
Setelah berbicara untuk meyakinkan Kimora, Alden merasa sedikit lega, karena kini suasana hati Kimora terlihat telah mencair, ia terlihat lebih ceria dengan terlihat sedikit senyum di bibirnya.
Alden berusaha menyesuaikan dirinya dengan Kimora, Alden ingin Kimora bersikap seperti kepada Ibrahim dan Darman, kepada dirinya juga, sebab Kimora selalu terlihat menjaga jarak dengannya.
Kimora bangkit dari duduknya ia baru menyadari kemegahan kamar itu hotel yang ia tempati saat itu.
dengan fasilitas terbaik untuk kenyamanan penghuninya.
Saat kimora menyibakkan Gordennya alangkah terkejutnya Kimora melihat pemandangan yang nampak dari atas gedung.
"Ya ampun... ini indah sekali!" gumam Kimora saat melihat pemandangan luar yang nampak dari sana, karena Kimora berada di lantai enam gedung, Sehingga terlihat semua seluruh pemandangan hotel dari atas gedung.
Alden menghampiri Kimora yang berdiri di jendela kamar.
Alden memeluk Kimora dari belakang tubuhnya, lalu Alden menautkan dagunya di pundak Kimora.
"Kamu suka pemandangannya sayang?" Kemudian tanya Alden.
Kimora tersenyum, "Aku suka tempatnya dan pemandangannya!" lalu jawab Kimora.
"Hanya itu?" tanya Alden lagi.
Kimora mengerutkan keningnya, "Lalu apa lagi?" Kimora balik bertanya.
"Sama temen sekamarmu apa kamu tidak suka?" Alden memperjelas Pertanyaan.
Kimora tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan itu, kemudian Kimora berbalik menghadap Alden dan kini posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
Alden mengungkung Kimora dengan kedua tangannya.
Kemudian Kimora mengimbanginya dengan mengalungkan tangannya di leher Alden.
mendapat respon sangat baik dari Kimora Alden merasa sangat senang.
Sepertinya Kimora mulai membuka hatinya untuk Alden.
Saat mereka berdua sedang bermesraan, tiba-tiba bel pintu berbunyi sehingga Kimora menghentikan aksi Alden yang sedang mencumbu dirinya.
"Ya ampun sampai detik ini masih saja ada gangguan untuk melakukan hal mantap - mantapan!" gumam Alden kesal sambil berjalan ke arah pintu untuk membukakannya.
Dan ternyata pesan makanan Alden yang datang.
Alden mempersilahkan pelayanan untuk masuk dan menyajikan hidangan di atas meja.
Sedangkan Kimora bersikap tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa dengan nya, padahal Kimora sedang menahan rasa gejolak dalam dirinya, sama halnya dengan Alden.
Alden menghampiri Kimora yang masih berdiri di dekat jendela.
Lalu Alden menggiring Kimora untuk duduk di kursi yang telah tersedia makanan di mejanya.
"Silahkan duduk..!" Alden mempersilahkan Kimora untuk segera duduk dengan menarikan salah satu kursinya untuk Kimora duduk.
"Kita makan dulu, aku sudah sangat laper." Kemudian ucap Alden.
Kimora hanya mengulum senyum di bibirnya.
__ADS_1
Para pelayan segera keluar setelah menyuguhkan makanan, mereka tidak ingin mengganggu acara makan Alden dan Kimora.
"Kami permisi tuan!" pamit para pelayan.
"Iya silahkan...!" Jawab Alden
"Ayo sayang di makan...!" Alden mempersilahkan Kimora sebelum ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Setelah melihat Alden menyuapkan makanannya barulah Kimora mengikutinya.
Karena Kimora sengaja menunggu Alden lebih dulu makan.
Awalnya hanya ada keheningan di antara mereka, karena Kimora menjaga tatak rama saat makan.
Tapi Alden bukan tipe orang yang serapi itu, Alden bisa urakan juga, apalagi jika sudah bersama Rangga Alden akan lebih urakan dan berantakan orangnya.
Sehingga saat ini Alden merasa sangat membosankan dalam suasana hening seperti itu.
Kemudian Alden bertanya kepada Kimora untuk mencairkan suasana, "Bagaimana sayang apa kamu suka makanannya?" tanya Alden.
Kimora mengangguk, "Ya, ini sangat lezat sekali!" jawab kimora jujur.
"Syukurlah jika kamu suka!" Alden merasa puas.
"Harusnya ini makan siang tapi malah jadi makan sore." ucap Kimora.
"Hhmmm, betul sekali sayang! sebetulnya tidak di jalan Rangga ingin berhenti untuk makan siang, tapi aku tidak tega membangunkan mu yang sedang terlelap, jadi aku meminta Rangga untuk tetap melanjutkan perjalanan kita." Alden menjelaskan.
"Oo ya,,, aku sangat merepotkan ya?" Kimora merasa tidak enak hati.
"Oo tidak begitu sayang...!" Alden malah yang merasa lebih tidak enak hati ketika Kimora berbicara seperti itu.
