
Hampir satu jam Alden menunggu Kimora tak kunjung keluar dari kamar mandi dan akhirnya Alden memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.
Tok,,,, tok,,,, tok,,, suara pintu di ketuk.
Tapi tidak mendapat respon dari Kimora, Alden kembali mengulanginya beberapa kali Alden mengetuk pintu dan tetap tidak mendapat respon dari yang di dalam kamar mandi.
Sehingga Alden menjadi sangat khawatir dan panik, "Sayang.... yang... kamu baik-baik saja kan...!" Seru Alden.
"Kimora.... Kim... Kimi... buka pintunya!" Alden makin panik.
Dan akhirnya Alden menghubungi petugas untuk agar bisa membukakan pintu kamar mandinya.
Tidak lama memang datang dua petugas yang akan membantu Alden membukakan pintu kamar mandi sesuai perintah Alden.
"Ayok cepat buka di dalam sana ada istri saya." Alden sangat panik takut terjadi sesuatu kepada Kimora.
"Baik tuan!" petugas segera bergegas berusaha untuk membukakan pintu kamar mandi yang terkunci.
Dan tidak lama pintu pun terbuka dengan ke ahlian mereka berdua sehingga bisa dengan mudah membukanya.
Setelah pintu terbuka, Alden segera masuk tapi Alden mencegah dua petugas tersebut untuk jangan ikut masuk, "Kalian jangan ikut masuk!" cegah Alden.
Karena di dalam kamar mandi bisa saja Kimora sedang tidak berbusana, dan entah apa yang terjadi dengannya.
Saat Alden masuk suasana hening tidak terdengar suara apa pun.
Alden mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Kimora, karena kondisi kamar mandi pun tidak ada yang mencurigakan di lihat dari pintu masuk.
Tapi sosok Kimora belum tertangkap oleh indera penglihatan Alden.
"Kemana dia, masa dia menghilang begitu saja, apa dia bukan manusia, apa dia bidadari yang berujud manusia, sehingga bisa secantik itu, dan kini bisa menghilang!" Alden bicara sendiri, tapi pandangan nya terus saja mencari sosok Kimora.
Sampai ia melihat tirai yang menutupi bathtub lalu ia curiga ketika melihat itu.
Alden segera menyibakkan tirai tersebut, dan alangkah terkejutnya Alden melihat Kimora yang sedang berendam di balam bathtub tersebut.
"Kimora...!" seru Alden terkejut.
Kimora berendam dengan posisi mendongak kan wajah nya bersandar di bagian kepala bathtub tersebut dengan mata terpejam.
Awalnya bathub tesebut di penuhi busa sabun, tapi karena hampir satu jam Kimora di dalam sana perlahan busa itu menghilang dan menyisakan air sehingga tubuh polos Kimora bisa terlihat jelas oleh Alden.
Alden sungguh terperangah melihat situasi seperti itu. tapi Alden tetap mendekati Kimora untuk memastikan keadaan Kimora.
"Sayang...!" gumam Alden, ketika sudah mendekati Kimora, tapi belum mendapat respon.
Alden mencoba menyentuh wajah Kimora, dengan perlahan dan lembut.
"Sayang... kamu kenapa...!" gumam Alden lagi.
Karena merasa ada yang menyentuh wajahnya Kimora langsung perlahan membuka matanya.
Dan melihat Alden di sana, Kimora masih dalam model loading karena baru sadar, dan melihat sekitarnya, mengingat apa yang sedang terjadi.
Dan ketika Kimora sadar dirinya tertidur di dalam bathtub saat sedang berendam.
Kimora langsung terperanjat menutup bagian intimnya dengan tangan satu di bagian dada dan satunya di bagian pangkal paha.
Kimora langsung tertunduk malu, "Tuan tolong keluar dulu..." pinta Kimora.
"Heh akun ini suami mu, bukan tuan mu jadi tidak usah merasa malu seperti itu." protes Kimora.
"Iya,,,, iya,,, aku khilaf! tolong keluar dulu." Kimora mengalah tidak mau berdebat dengan Alden, sebab ia benar - benar merasa malu tertangkap basah dalam keadaan polos.
