Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
58. Kimora Kembali Di Tindas


__ADS_3

Rangga malah memikirkan nasib Kimora kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada Kimora, jika Nyonya Kartika tau sekarang Kimora adalah istri Alden.


Karana Rangga tau sipat nyonya Kartika seperti apa.


Dia pasti akan mempermasalahkan hal itu.


Sebab nyonya Kartika hanya ingin Alden menikah dengan Anggi gadis pilihan nya. Atau lebih tepatnya pilihan Diki adik kandungnya.


Yang sebenernya telah bersekongkol dengan anggi untuk menguasai harta Alden. Tanpa Nyonya Kartika ketahui.


.....


Pagi hari di apartemen Alden.


Pagi ini Kimora terbangun lebih awal dari suaminya.


Kimora segera beranjak dari tempat tidurnya bergegas membersihkan diri.


Hari ini hari kedua bagi Kimora setelah menghabiskan malam nya bersama Alden dengan penuh kehangatan.


Tapi hari ini Kimora merasa lebih baik daripada hari kemarin, sehingga kimora terlihat lebih fresh dan lebih bersemangat.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaiannya Kimora segera menuju ke dapur, berniat untuk menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya.


Di dapur kimora membuka lemari pendingin dan melihat ada stok makanan apa saja.


Dan ternyata di sana tersimpan banyak stok makanan yang mudah untuk di olah sehingga kimora mengambil beberapa bahan makanan yang ingin ia buat.


Kimora berniat membuta omelette dan roti bakar karena hanya itu makanan yang mudah di buat menurut kimora saat itu.


Kimora mulai meracik semua bahan makanan untuk membuat omelette, tapi sebelumnya ia sudah menyalakan kompor terlebih dahulu memanaskan air untuk membuatkan kopi untuk suaminya.


Sedangkan untuk memanggang roti Kimora menggunakan alat khusus untuk itu.


Meskipun kimora seorang gadis desa tapi Kimora tidak katro karena jaman sudah canggih, jadi banyak hal yang kimora ketahui dari sosial media.


Ketika sedang melakukan kegiatan memasaknya di dapur tiba-tiba bel pintu berbunyi.


Ting-neng....


Ting-neng....


Ting-neng....


Suara bel pintu yang di tekan seseorang yang datang berkunjung ke apartemen Aldan.

__ADS_1


Kimora tertegun ketika mendengar suara bel pintu dalam pikirnya siapa orang yang bertamu sepagi itu.


"Apa tuan Alden biasa menerima tamu sepagi ini" gumam kimora.


"Apa itu tuan Rangga, tapi mau ngapain dia datang sepagi ini?" banyak pertanyaan di benak Kimora.


Karena suara bel pintu terus saja berbunyi, Kimora segera menghampirinya, berjalan menuju pintu untuk membukakannya.


Dan ketika pintu ter buka alangkah terkejutnya kimora melihat siapa yang datang. Kimora sampai terperangah dengan membulatkan matanya, dan dengan mulut terbuka menatap orang yang datang.


Orang yang datang bertamu pun tidak kalah terkejutnya seperti Kimora, iya pun begitu syok melihat keberadaan kimora di sana.


"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Nyonya Kartika.


Ya, orang yang datang itu ternyata nyonya Kartika mami nya Alden.


Nyonya Kartika sengaja datang sepagi itu ke apartemen Alden untuk mencari putranya.


Menurut Nyonya Kartika jika dia datang pagi sebelum jam kerja sudah pasti Alden masih berada di apartemennya.


Ya, memang dugaan nya benar, Alden memang ada di apartemennya tapi dia tida sendiri sepeti dugaan Nyonya Kartika, melainkan Alden di apartemen bersama Kimora yang sesungguhnya telah menjadi istrinya.


Dan hal itu membuta Nyonya Kartika marah dan berpikir yang tidak-tidak tentang Kimora.


Kemudian Nyonya Kartika nyelonong masuk tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh Kimora.


Sama hal nya dengan Nyonya Kartika Anggi pun begitu terkejut dengan kehadiran kimora di apartemen Alden sepagi itu, dengan rambut basahnya yang terurai.


Darah Anggi mendidih menyadari hal apa yang telah terjadi antara Kimora dan Alden.


Nyonya Kartika dan Anggi langsung menghakimi Kimora menghujat Kimora dengan sangkan-sangkan keji mereka, tanpa memberi kesempatan untuk Kimora menjelaskan apa lagi membela diri.