"Benar seperti itu...?" Kimora ragu, dan malah menggoda Alden.
Karena Kimora tau Alden punya keinginan lain selain untuk beristirahat.
"Sepertinya kamu mulai memahami ku." Alden balik menggoda Kimora, dan berhasil membuat Kimora tertawa lebar.
Suasana mulai mencair Kimora mulai memahami sipat Alden dan tau suasana hati Alden dan bagaimana cara berinteraksi dengannya.
Mereka mulai akrab suasana penuh canda dan tawa.
"Eeh sayang aku udahan makanannya aku pengen mandi dulu ya, rasanya lengket banget nih." Kimora meminta izin.
"Tunggu...! kita mandi bareng ya!" Cegah Alden.
"Apa...?" pekik Kimora terkejut mendengarnya.
"Kenapa sayang...?" Alden balik bertanya.
" Eng - enggak...!" Kimora ragu untuk protes.
"Kamu gak mau mandi bareng sama aku?" tanya Alden.
"Aku malu...!" jawab jujur kimora sambil tertunduk.
__ADS_1
Alden memahami apa yang Kimora rasakan, Alden juga tidak ingin memaksa Kimora, tidak ingin membuat Kimora merasa tidak nyaman .
"Oke kalau begitu, kamu mandi duluan sana!" perintah Alden.
Kimora tersenyum ketika Alden memahaminya.
"Oke,,, terimakasih suamiku sayang... aku mandi dulu ya.!" Ucap Kimora, dan ingin berlalu meninggalkan meja makan.
Namun ketika Kimora melintasi Alden, tapi dengan sigap Alden mencekal tangan Kimora, Otomasi langkah Kimora terhenti seketika itu.
"Loh kenapa?" Tanya kimora saat kembali mundur dan berada tepat di hadapan Alden.
Kimora merasa terkejut dan takut Alden marah, Kimora takut dirinya melakukan kesalahan.
"Begitu caranya seorang istri berterima kasih, dan berlalu begitu saja." ucap Alden dengan ekspresi wajah datar.
Membuat jantung Kimora berdebar kencang, karena merasa melakukan kesalahan tanpa ia sadari.
"Maaf...!" Jawab Kimora dengan suara lemah.
"Hey...! kok kamu begitu?" seru Alden ketika melihat ekspresi wajah Kimora yang terlihat sungkan dengan menundukkan kepalanya.
"Harusnya sebelum pergi kamu tuh kiss dulu dong suaminya, kasih jatah kan di suruh nungguin kamu...!" ternyata Alden sengaja ingin menggoda Kimora.
"Haah...!" Seru Kimora sambil membulatkan matanya, ketika mendengar apa yang di katakan oleh Alden.
"Iya kiss dulu dong." pinta Alden sambil menunjuk bibirnya. ingin Kimora menciumnya.
"Iih kamu nakal ya...!" Kimora menimpali dengan nada manja.
"Gak pa-pa dong nakal sama istrinya sendiri kok...!" Alden tetap kekeuh.
Dan karena tidak ada pilihan, akhirnya Kimora melangkah lebih dekat ke pada suaminya lalu mengecup bibir dan pipi suaminya sekilas dan bergegas berlari menuju kamar mandi.
Kimora merasa malu melakukan hal itu, karena baru dengan Alden Kimora bersentuhan badan seintens itu dan baru kali ini ia melakukan hal itu.
"Eeh kamu curang ya... masa lari sih...!" gumam Alden karena merasa kecolongan karena kimora melesat secepat kilat melarikan diri, padahal Alden masih ingin menggodanya.
Tapi Alden malah merasa lucu dan terkekeh sendiri, "He,,, he,,, he,,, kamu lucu sekali sih sayang sungguh menggemaskan...!" gumam Alden bicara sendiri.
Kemudian Alden menghubungi petugas agar membereskan semua meja makan karena mereka berdua sudah selesai makan.
Sesuai perintah Alden, Petugas segera datang dan membereskannya.
"Maaf tuan semua sudah selesai, apa ada lagi yang anda inginkan." laporan Petugas.
Alden sedang duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.
"Untuk saat ini tidak ada silahkan keluar." jawab Alden tanpa melihat ke arah petugas, karena ia sedang sibuk memesan pakaian di handphonenya.
Sedangkan Kimora di kamar mandi sedang merasa takjub dengan kemewahan kamar mandi di sana.
Kamar mandi semewah itu, biasanya hanya bisa ia lihat di TV - TV , atau di rumah - rumah orang kaya...
Tapi kini ada di depan mata dan Kimora bisa menikmati ke mewah itu, Kimora mengisi bathtub dengan air lalu menuangkan sabun cair super wangi dan menyalakan lilin aroma terapi yang sudah tersedia di sana.
__ADS_1
Lalu Kimora berendam di dalam bathtub tersebut, wangi sabun dan aroma terapi begitu menenangkan bagi Kimora sehingga Kimora merasa begitu rileks.
Saking asiknya Kimora sibuk sendiri berlama-lama di dalam kamar mandi dia sampai melupakan suaminya yang sedang menunggunya di luar sana.