Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
57. Kekhawatiran Rangga


__ADS_3

Sehingga Alden lebih berambisi untuk membuat Sinta dan Feby menyesali perbuatan mereka, dan tidak ada rasa tidak tega di hati Alden, seperti Rangga yang masih memiliki rasa tidak tega kepada Sinta dan Feby.


Rangga masih memiliki hati nurani di banding kan Alden.


“Tapi aku sungguh ingin bertemu dengan mereka…” Kimora tetap memaksa, Kimora ingin tau apa Sinta dan Febby menyesali perbuatan mereka


Karena kimora tetep memaksa ingin menemui Sinta dan Feby akhirnya Alden memberinya izin untuk menemui mereka.


“Oke kamu boleh menemui merek tapi tidak sekarang karen sekarang kondisi mu pun kurang vit, kamu harus banyak istirahat.” ucap Alden memberi izin tapi dengan syarat. 


“Iya ,,,” Kimora patuh.


“Alden…!” seru Rangga 


“Apa” sahut Alden.


“Sepertinya Kimora butuh perawatan pijat, sepri sefa mungkin agar memulihkan kondisinya.


Rangga merasa prihatin melihat kondisi Kimora yang pucat pasih dan terlihat kantung mata yang menghitam, dan kesulitan berjalan.


Rangga berbisik di telinga Alden, "Kamu tuh ya jangan kebangetan menyiksa anak orang kaya gitu." Rangga mengingatkan.


Alden mengerti apa yang dimaksud oleh Rangga, sehingga Alden mendelikkan matanya melihat ke arah Rangga.


"Kasian tau anak orang jangan terlalu dicecar, dia milikmu kapan saja bisa tapi kasih jeda." Rangga masih bicara berbisik.


Sehingga Kimora tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Rangga di tambah Kimora sedang sibuk berbalas pesan dengan Bi Nuri.


Memberi kabar kepada Bibinya bahwa dirinya sudah di Jakarta bersama Alden dan nanti akan mengunjunginya jika Alden sudah mengizinkan dirinya untuk bepergian.


Bi Nuri sudah tau apa yang terjadi kepada Kimora. Bahwa Kimora sudah menikah dengan Alden.


Jadi Bi Nuri sudah tidak kaget lagi jika Kimora bersama Alden saat ini. Dan mengerti mereka dalam suasana pengantin baru jadi sedang lengket-lengketnya.



Mendengar apa yang dikatakan oleh Rangga, Alden menyadari perbuatannya.


Sehingga Alden hanya bisa terdiam seribu bahasa.


Kemudian Rangga bertanya, "Apa rencana kalian setelah ini?" 


"Apa mau tetap di sini dulu, atau mau pulang ke apartemen mu?" Tanya Rangga lagi.


Kemudian Alden memilih untuk pulang ke apartemennya, agar Kimora bisa cepat beradaptasi di apartemen miliknya.

__ADS_1


"Oke… apa mau saya antar?" Tanya Rangga lagi.


Alden mengiyakan tawaran Rangga untuk mengantarkan mereka ke apartemen Alden.


Tapi sebelum tiba di apartemen, di perjalanan Alden meminta Rangga untuk berhenti di tempat spa, Alden ingin mengikuti saran Rangga untuk memberikan perawatan kepada Kimora.


Sesuai permintaan Alden Rangga berhenti di tempat spa ternama.


Alden segara mengajak Kimora untuk segera turun dari mobil dan masuk kedalam tempat spa.


Kimora hanya bisa patuh mengikuti apa yang Alden perintahkan kepadanya.


Padahal Kimora hanya ingin istirahat karena merasa sangat lelah.


Sesampainya di dalam Kimora, diminta untuk duduk sedang Alden melakukan pendaftaran terlebih dahulu.


Kemudian setelah Alden selesai Kimora diarahkan ke tempat spa sesuai kelas pilihan Alden, fasilitas terbaik, pelayanan terbaik. 


Dan ternyata Alden pun mengikuti perawatan tersebut untuk menemani Kimora.


Mereka berdua sampai ketiduran saat melakukan perawatan saking sama-sama lelahnya.


….


Di kantornya Rangga sibuk dengan semua berkas yang disuguhkan di hadapannya tapi Rangga tidak pernah mengeluh apa lagi menyerahkan karena dia sudah tau tugas dan pekerjaan memang seperti itu.


