
Menjelang sore hari.
Erina sore itu terlihat cantik tidak seperti biasanya yang hanya berpakaian seadanya ketika di rumah.
"Waahh yang udah cantik, mau kemana nih? Kok senyum-senyum sendiri". Goda asty dengan senyuman lebar di bibirnya.
"Biasa aja dong mbak, ini ada tugas kelompok yang harus di kerjakan di rumah temen. Boleh kan mbak". Jawab erin berbohong.
"Boleh selama itu tugas sekolah mbak ijinkan, tapi dengan syarat. Tidak pulang larut malam, ingat erin ini di kota". Tegas asty.
"Siap boss, laksanakan!". Jawab erina sambil tertawa.
Padahal dalam hatinya di landa kekacauan. 'masa iya aku jadi pelakor kakak kandungku sendiri'. Rutuknya dalam hati.
"Rin, kamu kenapa kok tiba-tiba melamun?". Tanya asty
"Eh nggak kok mba, aku cuma lagi berpikir besok harus presentasi di depan kelas. Apa aku bisa". Erina berbohong lagi.
"Oohh begitu? Mbak yakin kamu pasti bisa kok". Sambil menepuk pundak erina menyemangati.
"Sayang malam ini mungkin mas pulang telat, ada yang harus di selesaikan di kantor". Bunyi chat wa dari anto.
"Hmmm lembur lagi". Asty sedikit kecewa karena, sebenarnya sore ini ingin mengajak suaminya ke dokter.
"Ada apa mbak?". Tanya erina pura-pura tidak tau.
"Mas anto lembur lagi malam ini, padahal mbak mau minta anter ke dokter sore ini. Tapi ya sudahlah, masih ada hari lain". Asty menjawab dalam senyum kecewa.
__ADS_1
"Mbak mau ke dokter? Mbak sakit?". Tanya erin.
"Nggak, mbak nggak sakit. Barangkali cuma kecapean aja kok". Jelas asty agar erin tidak cemas.
"Ooo ya sudah mbak, semoga mbak sehat selalu". Kata erin.
'maafkan aku mbak, aku sudah berbohong. Padahal harusnya waktu ini
jadi waktunya mbak yang lebih membutuhkan mas anto, tapi aku juga nggak mau kesempatan ini terbuang. Maafkan aku mba'. Gumam erina dalam hati.
"Erina, ini sudah sore lho katanya ada tugas kelompok nanti keburu malam". Ucap mbak asty mengingatkan dari ruang dapur.
"Oh iya mbak, sampai lupa". Jawab erina menepuk jidat sendiri.
"Erina berangkat dulu ya mbak, tante berangkat dulu arga. Maaf tante tidak bisa menemani arga belajar malam ini ya sayang". Pamit erin pada asty dan arga yang sedang asik bermain.
Erina keluar dengan perasaan yang tidak karuan, jantung yang berdebar.
......................
Anto sudah menunggu erina cukup lama, ia memilih tempat yang berhadapan dengan sebuah taman, di sebuah cafe.
"Hai mas, lama ya nungguinya?". Sapa asty setelah pencariannya.
"Yaa lumayan, mas kira kamu tidak jadi datang". Jawab anto.
Mereka segera memesan makanan dan minuman.
__ADS_1
"Gimana tadi perjuangan kamu saat berpamitan?". Tanya anto
"Ndak begitu sulit kok mas, aku bilang pada mbak asty kalau ada tugas kelompok yang harus di kerjakan. Tapi mbak juga tadi pesan jangan sampai larut malam untuk pulang". Jelas erina.
Mengingatkan untuk sampai rumah tepat waktu.
"Bagus juga actingmu". Anto tertawa senang, karena tak salah ia memilih erina malam ini.
"Mas sebenarnya ada apa sih, kok tiba-tiba ngajak aku kesini?". Erina penasaran.
"Mmm begini rin, sebenarnya sudah lama mas menunggu waktu seperti ini. Mas suka sama kamu". Anto gugup mengatakannya.
"Haaah! Beneran mas? Mas suka sama aku? Lalu mbak asty bagaimana?". Erina pura-pura kaget, padahal dalam hatinya bahagia.
(bahagia di atas penderitaan orang lain ).
"Kalau kamu mau, kita bisa menjalaninya diam-diam. Itupun kalau kamu punya perasaan yang sama untukku". Jawab anto sendu.
"Tapi mas, bagaimana kalau mbak asty tau?". Ucap erin ragu.
Bagaimana mau menolak, sudah lama ia juga mengaguminya.
"Kamu tenang saja, kita bisa atur semuanya". Anto mamastikan.
"Baiklah mas, erin mau. Erina juga suka sama mas". Balas erina sambil menunduk.
Gayung bersambut.
__ADS_1
Mereka memilih pulang sendiri-sendiri, agar isi rumah tidak curiga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...