


"Gimana pelajaran hari ini?". Tanya ibu.


"Yaa seperti biasa bu, oh ya hari ini ibu masak apa? Erin laper, kangen masakan ibu". Erin mengalihkan pembicaraan.


Karena tidak mau di tanya yang macam-macam.

__ADS_1


Sebab otak erina tergolong biasa-biasa saja tidak seperti kakaknya yang selalu belajar keras untuk mendapatkan nilai bagus.


"Ganti bajumu dulu sana, cuci tangan baru makan": Titah ibu.


"Iya bu, Erin tau erin kan udah gede". Jawab erin.


"Udah gede kok ndak bisa apa-apa rin". Ibu menimpali..


"Yaa gimana si ibu? Katanya erin cukup belajar dan sekolah, ya sudah erin lakukan aja perintah ibu. Jadi ibu ndak usah protes kalau erin ndak ngapa-ngapain setelah pulang sekolah". Ucap erin merasa menang. karena memang itu yang sering di ucapkan ibu padanya.


"Ya ndak gitu juga, kamu juga sedikit-sedikit harus belajar membantu ibu. Biar kamu kaya mbakmu itu, semua bisa dia kerjakan tanpa komando dari ibu". Tiba-tiba ibu teringat kata-kata asty untuk tidak selalu memanjakan adiknya ini.


"Lho kok ibu jadi mbanding-mnandingin erin sama mbak asty?". Erina kecewa.


Setelah berganti pakaian dan mencuci tanganya, erina langsung menuju meja makan, meja makan sederhana ala pedesaan.


sambil menikmati makan siangnya ibu berbicara.


"Rin setelah kamu lulus nanti, ibu berniat menyekolahkan kamu di kota. Kalau bisa cari sekolahan yang dekat dengan mbak mu, itulah makanya tadi ibu menyuruh kamu berlatih mengerjakan pekerjaan rumah. Buat bekal nantinya ketika ibu tidak bersamamu". Ibu menasehati kali ini dengan suara pelan, agar erina bisa memahami maksudnya.


"Maksud ibu erina sekolah di kota sambil bekerja dadi pembantu bu?". Erina salah paham.


"Bukan begitu nak, tidak selamanya kamu hidup bersama ibu. Ada kalanya kamu hidup sendiri, jadi kamu harus bisa mengurus diri sendiri tanpa bantuan ibu". Ibu bingung cara menjelaskannya, karena anak bungsunya ini tidak cepat tanggap.


"Bilang aja ibu ndak mau mengurus erin". Jawab erin ketus, dan berlalu ke dalam kamarnya. Iakecewa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2