"Dasar perempuan laknat, syok lugu padahal ******." makian yang di lontarkan Anggi kepada kimora.


"Berani nya kamu menggoda anak saya yang lugu, kedalam jurang perzinahan seperti ini." tuduhan Nyonya Kartika kepada Kimora.


Mereka berdua begitu menyudutkan kimora.


"Tunggu dulu Nyonya, Nona saya bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kalian sangkakan." Kimora berusaha untuk menjelas kan yang sebenarnya.


Tapi mereka berdua makin emosi mendengar sangkalan dari Kimora sehingga makin menyudutkan Kimora.


Saking emosinya Nyonya Kartika sampai mendorong tubuh kimora sampai membuat kimora terjerembab kebelakang lalu terjatuh.


Kimora mulai merasa tertindas karena Nyonya Kartika dan Anggi mulai bermain kasar.

__ADS_1


Kini Kimora dalam posisi terduduk di lantai. Dan terus mendapat hujatan dari Nyonya Kartika dan juga Anggi.


Dari ruang tamu terdengar suara air mendidih, karena Kimora menggunakan cerek untuk merebus air, dan jika air itu mendidih bisa mengeluarkan suara di cerek itu, karena uap air tersebut dan menandakan air telah mendidih.


Kimora bangkit dari posisinya dan berniat untuk mematikan kompor.


Kimora berhasil melakukan hal itu, tapi Nyonya Kartika dan Anggi ternyata tidak membiarkan Kimora begitu saja, sehingga mereka berdua mengejar kimora sampai ke dapur dan melanjutkan aksi merek menindas Kimora.


Nyonya Kartika menarik kembali tubuh Kimora sampai terjatuh.


BUAK...


Tubuh kimora terjatuh dengan posisi terduduk, sehingga bokong kimora terasa begitu sakit, kimora merintih kesakitan.


"Aww...!" seru Kimora sambil merintih kesakitan.


Melihat hal itu bukan nya merasa iba yang Nyonya Kartika dan Anggi berikan kepada Kimora.


Mereka malah makin menggila menindas Kimora.


"Mau main-main kamu dengan kami dasar perempuan kampung belum tau siapa aku?" ucap Nyonya Kartika memberi tau kedudukan nya sebagai Nyonya besar.


"Saya tau Nyonya anda siapa! tolong jangan sepert ini, aku bisa jelaskan yang sebenarnya!" Kimora kembali meminta perdamaian.


"Diam kamu perempuan hina!" pekik Anggi, dan mengambil cerek di atas kompot yang berisi air panas dan berniat akan menyiramkan air panas itu ke tubuh kimora.


Menyadari akan hal itu kimora begitu ketakutan panik dan berteriak histeris minta tolong.


"Tolong jangan lakukan ini padaku... Tolong... Tuan Alden tolong aku...!" kimora terus berteriak minta tolong.


Tapi Nyonya Kartika dan Anggi malah tertawa puasa melihat Kimora ketakutan seperti itu.


"Ha... ha... ha ... rasakan ini!" ucap Anggi seakan benar-benar akan menyiramkan air panas itu ketuban Kimora.


Tapi Anggi sengaja mempermainkan Kimora dengan gerakan perlahan - lahan meningkatnya, lalu ia tarik lagi, ia sengaja lakukan hal itu karena hanya ingin mempermasalahkan Kimora yang makin histeris.


Bagaimana tidak histeris, Kimora tau air itu baru saja mendidih, jika Anggi benar - benar menuangkan ke tubuhnya sudah pasti kulit mulus Kimora akan melepuh apa lagi jika di siramkan ke wajah mulus nya.


Sudah pasti akan membuat wajah cantiknya cacat karena pasti luka akibat melepuh itu akan meninggalkan bekas.


....


Kimora menjerit - jerawat ketakutan sehingga suaranya menggema di sekitar apartemen.


Alden pun mendengar teriakan Kimora ia bergegas bangun dari tempat tidurnya dan mencari keberadaan kimora yang terus berteriak histeri, 'Apa yang terjadi kepadanya, mengapa dia sampai berteriak histeris seperti itu?' gumam Alden panik saat mendengar teriakan isterinya, lalu bergegas.

__ADS_1


"Sayang kamu di mana , apa yang terjadi padamu?" sahut Alden panik sambil mencari keberadaannya.


__ADS_2