"Bukan kamu yang khilaf aku yang bisa khilaf melihat mu seperti itu." ucap Alden, dan membuat Kimora makin salah tingkah karena malu.
__ADS_1
"Iya sayang....!" ucap Kimora merayu Alden agar mau keluar.
"Tapi kamu tidak apa - apa kan sayang...!" Alden masih mengkhawatirkan Kimora.
"Iya yang... aku tidak apa - apa." Jawab Kimora dengan tetap tertunduk tidak berani menatap wajah Alden.
Karena Kimora bersikap seperti itu Alden pun segera bangkit dari posisi jongkoknya.
"Ya sudah aku tunggu di luar, cepat keluar dari sana lalu bersihkan diri mu, kamu bisa masuk angin jika berlama - lama berendam seperti itu!" Alden mengingatkan Kimora.
"Iya...!" kemudian jawab Kimora singkat.
Alden segera keluar dan menemui dua orang yang membantunya membukakan pintu kamar mandi.
Dua orang itu segera terperanjat ketika melihat Alden keluar, karena mereka pun mengkhawatirkan orang yang terkunci di dalam kamar mandi.
"Bagaimana tuan keadaan orang yang di dalam." tanya mereka.
"Dah aman, sekarang anda - anda boleh keluar." ucap Alden mempersilahkan mereka untuk meninggalkan kamarnya.
"Oo baiklah tuan kami permisi." mereka pun pamit.
Tapi Alden memberikan uang tips kepada mereka sebagai rasa terimakasih karena mereka telah membantu Alden.
Awalnya mereka menolaknya tapi Alden tetap memaksa dan akhirnya mereka menerimanya dengan senang hati, lalu berlalu pergi.
Kemudian Kimora keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan Bath robesĀ atau sering disebut juga dengan jubah mandi.
Dengan rambut basah, dan menampilkan betis mulus Kimora, dengan ragu dan rasa malu Kimora menghampiri Alden yang sedang duduk di sofa.
"Kamu kenapa?" Tanya Alden.
"Aku gak tau... aku malah ketiduran tadi." jawab Kimora.
"Astaga kok bisa sih kamu ketiduran di dalam air kaya gitu." Alden tidak habis pikir.
"Ya buktinya seperti itu kok sayang." jawab Kimora.
"Kamu gak sedang menghindar dari saya kan seperti cerita di novel - novel..?" Alden malah salah sangka, karena dia kesal di buat menunggu begitu lamanya.
"Tidak kok yang...! aku benar - benar ketiduran." jawab Kimora jujur.
Tapi Aldan berpikir Kimora hanya mencari alasan untuk menghindarinya, karena menurut Alden apa yang di katakan oleh Kimora di luar logika.
"Aneh..." gumam Alden.
Kimora hanya berdiri di depan Alden dengan menundukkan kepalanya.
Sesungguhnya Alden merasa tidak tega harus bersikap seperti itu kepada Kimora, tapi rasa kecewa sudah menguasai dirinya.
"Harusnya tidak seperti itu, jika memang kamu belum siap melayani ku sebagai seorang istri, kenapa tidak berterus terang saja, aku bisa mengerti, tidak usah mengunci pintu kamar mandi dan merendam diri mu sampai berjam-jam lamanya." Alden terus menggerutu.
"Tindakan seperti itu tidak hanya membuat ku kesal, khawatir dan panik, tapi bisa merugikan dirimu, kamu bisa masuk angin lalu sakit." Alden memberi pengertian kepada Kimora dengan anda kekecewaan.
Ya, terang saja Kimora merasa sedih atas sikap Alden.
Kimora menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sedihnya.
Tapi Kimora tidak selemah itu, ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Kimora mendekat ke pada Alden yang sedang duduk di sofa.
Alden membuang muka ketika menyadari Kimora mendekatinya.
'Mau apa dia?' pikir Alden sok jual mahal.
__ADS_1
"Yang... siapa bilang aku menghindar, justru aku sudah sangat siap untuk melakukannya, aku sengaja berendam menggunakan sabun termahal di hotel ini yang wanginya luar biasa wangi agar meresap ketubanku, dan kamu bisa menikmatinya." Ucap Kimora menggoda Alden, dan terdengar nakal.
