Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
12. Mencari Pekerjaan.


__ADS_3

Bi Nuri menyelesaikan cucian yang tadi kerjakan oleh Kimora.


Sedangkan kimora masih berdiri di belakang Bi Nuri dan memperhatikan aktivitas Bibinya.


Sesungguhnya hati Kimora sangat merasa sedih, apa yang ingin Ia lakukan selalu di larang oleh Bibinya itu, sehingga Kimora merasa kesal dan bosan.


Kimora termenung, 'Lalu untuk apa aku di sini, membosankan sekali! Di desa kalau sudah beres pekerjaan rumah aku bisa susul ibu ke kebun, bantuin Ibu di temani Darman, sama Ibrahim.' Kimora malah mengingat masa masa ketika Ia di desa.


Ketika Bi Nuri berbalik badan sudah selesai mengerjakan pekerjaannya.


Alangkah terkejutnya Bi Nuri melihat Kimora yang masih berdiri di belakangnya.


"Astaga! Kim,,, Kimora...!" Bi Nuri berulang kali berseru, Namun Kimora tidak bergeming.


"Kimora...!" Kali ini Bi Nuri lebih kerasa menyebutkan nama keponakannya itu.


Dan berhasil membuat Kimora terperanjat mendengar suara Seruan Bibinya.


"I-iya Bi..." Sahut Kimora sedikit terkejut.


"Kamu ngapain masih berdiri di situ?" Tanya Bi Nuri heran.


"Emang Bibi nyuruh aku harus kemana?" Kimora balik bertanya dan merasa bingung.


"Bibi pikir kamu sudah pergi dari sini!"


"Ya aku harus kemana Bi!" Kimora malah merasa di usir oleh Bibinya.


"Ya pergi ke kamar sana, istirahat!"


"Katanya Bibi mau antar aku cari kerjaan,?"


"Iya, tapi nanti Kimora sayang! Bibi bereskan dulu semua pekerjaan rumah, Bibi juga harus masak dulu, untuk anak - anak nanti pulang sekolah, Dan untuk suami Bibi pas dia bangun tidur nanti." Bu Nuri menjelaskan.


"Ya masih lama dong Bi!" Sahut Kimora lesu.


"Kamu gak sabaran banget sih Kim!" gumam Bi Nuri.


"Ya makanya aku Bantuin Bi biar cepat."


"Sekarang aku yang menjemur pakaian, Bibi langsung masak aja." Kemudian usul Kimora.


"Ya sudah iya, iya..!" Akhirnya Bu Nuri pun pasrah dan mengikuti keinginan Kimora.


"Gitu dong dari tadi." Kimora merasa lebih berguna.


Ia segera bergegas pergi keluar untuk menjemur pakaian.


sementara sang Bibi bergegas memasak.


Setelah selesai menjemur pakaian Kimora kembali menghampiri bibinya.


"Udah Bi!" Seru Kimora penuh semangat.


"Oke boleh juga kerjamu cepat sekali" Bi Nuri memuji kinerja Kimora.

__ADS_1


"Aku sudah biasa melakukan hal ini Bi di Desa."


"Sekarang boleh aku bantu Bibi masak?"


"tidak us~" Terhenti karena Kimora segera memotong ucapan Bibinya.


"Tidak usah menolak, ini biar cepat!" Sergah Kimora memotong ucapan Bibinya.


"Ya sudah lah..." Bi Nuri kembali pasrah.


Ya, dengan bantuan Kimora dengan sekejap mata proses masak memasak pun selesai. yang biasanya Bi Nuri menghabiskan waktu satu jam lebih waktu untuk memasak, namun kali ini cukup dengan setelah jam semuanya Beres, berkat bantuan Kimora.


"Udah cepetan Sono kamu mandi, lalu siapa kan semuanya, biar Bibi bereskan ini dulu," membereskan Sisa - sisa masak.


"Oke deh Bi!" Kimora langsung Patuh dan berlalu penuh semangat.


"Dasar bocah Aneh, kebanyakan remaja sekarang tuh pada males kerja ini dia malah semangat banget cari kerjaan." gumam Bi Nuri bicara sendiri.


...


Kini Kimora dan Bi Nuri sama - sama sudah bersiap dan segera pergi untuk mencari pekerjaan untuk Kimora.


"Kita mau cari kerjaan kemana Bi?" Tanya kimora.


Bi Nuri yang sedang mengendarai motornya langsung menepikan motornya.


"Eeh iya, Kimora!"


"Kenapa Bi?" Tanya Kimora bingung.


"Aku gak muluk - muluk Bi cukup jadi karyawan aja, yang penting halal BI pekerjaannya." Terang Kimora.