Tapi saat dia, sedang sibuk fokus mempelajari semua setiap berkas yang menumpuk diejanya.


Tiba-tiba nyonya Kartika masuk keruangan Rangga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Nyonya Kartika membuka pintu dengan kasar, membuat Rangga terkejut karenanya.


BRAK…


Suara pintu yang terbuka dan kasar.


Rangga langsung melihat ke arah pintu dan melihat Kakak iparnya lah yang melakukan hal itu.


Rangga langsung bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut kakak iparnya.


"Kak Kartika…!" Seru Rangga.


"Iya ini aku, kenapa kamu terkejut dengan kedatangan ku?" Jawab nyonya Kartika dengan angkuhnya.


"Tumben sekali kakak menemui ku?" Tanya Rangga.

__ADS_1


"Tidak usah banyak basa-basi Rangga, kamu tentu sudah tahu apa maksud kedatanganku" nyonya Kartika tidak mau basa-basi lagi.


"Oke ada apa kak?" Rangga 


"Kamu sekongkol dengan Alden kan, menyembunyikan keberadaannya, aku maminya aku berhak tahu di mana Putraku saat ini." Nyonya Kartika dipenuhi emosi.


"Alden sengaja menghindar dari saya karena tidak bisa memenuhi kesepakatan yang sudah kami setujui, dia menghilang dan hpnya juga tidak bisa dihubungi." Nyonya Kartika meracau.


"Saya yakin kamu tau semuanya, katakan dimana Alden sekarang." Desak nyonya Kartika.


"Tenang dulu kak kita bicarakan ini dengan baik-baik." Rangga mencoba meredam emosi nyonya Kartika.


Tapi karena emosinya sudah memuncak sehingga sulit untuk berbicara dengannya dalam kondisi seperti itu.


Sehingga Rangga hanya bisa diam mendengarkan semua ocehannya.


"Kenapa kamu diam saja! ayo jawab pertanyaan ku?" Melihat Rangga hanya diam nyonya Kartika makin murka.


"Alden hanya menyampaikan, bahwa dia nanti akan menghubungi kakak setelah urusannya selesai." Rangga memang tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, karena Alden pun sudah berpesan bahwa Alden sendiri yang akan mengatakan kebenarannya kepada maminya.


Setelah lama mengobrol amarah di depan Rangga, dan Jawab Rangga tetap sama dan tidak mau mengatakan keberadaan Alden akhirnya, nyonya Kartika memutuskan untuk pergi tapi masih dengan emosi.


"Ternyata percuma bicara dengan kamu, sama saja bicara dengan patung tidak mendapat jawaban, dasar jomblo karatan…" umpat nyonya Kartika sambil berlalu.


Rangga hanya bisa mengelus dada, ketika mendengar umpatan kakak iparnya yang begitu terdengar pedas di indera pendengarannya sehingga terasa sampai ke dadanya dan lumayan membuat Rangga sesak.


"Sabar… sabar…?" Gumam Rangga sembari mengelus dada setelah kakak iparnya pergi.


Setelah itu Rangga menghubungi Aldan dan mengatakan apa yang baru saja terjadi pada dirinya, bawa Mami baru saja menemuinya dan menanyakan keberadaannya.


"Lalu apa yang kamu katakan kepada mami ku." Alden memastikan jawaban apa yang Rangga berikan kepada Maminya.


"Kamu tenang saja aku tidak mengatakan apa-apa pun kepada mami mu." Ucap Rangga, dan Jawaban Rangga membuat Alden lega.


Karena Alden belum siap bertemu dengan Mami, apalagi harus mengenalkan Kimora sebagai istrinya, sudah pasti maminya tidak akan menerimanya dan pasti akan pernah derama ketika itu.


Itu yang tidak ingin Alden hadapi saat ini, karena hanya akan mengganggu kebahagiaannya dengan Kimora.


Saat ini Alden hanya ingin bahagia bersama Kimora. Menikmati masa-masa pengantin barunya.



Rangga kembali duduk di kursi kerjanya berniat untuk melanjutkan pekerjaan tapi kini Rangga tidak bisa lagi fokus dengan pekerjaannya.


Rangga malah memikirkan nasib Kimora kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada Kimora, jika Nyonya Kartika tau sekarang Kimora adalah istri Alden.

__ADS_1


__ADS_2