Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Terbakar Cemburu


__ADS_3

Hari menjelang sore.


Erina juga belum pulang dari sekolah.


'Ah mungkin ada les tambahan, kan sebentar lagi ujian kelulusan. Rasanya baru kemarin erina masuk sekolah, udah mau lulus aja'. Gumam asty.


Asty tidak sabar menunggu suaminya pulang,


sesekali ia melihat ke arah kaca depan, siapa tau mobil sudah terparkir.


Tapi belum juga nongol.


Tak berapa lama, mobil anto pun datang, ada erina bersamanya.


Tanpa sadar mereka bergandeng tangan menuju rumah.


Dan ketika sadar segera melepaskan genggaman mereka, takut asty melihatnya.


"Kok bisa barengan sih?". Tanya asty tiba-tiba di depan pintu menyambut mereka. Asty curiga, karena ia sempat melihatnya.


Sontak anto dan erin kaget di buatnya.


"Iya sayang tadi kebetulan pas lewat erina manggil-manggil di depan rumah temannya, katanya habis belajar bersama" Jawab anto lancar.


"Ooh begituu, tapi kok tadi mbak liat kamuu menggandeng tangan mas anto ya rin? Mbak kok curiga, jangan-jangan kalian?". Asty mencoba menebak.

__ADS_1


"Ahh enggak kok mbak, mungkin mbak salah liat kali". Erina mengelak, wajahnya merah karena takut.


"Oo mungkin juga ya". Jawab asty tak mau memperpanjang, mungkin penglihatannya saja yang salah.


"Mas jadi kan kita ke dokter?". Tanya asty pada suaminya, sambil membawakan tas kantor anto dan berjalan mengikutiya.


"Iya jadi, sebentar mas istirahat dulu ya". Jawab anto kikuk.


Ia masih kepikiran kejadian barusan yang membuat jantungnya hampir lepas dari tempatnya.


Sementara erina sudah langsung masuk kamar, jantungnya berdebar keras.


'Hampir saja ketahuan, bodohnya akuu. Kenapa harus menggandeng tangan mas anto'. Rutuknya menyesal.


Setelah berganti baju, erina keluar.


"Arga ndak mau ikut kok tante, lagi males keluar. Arga mau liat kartun aja, kan lebih asikk". Ujar arga yang sudah siap di depan tv.


Kegemarannya pada kartu tak pernah hilang, ia tetap suka meskipun di putar berulang-ulang tidak pernah bosan.


"Yaaahh padahal tante pengin jalan-jalan sama arga lhoo". Erina membujuk arga.


"Enggak tantee, arga lagi nggak ingin kemana-mana. Tuh liat kan kartunnya udah mau mulai". Arga menunjuk ke layar televisi.


Erina kecewa,bujukannya tidak berhasil.

__ADS_1


"Lagian tumben kamu mau ikut rin, biasannya kalau di ajak keluar juga ndak mau". Ujar asty yang sudah bersiap untuk berangkat.


"Yaaa lagi ingin aja mbak, emang ndak boleh?". Jawab erina sambil melirik ke arah anto.


Yang di lirik jadi salah tingkah.


"Sudah siap sayang? Ayo kita berangkat, keburu malam nanti". Ajak anto, sambil menggandeng tangan istrinya.


"Papa sama mama berangkat dulu ya nak, arga sama tante erin baik-baik di rumah". Pamit asty.


Erina cemberut melihat kemesraan mereka, ada cemburu yang membara di dada.


"Tante, ayo temenin arga liat tv". Panggil arga membuyarkan pikiran erin, hatinya yang sedang di landa cemburu itu membuatnya tidak ada semangat untuk melihat acara tv yang terkadang membuat arga terpingkal.


"Tante itu lucu sekali, ayo tante liat". Rengek arga.


Erin berpura-pura tersenyum agar bocah itu senang.


'Aah pasti mereka sedang asik berduaan di mobil'. Erin membayangkan hal-hal yang membuatnya semakin terbakar cemburu.


Hari ini misinya gagal , untuk selalu dekat dengan anto.


Lain kali aku coba lagi, agar mereka tidak ada waktu untuk berdua.


Erina gelisah hingga mereka kembali.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2