
Asty teringat tadi ibunya sempat menelepon, tapi maksud dan tujuannya belum tersampaikan karena kesibukan asty mengurus anaknya.
Lalu asty pun balik menghubungi ibunya.
'tuuut tuuutt tuuutt'.
sambungan terhubung.
Dan terdengar suara ibunya di ujung sana.
"Sudah tidak sibuk asty?". Ibu bertanya.
"Kebetulan tidak bu, hanya menunggui arga di depan tv. Oh ya gimana tadi bu?". Asty kembali bertanya pada ibunya.
"Begini asty, adikmu ini kan sudah lulus. Dan berencana melanjutkan sekolah, seandainya nanti erina sekolah di kota dan itu dekat dengan rumahmu apakah kamu bersedia jika erin tinggal di rumahmu? Secara kalau kost itu malah akan menambah biaya bukan?". Ibu meminta pendapat asty, dan berharap asty akan segera menjawab dan menyetujuinya.
"Ooh begitu....coba nanti asty minta pendapat mas anto ya bu, karena biar bagaimanapun ini rumah mas anto. Walaupun sekarang asty istrinya tapi asty tidak berhak memutuskan sendiri bu, jadi nanti biar asty tanyakan dulu ya bu". Jawab asty hati-hati, takut menyinggung perasaan ibu.
"Tapi dulu ibu pernah menanyakan hal ini juga sama suamimu, dan katanya akan di bahas sama kamu. Apa kalian belum bicarakan berdua?". Tanya ibu, sambil mengerutkan dahinya.
"Belum bu, mungkin mas anto lupa. Maklum bu dia sibuk akhir-akhir ini, bahkan kadang juga sering lembur". Asty menjelaskan tentang suaminya.
__ADS_1
"Baiklah ibu menunggu jawaban kalian. Tapi tolong jangan lama-lama, karena teman-teman erina sudah banyak yang mendaftar dan di terima di sekolah yang mereka tuju. Tolonglah erina" Pinta ibu.
'Oooh jadi ini permintaan ibu, makanya dia baik-baikin aku cara bicaranya'. Gumam asty,
"Bagaimana asty?". Tnya ibu memastikan asty masih mendengarkan suaranya.
"Kita lihat saja nanti ya bu, bagaimana keputusan mas anto nantinya asty hanya mengikut saja bu". Jawab asty kembali.
"Baiklah sekali lagi ibu tunggu, sudah ibu tutup dulu teleponnya". tut tut tut
sambungan terputus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena ia sudah berjanji akan mengajak makan malam bersama keluarga kecilnya.
Asty'pun bahagia sekali...moment seperti inilah yang sangat di rindukan.
semenjak suaminya masuk kerja lagi, banyak pekerjaan kantor yang menguras tenaga dan pikiran...sehingga sampai rumahpun tinggal rasa lelah yang ada...
"Asty...jadikan kita makan di luar malam ini??" tanya anto, melihat istrinya yang masih membereskan dapur..
__ADS_1
"Oh jadi dong mas....kan mas udah janji, masa mau ingkar lagi...aku ganti baju dulu ya mas, sekalian mengganti baju arga....". kata asty.
"Oke bu boss....mana anak papa yang ganteng....??" antopun mengekor istrinya menuju tempat di mana anaknya berada.
"Sini biar papa yang gantiin baju arga...mama siap-siap dulu sana...jangan lupa bawa baju ganti buat anak kita ya ma...takutnya makannua belepotan...". anto mengingatkan.
"Iya papa....". jawab asty.
Semua sudah siap, dam mereka segera berangkat....menuju sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu.
Arga terlihat bahagia...ia pun ingin melanjutkan ke wahana bermain.
'Biarlah malam ini mereka bahagia, karena jarang sekali aku ada waktu untuk mereka seperti ini'. pikir anto dalam hati.
Sesekali arga melambaikan tangan pada papanya yang hanya berdiri melihat keduanya.
karena arga belum bisa di lepas sendiri ketika bermain.
'Bahagiannya aku memiliki mereka berdua'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1