Perseligkuhan Suami

Perseligkuhan Suami
Di kampung


__ADS_3

Akhirnya sampai juga bapak dan ibu di kampung halaman.


"Akhirnya sampai juga ya bu". Kata bapak seraya menyandarkan punggungnya di kursi kayu. Rasa lelah setelah perjalanan membuat kakinya pegal-pegal, mungkin karena usia yang sudah menua juga.


"Iya pak, untung juga masih ada kendaraan. coba kalau tadi kita nuruti si asty untuk sarapan dulu, pasti kemaleman kita sampai rumah. Apa mau kita nginap di pinggir jalan". Celoteh ibu seakan tetap tidak suka pada asty, apapun sarannya akan selalu terlihat salah.


" sudah lah bu, niat asty kan juga baik. Agar kita tidak kelaparan di jalan, kalau bapak perhatikan sepertinya ibu tidak suka sama asty. Ada apa sebenarnya bu?". Bapak penasaran dengan gelagat ibu.


"Bukannya apa pak, ibu itu hanya tidak suka asty punya anak lebih cepat. Jujur ibu tidak suka anak kecil, karena hanya akan membuat repot". Ibu menjawab sesuka hatinya, ia ungkapkan perasaan tidak sukanya.


"Ooo pantas saja kamu tidak menyentuh sama sekali cucu kita, kamu itu orang yang egois tau nggak bu!". Wajah bapak memerah karena marah dan kecewa pada istrinya, tidak pernah terbersit dalam pikirannya kalau istrinya ternyata punya sifat yang egois.


"Kok bapak membentak ibu begitu? Ibu bicara apa adanya, bapak tanya ya ibu jawab. D mana salahnya coba?". Ibu nyolot, tidak terima di bilang egois.


"Sudah begitu tidak mau di salahkan, dasar wanita egois. Maunya benar sendiri, sekarang bapak tanya apa salah asty sama ibu? Kenapa begitu tidak sukanya ketika asty punya anak?!". Bapak balik bertanya.


"Asty tidak salah sama ibu, hanya ibu yang tidak suka asty cepat punya anak. Itu saja, lagian kenapa tidak pasang KB dulu". Jawab ibu semakin kesal.

__ADS_1


"Dasar perempuan egois!!". Bapak mendengus kesal, sambil beranjak ke kamar karena tubuhnya lelah sekali di tambah pikirannya runyam gara-gara sikap istrinya.


"Erina sayang, di mana kamu nak?". Ibu mencari keberadaan anak kesayangannya.


Yang di cari tidak menjawab, karena memang tidak di rumah. handphone'nya pun tidak di aktifkan.


'kemana itu anak, apa mungkin main ke temennya. Tapi ini sudah hampir malam, haduh, bikin pusing aja itu anak'. Gumamnya.


Sembari menunggu anak kesayangannya pulang, ibu membereskan baju-baju erin yang berantakan di kamarnya, dan cucian piringpun bertumpuk di dapur.


Sepertinya erin tidak mengerjakan apa-apa selama di tinggal di rumah asty. Makan'pun sepertinya ia beli di warung. Baru di tinggal satu malam aja sudah kaya kapal pecah rumah ini'. Ada rasa kecewa tapi ia menutupinya.


"Eh ibu sudah pulang, apa kabar mba asty bu?" erina kaget langsung menyapa ibunya.


"Dari mana kamu jam segini baru pulang??" tanya ibunya, tidak mau bapak terbangun takut anaknya kena marah.


"Dari rumah temen bu, erina nggak tau kalau ibu sama bapak pulang hari ini. Tadinya erin di paksa untuk menginap, untung erina tolak. Coba kalau erina mau, habis nanti kena marah sama bapak". Erina menjawab dengan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


erina memang cantik dan manja, tapi sepertinya menuruni sifat ibunya yang egois dan semau gue, rasa takutnya hanya ketika bapaknya marah.


"Oh iya , ibu belum jawab pertanyaan erin". Erina mengingatkan.


"Ooo...kabar mbakmu baik kok, kenapa emang? Biasanya aja kamu tidak peduli". Jawab ibunya dan balik bertanya.


"Ya..cuma pengin tau ajalah bu, kan mba asty kakaknya erin. Emang nggak boleh sekedar tanya kabar? Lagian sekarang erin juga udah punya ponakan, namanya siapa bu?".


Erin penasaran, karena selama ini tidak pernah mau tau tentang kakaknya.


"Namanya arga, argadinata. Kenapa kamu nggak tanya sendiri ke kakakmu?". Ibu menjelaskan.


"Kan ibu dari sana, jadi kan ceritanya lebih jelas. Ya mending dengerin cerita ibu saja, beres kan". Erin menggoda ibunya.


"Dasar kamu itu ya senangnya, sudah ibu mau istirahat. Jangan lupa kunci pintunya rin". Ibu berlalu ke kamarnya.


akhirnya merekapun tidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2