Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Berubah sikap


__ADS_3

Dini hari.


Mereka akhirnya sampai juga di rumah.


Anto membuka pintu mobil dan menggendong arga yang sudah tertidur selama perjalanan.


Asty bergegas membuka pintu rumah dan menyiapkan tempat tidur arga.


Lalu asty kembali ke depan untuk mengunci pintu utama, ia lelah apa lagi di lihatnya sekeliling rumah berantakan.


'Haruskah aku mengerjakan ini semua'. Rungutnya, namun rasa itu hanya ia pendam saja.


Asty membersihkan diri, mengganti baju tidur dan ia baringkan tubuhnya yang lelah.


"Kamu mau di pijit sayang?". Ucap anto.


"Ndak usah mas, mas tidur saja kan capek juga nyetir bolak balik seharian". Jawab asty menolak halus tawaran anto.


"Demi kamu dan anak kita, apapun mas lakukan". Ucap anto mesra di telinga asty.


"Iya aku percaya kok mas". Asty tersenyum manis, namun matanya sudah sangat berat.


Tak lama kemudian ia pun tertidur pulas.


Anto pun segera menyusul ke alam mimpi.


......................


pagi pun tiba..


Asty menggeliatkan tubuhnya yang terasa berat, ia melihat ke samping. Suaminya sudah tidak ada di tempat semula.

__ADS_1


Ia buka jendela, matahari mulai menyingsing.


Asty membuka pintu kamar, di lihatnya suami dan adiknya sudah berada di dapur. Sepertinya mereka sedang sibuk.


"Ngapain mas?". Tnya asty masih dalam mode malas-malasan.


"Ehh udah bangun sayang? Ini lg mau bikin sarapan, mas ndak tega bangunin kamu. Semalam kamu tidur nyenyak sekali, jadi mas putuskan buat bangunin erina saja". Jawab anto gelagapan.


"Ooh sudah banyak perubahan sekarang". Ucap Asty.


Entah ada apa di antara mereka.


Erina dari tadi hanya diam, seolah sibuk dengan pisau dan bumbu dapur.


Tidak seperti biasanya yang selalu riang dan cerewet.


"Kamu kenapa erina? Kamu sakit?". Tanya asty yang sedari tadi hanya memperhatikan erina. Erina seperti salah tingkah.


Asty merasa heran, mengapa semua berubah. Bukan hanya suaminya yang tiba-tiba suka bangun pagi dan mau bantu-bantu pekerjaan rumah, begitu juga erina yang berubah jadi pendiam. Ada apa sebenarnya?.


Acara masak memasak selesai, kini mereka duduk berempat untuk menikmati sarapan pagi.


"Kamu sudah mulai pandai memasak juga rin". Puji asty pada erina.


"Hanya yang gampang aja mbak". Jawab erina, wajahnya menunduk. Entah apa yang di pikirkannya.


Sepanjang mereka makan tidak ada obrolan, atau candaan seperti biasanya. asty merasa asing di rumahnya sendiri.


Setelah itu mereka bersiap untuk kembali ke aktifitas masing-masing.


Seperti biasa erina berangkat bersama anto. dan asty berjalan kaki ke sekolah arga .

__ADS_1


Sementar di dalam mobil.


"Mas aku takut kalau mbak asty curiga dengan hubungan kita". Erina khawatir dengan keadaannya sekarang. di mana dia bukan hanya adik ipar anto, tetapi juga kekasih gelapnya.


"Kamu yang tenang dong rin, jangan kaku seperti tadi. Itu akan membuat asty curiga". Anto menyarankan.


"Tapi mas aku nggak bisa, aku ada merasa bersalah pada mbak asty dan juga arga". Erina gelisah.


"Atau gini aja mas, setelah ujian selesai gimana kalau aku kost aja? Atau carikan aku kontrakan mas, aku nggak mau selalu ketemu mereka dengan perasaan bersalah". Pinta erina.


Anto berpikir sejenak.


"Oke nanti mas pikirkan, sekarang kamu fokus ujian dulu saja". Jawab anto.


Kini anto harus berpikir keras agar bisa membagi waktu antara istri dan selingkuhannya.


Mobil sampai di gerbang sekolah erina.


Oki sudah menyambutnya dengan senyuman.


Anto cemburu melihat laki-laki itu, tapi ia menahannya agar tidak di curigai.


Mobil kenbali melaju, menuju ke kantor .


pikiran anto tambah kacau, ada rasa cemburu, kuatir kalau erina punya gebetan baru yang lebih muda dari anto.


Pusing! Ia garuk kepalanya yang tidak gatal.


merenung di belakang meja kerjanya.


pikirannya tidak fokus hari ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2