
Pagi hari.
Waktu menunjukan pukul tuju, anto sudah siap dengan baju kantornya.
Asty juga sudah bersiap mengantar erin ke sekolah bersama arga.
Erina juga sudah siap dengan membawa berkas persyaratan untuk pendaftaran.
Mereka bertiga pamit pada ibunya.
"Kami pamit berangkat dulu ya bu". Ucap anto mewakili, asty dan erin ikut di mobil anto kebetulan mereka searah. Jadi sekalian nebeng.
"Iya, hati-hati di jalan ibu menunggu kalian kembali". Jawab ibu bijak.
Mobil melaju meninggalkan ibu yang masih berdiri di teras memandang kepergian mereka.
Setelah mobil sudah tidak terlihat, ibu masuk ke dalam untuk mengerjakan tugas asty..
membereskan rumah, memasak dan menjemur cucian.
Setelah semua selesai, ibu beristirahat.
Ia berdoa dalam hati agar proses pendaftaran sekolah erina berjalan dengan lancar.
Hingga akhirnya ibu terlelap.
__ADS_1
Menjelang tengah hari asty dan arin baru sampai rumah, karena nomor urut pendaftaran yang sudah terlalu jauh.
Tinggal menunggu hasil pengumuman yang akan di umumkan tiga hari kemudian.
"Lho kalian sudah sampai? Oalah ibu ketiduran rupanya. Hehe...maklum sudah tua jadi mudah capek". Ibu bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk cuci muka.
"Ndak apa-apa kok bu, istirahat saja kalau capek. Lagian ngapain ibu capek-capek ngurusin pekerjaan asty? Kan bisa di kerjakan nanti bu". Asty merasa tidak enak sama ibunya..
"Yaa dari pada ibu cuma duduk sambil bengong mending ibu cari kegiatan, lagi pula kamu kan pasti capek juga nungguin adikmu". Ibu menjelaskan.
"Trima kasih ya bu sudah merepotkan". Asty memegang lembut tangan ibu.
Ibu bingung mau melepaskannya. Kan niat awalnya cuma ingin mengambil hati astya agar mau menerima erina di rumahnya.
"Iya sama-sama, ibu juga terima kasih kamu sudah mau menerima adikmu di rumah ini". Akhirnya ibu pun mengatakan hal yang sama.
"Ya sudah sudah siang ini, ayo kita makan. tadi ibu sudah masak sayur bayam, tempe, ayam goreng dan sambal trasi". Ajak ibu. Sambil menggandeng cucu yang selama ini tak di harapkanya.
"Sekali lagi trima kasih ya bu, ibu jadi repot begini". Jawab asty sungkan.
"Iyaa, perasaan dari tadi trima kasih melulu....hehe". Ibu tertawa renyah.
"Ayo arga, nenek suapin". Ibu hendak menyuapi arga.
"Nggak mau, arga mau di suapin mama aja". Tolak arga.
__ADS_1
Anak itu seakan merasakan ketidak sukaan nenek terhadap dirinya.
"Ya sudah, nenek makan sendiri". Ibu mengalah.
Kebetulan kan hanya pura-pura hikk.
"Ayo mama suapin, arga mau makan pakai apa?". Asty bertanya pada anaknya.
"Mmmmm arga mau pakai sayur sama ayam ma". Jawab arga sambil menunjuk lauk yang ia mau.
"Oke". Asty mengambil nasi, sayur serta ayam goreng.
Ia mulai menyuapin anak kesayangannya.
"Oh iya mbak, pengumuman kan masih tiga hari lagi. Bagaimana kalau erina sama ibu pulang aja dulu, sambil menunggu hasil pengumuman dan daftar ulang. Itupun kalau erin di terima". Ucap erin sambil mengunyah makanan.
"Ooh, yaa terserah kamu aja rin". Jawab asty,
"Iya, kasihan bapak juga di tinggal terlalu lama ndak ada yang bantuin". Ibu menimpali.
"Iya juga sih bu". Ujar asty.
"Kalau gitu ibu pulang besok pagi aja". Kata ibu.
"Baiklah bu, Asty tidak bisa memaksa kalian untuk tetap di sini karena bapak juga butuh ibu dan erin". Jawab asty.
__ADS_1
Mereka menyelesaikan makan siangnya dan setelah itu ibu dan asty membereskan dapur dan meja makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...