Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Kedatangan Ibu


__ADS_3

"Ibu Asty, silahkan anaknya di susui dulu bu". Suster datang dengan membawa bayi asty.


bayi yang imut dan menggemaskan.


kalau di lihat-lihat lebih mirip asty.


"Baiklah suster, trima kasih". Asty membopong bayinya, segera iya susui bayinya meskipun belum banyak asi yang keluar tapi tetap ia berikan. Karena selama ia mengandung, banyak artikel yang ia baca mengenai ibu hamil dan menyusui. Jadi ia memahami apa yang di butuhkan oleh bayinya.


Asty berniat untuk tidak memberikan susu formula buat anaknya, lebih baik asi karena melalui asi gizi anak sudah terpenuhi.


Setelah itu dokter masuk untuk memeriksa keadaan asty.


"Maaf ibu mari saya periksa keadaan ibu" Pinta dokter.


"Baik dok". Asty segera mengikuti petunjuk dokter.


"Mas tolong gendong anak kita dulu ya". Pinta Asty pada suaminya.


"Ayo sini sama papa dulu ya sayang". Di kecupnya pipi halus itu.


Setelah semua keadaan asty di pastikan sehat dan baik-baik saja.


"Kalau tidak ada keluhan lain, ibu di nyatakan boleh pulang sore ini". Kata dokter.


"Sepertinya saya tidak ada keluhan dok, jadi sesuai saran dokter. Saya mau pulang sore ini, trimakasih dok untuk perhatiannya pada kami". Asty meyakinkan dirinya sehat.


"Sama-sama bu asty". Balas dokter.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak, bu. Silahkan urus administrasi ya pak". Dokter berpamitan pada keduanya.

__ADS_1


"Sini mas Arga'nya, mas segera urus administrasi dulu ya. Biar kita bisa pulang secepatnya". Asty menggendong anaknya dengan hati-hati..


Anto pun segera menuju ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembiayaan rumah sakit.


Setelah selesai semua, ia pun bergegas ke ruang di mana istri dan anaknya berada.


"Mas beresin dulu semuanya, lalu kita pulang". Anto bersemangat, karena sudah tidak sabar memboyong keluarga kecilnya pulang ke rumah.


Mobil di kemudikan dengan kecepatan sedang, karena di dalamnya ada mahluk kecil yang sangat menngemaskan sedang lelap dalam mimpi indahnya, takut kalau ia terbangun.


Sekilas ia melirik bayi kecil itu.


'Alangkah bahagianya aku saat ini'. Anto bergumam.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah,,anto membukakan pintu untuk asty, dan merekapun beranjak masuk ke dalam rumah.


Anto segera menuju ke kamar untuk menyiapkan tempat tidur si kecil, nuansa biru menjadi pilihan warna yang menarik.


"Iya mas, trima kasih". Asty mengangguk tersenyum.


Si kecil Arga masih lelap dalam mimpinya yang sesekali tersenyum.


'semoga mimpi indah anakku'. Senyumnya mengembang, di elusnya pipi mungil itu.


Anto sementara ini menggantikan tugas sang istri, air hangat telah tersedia. Ia mengingatkan agar asty tidak mengangkat yang berat-berat selama proses pemulihan.


"Sana mandi dulu agar tubuhmu terasa segar kembali, biar Arga mas tungguin". Ucap anto, ia duduk di tepi ranjang. Dia juga mengambil ijin kantor untuk beberapa hari, dan mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah saja.


Asty keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat segar kembali, meskipun kelihatan agak tembem pipinya karena efek kehamilan ia mengalami kenaikan berat badan. Itu tak masalah bagi anto karena ia memang mencintai istrinya bukan karena fisiknya, tapi karena kebaikan dan ketulusan asty.

__ADS_1


"Sekarang mas mau menyiapkan makan malam dulu, kamu istirahat saja". Ujar anto.


"Tapi mas, biar itu aku aja yang kerjakan. Emang mas bisa masak?". Gurau asty sambil dengan tawa yang di tahan.


"Eee...belum tau dia kalau aku jago masak haha, sudah nurut sama mas. oke?". Anto menjawab dengan berlalu menuju dapur.


Anto memang sudah terlatih menjadi orang yang mandiri semenjak kedua orang tuanya tiada, apapun ia kerjakan sendiri semasa belum beristri. jadi wajar kalau anto tidak kaget dengan keadaan saat ini, tetapi asty tidak mengetahui semua itu selama ini, karena semenjak manikah anto sibuk dengan pekerjaannya.


Makan malam telah siap.


"Ayo sayang kita makan bersama, dan setelah itu kamu juga harus minum obat". Ajak anto, bersamaan dengan itu si kecilpun terbangun dan merengek. Anto memilih menimang si kecil terlebih dahulu dan membiarkan istrinya makan sendiri.


"Uuhh anak papa laper yaa, mau asi tunggu sebentar ya biar mama makan dulu. Arga ndak boleh rewel". Anto mengayun pelan sambil mengajak bicara si kecil. Asty tersenyum melihat kedua lelakinya.


Setelah itu gantian asty menyusui arga, dan anto menyantap makan malamnya.


begitu bahagia mereka menikmati malam ini bukan lagi berdua, tetapi ada si kecil di antara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sudah menunjukan jam tujuh pagi.


Asty membuka matanya dan ia kaget karena ternyata bangun kesiangan.


Semalam begadang bersama si kecil arga.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, asty pun bangkit menuju pintu depan dan membukanya.


"Bapak, ibu". Asty kaget karena sepagi ini mereka sudah sampai, segera ia mencium tangan kedua orang tuanya bergantian dan mempersilahkan masuk.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2