Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Keluarga Asty


__ADS_3

Asty terlahir di tengah keluarga yang sangat sederhana, ia memiliki seorang adik perempun yang duduk di bangku SMP, Erina nama adik Asty. Akan tetapi mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda dari sang ibu, Erina selalu mendapatkan perhatian lebih dari sang ibu. Berbeda dengan Asty yang hanya biasa-biasa saja. Ayahnya bekerja sebagai pekebun yang berpenghasilan tidak menentu.


Asty tidak ingin berlama-lama memendam berita bahagia ini. Segera setelah sampai di rumah,Asty memberi kabar kluarga di kampung.


"Hallo ibu, apa kabar?". Sapa asty kepada ibunya ketika telepon sudah terhubung.


"Kabar ibu baik, ada apa? Tumben kamu telepon ibu?". Jawab ibu seperti merasa terganggu.


"Syukurlah bu, begini bu ada kabar bahagia yang ingin asty sampaikan. Bahwa saat ini Asty hamil bu, dan usia kandungan asty sudah enam minggu". Asty menerangkan keadaanya dengan penuh semangat, berharap ibu akan ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan .


"Ooo baguslah kalau begitu". Jawab ibu asty, seakan tidak suka dengan berita yang asty sampaikan.

__ADS_1


"Iya bu, dan sebentar lagi ibu akan menjadi nenek dari anak asty". Ucap asty masih penuh semangat.


"Kalau sudah tidak ada yang mau di sampaikan lagi, ibu tutup dulu teleponnya. Ibu sibuk!". Perempuan itu menutup teleponnya secara sepihak.


Semangat asty yang berapi-api, tiba-tiba padam.


'Kenapa ibu seakan tidak suka dengan berita bahagia ini, kenapa tidak merasakan kebahagiaan seperti ibu-ibu yang lain ketika anaknya bahagia. Apakah aku bukan anak ibu?' Bertanya-tanya dalam hati.


"Kenapa kamu menangis asty? Ada yang sakitkah?". Anto penasaran, apa yang membuat istrinya yang tadi bahagia kini bersedih.


"Tidak ada mas tidak apa-apa kok, mungkin hanya persaanku saja. Sudahlah lupakan". Lirih asty menjawab.

__ADS_1


"Tidak mungkin tidak ada apa-apa asty, kamu tidak usah berbohong. Barusan kamu telepon siapa??". Anto semakin penasaran di buatnya.


..."Sudahlah mas tidak usah di perpanjang". Asty hanya ingin memendamnya sendiri....


... "Baiklah kalau kamu tidak mau cerita sama mas, sebaiknya kita makan siang dan setelah itu kamu minum obat yang dari dokter tadi. Agar anak kita tumbuh sehat". Ajak anto. Sembari mengelus perut asty yang masih rata. Dan asty belum bisa melupakan kejadian tadi, dia berusaha mengalihkan pikirannya. Ingin fokus pada kehamilannya dan tidak memikirkan hal yang berat-berat seperti saran dokter tadi. Mereka menikmati makan siang bersama, tanpa ada pembicaraan....


...Makan siang telah selesai, Anto beranjak ke kamar untuk melihat pekerjaan hari ini melalui laptopnya, ternyata ada beberapa file yang harus di kerjakan untung saja bisa di kerjakan dari rumah. Karena anto termasuk orang yang rajin dan tidak suka menunda-nunda pekerjaan. 'semua harus sekesai hari ini' gumam anto dalam hati....


Sementara asty mengerjakan pekerjaan rumah yang sempat terbengkalai, dan setelah selesai dan beres, ia hendak merebahkan diri untuk sekedar mengusir rasa lelah di tubuh. Ia memilih rebahan di sofa karena tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya.


Hari bahagia yang seharusnya ia rasakan bersama keluarga di kampung, tapi itu tidak sesuai harapan, ibu sepertinya tidak suka dengan hal ini. Ada rasa sedih menyelinap di relung hati asty, dan rasa itu ia bawa dalam lelapnya siang itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2