
Esok pagi.
Asty sudah berada di dapur membuatkan sarapan untuk keluarganya.
"Masak apa sayang". Tanya anto tiba-tiba sambil memeluk pinggang asty dari belakang. Asty kaget karena tidak biasanya suaminya bangun sepagi ini.
"Mas ngagetin aja, tumben bangun jam segini?". Jawab asty masih dalam mode heran.
"Emang ada larangan merubah kebiasaan?". Anto menjawab manja, tangannya masih di pinggang asty membuat asty susah bergerak.
"Ya nggak ada sih, tapi aneh aja. Lepaskan dulu ini mas aku susah masaknya". Pinta asty.
"Lagian kamu jadi istri rajin banget sih, boleh mas bantu?". Ucap anto.
"Nggak usah, ini juga udah mau selesai kok. Emang mas mau punya istri malas?". Tanya asty tersenyum.
"Eh ya nggak lah, nanti yang masakin mas siapa". Anto menjawab gugup. Ia teringat erina yang malas tapi cantik dan membuatnya jatuh cinta. 'Ahh ia hanya selingan aja'. Gumam anto sambil melepaskan tangannya.
"Sana mandi dulu mas, aku siapkan sarapannya". Ujar asty.
"Okelah kalau begitu". Anto berlalu setelah mengecup pipi asty.
Asty bertambah heran, sambil geleng-geleng kepala. Menyaksikan tingkah suaminya yang tiba-tiba berubah.
......................
__ADS_1
Tak lama kemudian.
Mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan, juga erina dan arga.
"Mas nanti sore lembur nggak?". Tanya asty.
"Mmm kayaknya nggak ada, kenapa sayang?". Tanya anto. Ada rasa cemburu di hati erina, tapi ia sembunyikan takut asty curiga.
"Aku mau kamu antar ke dokter mas, karena aku kok merasa ada yang aneh seperti ketika aku hamil arga. Kemarin hampir setengah hari aku merasakan mual-mual". Jelas asty pada suaminya.
"Kamu yakin itu pertanda kamu hamil?". Anto bertanya.
"Baru dugaan sih mas, kan baru mau cek". Jawab asty.
"Oke, nanti sore mas janji pulang cepat". Janji anto. Mereka segera menghabiskan sarapan lalu berangkat ke tempat tujuan masing-masing.
......................
Asty dan arga jalan kaki menuju sekolah, sementar erin dan anto satu mobil berdua.
"Mas, mbak asty hamil beneran?". Tanya erina.
"Sepertinya begitu rin, kenapa?". Anto balik bertanya.
"Nggak apa-apa sih,bagus aja berarti sebentar lagi arga punya adik dan ada teman bermain". Erina senang.
__ADS_1
"Ya, itu berarti kita selalu ada waktu berdua. Tanpa di ganggu mereka haha". Anto tertawa senang.
"Iiiiihh, mas ini bukannya mas juga tambah repot?". Ujar erina.
"Nggaklah kan kakakmu orang yang rajin, ia bisa membagi waktu dan perhatiannya akan fokus ke anak-anak". Puji anto.
"Hmmmm Jangan bilang kalau aku malas!". Erina cemberut.
"Nggak dong, kamu malas untuk pekerjaan rumah tapi kamu rajin merawat diri kamu. Aku makin suka kamu erin". Tak kalah anto memuji erina.
"Hmmm gombal". Ucap erina manja.
"Kok gombal sih, eneran tau". Anto memanjakannya, mobil sudah berhenti di gerbang sekolah. Erina berpamitan.
Anto bersemangat melajukan mobilnya, ia berpikir dengan adanya adik arga asty pasti akan lebih sibuk memperhatikan kedua anaknya.
Lalu kesempatan ini ia akan pergunakan untuk bersama erina, toh erina juga tidak akan menolak. Sepertinya juga mereka sudah sama-sama bucin nya.
Anto senyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan menuju kantor. Untungnya di dalam mobil dengan kaca tertutup, jadi tidak ada orang yang memperhatikanya ketika ia senyum sendiri.
'Ah, gila aku! Ya aku gila sama erina, adik iparku sendiri'. Gumam anto.
Akhirnya sampai juga ia di kantor.
Ia rapihkan bajunya, lalu berjalan masuk.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...