"Jadi office boy (OB), cleaning service, waitress kamu mau?" Tanya Bi Nuri memastikan.


"Iya Bi aku mau aja, yang penting aku bisa kerja dan pekerjaan itu halal," Jawab Kimora meyakinkan.


"Ya, sukur-sukur sih aku bisa jadi staf kerja kantoran he... he...!" Sambung Kimora tidak putus harapan.


"Oke kalau begitu...!" Akhirnya Bi Nuri tau harus kemana melajukan motornya.


Tapi setelah mendatangi beberapa restoran, cafe, dan berbagi tempat mereka datangi untuk melamar pekerjaan, tetapi nihil tidak ada hasil.


Sampai hari menjelang sore, Bi Nuri dan Kimora berkeliling sehingga mereka pun sudah nampak sangat lelah.


"Kim, sebaiknya kita pulang saja! hari sudah sore.!" Ajak Bi Nuri.


"Iya Bi." Jawab Kimora lesu.


"Jangan lesu begitu, waktu masih panjang, Besok kita bisa coba lagi!" Bi Nuri menyemangati Kimora.


Kimora hanya tersenyum lesu menanggapi ucap Bibinya.


...


Selang beberapa waktu, Kimora dan Bibinya sampai di rumah.

__ADS_1


Bi Nuri langsung memarkirkan motornya.


Lalu bergegas masuk di ikut oleh Kimora.


"Assalamu'alaikum...!" Seru Bi Nuri dan Kimora memberi salam.


"Waalaikumsalam...!" Sahut orang yang sedang berada di dalam Rumah.


Kamila, Ryan dan suami Bi Nuri yaitu mamang Ali, Sedang berkumpul di ruang tv.


Mereka langsung menyambut kedatangan Bi Nuri dan kimora.


"Bagaimana Bu?" Mang Ali bertanya kepada istrinya.


"Belum ada hasil pak!" Jawab Bi Nuri.


"Tapi kita udah titip beberapa Surat lamaran sih di mereka, kalau ada lowongan pekerjaan supaya mereka segera menghubungi kita " Terang Bi Nuri.


"Sekarang susah cari pekerjaan, harus ada orang dalam yang bawa, atau sistem nyogok Bu!" Mang Ali memberi tau.


"Iya juga ya pak!" Bi Nuri setuju dengan apa yang di katakan oleh suaminya.


Itu lah percakapan antara Bi Nuri dengan Suaminya.


Sedangkan Kimora Langsung masuk kedalam kamar, lalu membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Di Sini Kimora lebih banyak diam, merasa canggung karena tidak begitu mengenal mereka, Kimora merasa serba salah berada di sana belum paham apa saja kegiatan di sana.


Sesudah membersihkan diri kimora kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya, yang beralaskan tikar.


Ada kasur ukuran 80×100 hanya cukup untuk dua orang anak kecil yaitu Kamila dan Ryan.


Jadi Kimora sengaja mengalah tidur di lantai beralaskan tikar, Kimora tidak mau mengganggu kenyamanan mereka.


Saat merebahkan tubuhnya, yang terasa sangat lelah itu, Kimora teringat Ibunya dan dua sahabatnya.


Dan kebetulan saat itu juga Darman melakukan panggilan video, Kimora begitu senang melihatnya, ia segara menerima panggilan itu.


"Halo, assalamu'alaikum... tuan putri!" Darman langsung menyapa .


"Waalaikumsalam... Sahabat ku!" Kimora membalas sapaan sahabatnya.


Tanpa basa-basi lagi Kimora langsung menanyakan kabar Ibunya.


"Ibu mu baik sehat walafiat." jawab Darman.


Ya, Darman dan Ibrahim begitu perhatian kepada Bu Inah, mereka sampai bergantian untuk menjaga mengontrol kesehatan dan keselamatan Bu Inah, mereka juga berjaga-jaga untuk melindungi Bu Inah, mereka khawatir Pak Hasan dan anak buahnya akan kembali menyerang Bu Inah.


Kondisi Bu Inah memang sudah membaik, karena Bu Inah pun memang melakukan pemeriksaan pasca kejadian itu, Bu Inah punya bukti kuat atas tindakan kekerasan yang di lakukan oleh pak Hasan dan anak buahnya.


Karena itu bisa di jadikan senjata untuk mengancam Pak Hasan jika dia berani berbuat kasar lagi kepada Bu Inah.


Kimora pun meminta kepada Darman untuk menemui Ibunya saat itu juga, Kimora ingin berbicara langsung dengan ibunya.


Darman menolak dengan alasan sudah sore "Tanggung Kim, sebentar lagi mau magrib, nanti selepas isya aku ke rumah Ibumu baru kita melakukan panggilan lagi." Darman sengaja melakukan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2