
Malam ini asty cantik sekali, meskipun hanya polesan ringan saja.
Anto terpana di buatnya, mereka duduk berhadapan si sebuah restoran yang dulu sering mereka kunjungi berdua.
Sengaja anto mengajaknya ke sana, untuk mengenang masa indah itu.
"Asty, kamu mau pesan apa?". Tanya anto.
"Seperti biasa aja mas". Jawab anto, karena ia tau makanan kesukaan asty.
Tinggal menunggu makanan sampai ke meja mereka. Mata anto tak lepas dari wajah asty, yang di tatap kini menunduk.
"Asty, kamu cantik sekali malam ini". Puji anto untuk wanita kesayangannya.
"Biasa aja kali mas tatapannya". Asty gugup di buatnya.
"Maaf". Anto merasa seperti sedang di landa asmara di tengah badai. Jantungnya berdegup kencang tak beraturan, begitu juga asty. 'Jangan sampai aku jatuh cinta padanya lagi, sebentar lagi ia akan jadi masa laluku. lupakan kisah cinta ini asty'. Gumamnya untuk diri sendiri.
"Selamat menikmati". Ucap pramusaji ketika selesai mengantar pesanan mereka.
"Terima kasih". Jawab asty seraya menganggukan kepalanya.
"Ayo kita makan". Ajak anto.
Mereka menikmati makan malam berdua, sejenak melupakan masalah yang menggeluti pikirannya.
Setelah perut mereka terisi, anto mengajak asty belanja keperluan arga dan asty.
"Setelah ini kita belanja keperluan arga dan juga kamu ya?". Kata anto.
"Lain kali aja ya mas, aku capek". Jawab asty, menolak dengan halus.
__ADS_1
"Beneran ya, lain kali kamu mau". Ucap anto.
Asty menganggukan kepalanya.
"Baiklah kita pulang saja. Sudah malam". Akhirnya mereka pulang.
......................
Setelah sampai di rumah, asty membersihkan diri lalu membuka pintu kamar tamu. Sedangkan anto menunggu di kamarnya.
Lama anto menunggu wanita yang masih istrinya.
"Asty, kamu di mana?". Anto memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban.
Ia mencari ke seluruh penjuru ruangan, tinggal kamar tamu yang belum di buka.
Anto memutar kenop pintu, tapi sepertinya terkunci. Ia ketuk pintunya.
'tok tok tok'.
"Mengapa kamu tidur di sini? Mas nunggu kamu lho dari tadi". Tanya anto.
"Kenapa sih mas, suka-suka aku dong mau tidur di mana aja". Jawab asty seenaknya.
"Ya nggak bisa dong, katamu ini rumahku jadi kamu harus nurut sama aku. Ayo kita tidur di kamar ku". Anto meraih tangan asty, menggandengnya hendak ke kamar yang dulu mereka tempati berdua.
"Mas, aku nggak mau". Rengek asty manja, membuat anto semakin gemes.
"Ya udah, gampang kok. Kita tidur di kamar ini saja". Anto memutuskan sepihak.
Ia tarik tangan istrinya, pintupun di tutup.
__ADS_1
"Mas, sana keluar dong. Ini kamarku malam ini, sebelum aku pulang besok". Ujar asty, agar anto cepat keluar.
"Asty, duduk sini". Anto menepuk kasur di sebelahnya ia duduk.
"Nggak mau, aku mau kamu keluar mas". Rengek asty lagi.
"Nggak asty, mas ingin kamu malam ini. Terlalu lama mas memendam rindu ini.
Mas sayang kamu". Anto memeluk tubuh asty dari belakang.
"Asty terdiam". Ada rindu juga di hatinya yang tak bisa ia ungkapkan. Air matanya mulai mengembang dan terjatuh tepat di lengan anto.
Di baliknya tubuh asty, di pegangnya dagu asty.
"Kamu nangis sayang?". Anto menatap mata asty.
"Tumpahkan saja semuanya, agar kamu lega". Kata anto.
Asty tiba-tiba memeluk anto, tubuhnya bergetar tangisnyapun memecah.
"Mas, apakah dengan aku memaafkanmu. Kamu mau menikah dengan erina?". Kata asty dalam isaknya.
Anto melepaskan pelukan asty, mereka saling bertatapan.
"Tidak asty, lebih baik mas tidak kamu maafkan daripada harus menikahinya". Jawab anto tegas.
"Mas aku mohon, demi anaknya anakmu juga". Ucap asty.
"Sudahlah asty, sekali tidak ya tidak". Jawab anto, ia rebahkan tubuhnya di kasur.
Hasratnya untuk menikmati malam ini bersama asty pun hilang.
__ADS_1
Akhirnya mereka memejamkan mata, dan terlelap dalam mimpi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...