Alden sungguh terkejut mendengar apa yang di ucapkan Kimora tidak menyangka Kimora bisa mengucapkan kata - kata itu.
'Ternyata bisa nakal juga ya dia' Alden bicara dalam hati.
Tapi Alden tetap bersikap sok cool ia ingin tau apa yang akan di lakukan Kimora untuk merayu Alden.
Kemudian Kimora duduk di pangkuan Alden dan mengalungkan tangan di leher suaminya sambil bergelayut manja.
Kimora pun mengecup sekilas bibir Alden, tapi tidak mendapat respon dari Alden, karena sengaja ingin melihat Kimora seliar apa.
Ya, Kimora makin liar karena merasa penasaran dan ketagihan, sehingga berulang kali melakukan hal yang sama.
Dalam hati Alden begitu senang melihat Kimora seperti itu.
Setelah cukup lama Alden pun merasa sudah tidak tahan lagi untuk menahan godaan Kimora.
Alden pun sudah terbakar hasrat yang menggebu - gebu. lalu Alden pun membalas semua perlakuan Kimora dengan agresifnya, sehingga mereka saling membalas , dan permainan pun makin panas.
Sampai akhirnya Alden lah yang memimpin permainan dan berhasil menjebol gawang pertahanan Kimora, sampai mengeluarkan bercak darah sebagai tanda Kimora masih gadis tulen.
Kini Kimora telah menjadi milik Alden seutuhnya.
Tubuh mereka berdua terasa lunglai setelah melakukan pelepasan secara bersamaan dan menyisakan peluh sisa permainan panas mereka.
Nafas keduanya masih tersengal-sengal... "Hah... hah... Terimakasih sayang...!" ucap Alden dengan rasa puasa bahagia merasa terhormat, sebagai suami iya mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan dengan menjadi orang pertama yang melakukannya dan berharap selamanya hanya dia orang yang melakukan hal itu kepada kimora.
Alden mengusap sisa air mata yang tersisa di sudut mata Kimora.
Karena saat Alden mulai memasukan anunya ke gawang Kimora untuk pertama kalinya, Kimora sempat menangis, entah karena sakit, atau karena rasa haru entah karena rasa apa, Kimora pun tidak mengerti, mengapa air mata itu mengalir dengan sendirinya seiring dengan itu, sebab Kimora menahan segala rasa yang ia rasakan ketika itu.
"Sayang apa kamu menyesal?" tanya Alden karena Alden melihat Kimora menangis ketika itu.
Kimora menggelengkan kepalanya, dan menjawab, " Tidak..." sambil menggelengkan kepalanya.
"Pasti sangat sakit, kamu sampai menangis dan sampai berdarah." ucap Alden menyesali perbuatannya.
"Ya, lumayan sakit..." jawab Kimora sejujurnya.
"Maafkan aku sayang, telah menyakiti mu" Alden merasa bersalah.
"Tidak kok, Sekarang tidak apa - apa tidak sesakit pertama kali." Kimora berusaha menepis penyesalan suaminya.
"Sungguh sayang?" Tanya Alden memastikan.
"Ya...!" jawab Kimora, sambil tersenyum, membuat hati Alden merasa lebih lega.
"Syukurlah jika begitu."
Kemudian Alden mengecup kening dan pipi Kimora dengan lembutnya lalu dia membawa Kimora dalam pelukannya.
Kimora pun merasa sangat nyaman dengan perlakuan Alden yang gitu lembut memperlakukannya.
Dalam pelukan hangat Alden Kimora membenamkan wajahnya sehingga Alden memper erat pelukannya.
Tapi permainan tidak sampai di situ, sepanjang malam itu mereka habiskan dengan bercinta dan bercumbu, karena sama - sama merasa candu dengan sensasi rasa yang baru pertama kali mereka rasakan.
Sampai saat pada pagi harinya.
Alden terbangun lebih dulu dan terus menatap wajah Kimora yang anteng masih terlelap.
Karena merasakan pergerakan dari Alden, Kimora pun terbangun dan menyadari sedang di tatap oleh suaminya.
"Sayang apa kamu ingin ikut mandi sekalian dengan ku?" tanya Alden
__ADS_1
"Tidak usah...!" Kimora masih merasa lemas dan masih ingin dalam posisinya.