Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
51. Masih Canggung.


__ADS_3

Di perjalanan, di dalam mobil, Rangga yang mengemudikan sedangkan Alden dan Kimora duduk di bangku penumpang.


Terlihat jelas ekspresi wajah Kimora masih begitu sendu, ia masih memikirkan tentang Ibunya yang ia tinggalkan sendirian.


meskipun berada dalam satu mobil dan duduk berdampingan, tapi jarak antara Alden dan Kimora terasa begitu jauh.


Karena pemikiran dan perasaan mereka sedang tidak seiring dan sejalan.


Alden juga sedang memikirkan tentang Maminya bagaimana reaksinya ketika tau darinya telah menikah tanpa sepengetahuan dan tanpa restunya.


Dan gadis yang Alden nikahi adalah Kimora, gadis yang sepertinya tidak Maminya suka, sebab Mami Alden hanya ingin ia menikah dengan Anggi gadis pilihannya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, jarak duduk antara Alden dan Kimora pun sangat renggang tidak mencerminkan seperti pasangan yang baru menikah yang sedang bucin-bucinnya, mereka berdua malah bersikap sebaliknya.


Kimora memang sengaja menjaga jarak karena merasa masih segan dan belum terbiasa, di tambah ada Rangga di sana, rasanya tidak sopan jika harus bermesraan atau duduk berdekatan menurut Kimora.


Rangga berkali-kali mengintip dari kaca spion.


'Pengantin baru ko pada kaku banget sih, kaya gitu kali ya pengantin pada zaman Siti Nurbaya, menikah tanpa cinta karena di jodohkan, lah ini! katanya Alden cinta banget sama Kimi ko isteri secantik itu di cuekin begitu, ajak ngobrol kek...!' gerutu Rangga dalam hatinya.


'Gak peka banget sih si Alden ini, Apa karena Alden tau aku masih sangat menyukai Kimora jadi mereka seperti itu untuk menghargai ku?' Rangga yang malah sibuk memikirkan mereka berdua.


"Uhummm... uhummm!" Rangga sengaja berdehem memecah keheningan.


Alden tau apa maksudnya Rangga seperti itu, dia memberi kode untuk jangan saling berdiam diri, Rangga dan Alden saling memandang melalui kaca spion.


Lalu Rangga memberi isyarat, agar Alden menghibur Kimora yang sedari tadi terlihat sendu.


Alden baru menyadari bahwa sikapnya terlalu dingin kepada Kimora.


Kemudian Alden menengok ke arah Kimora dan melihat Kimora yang sedang memalingkan pandangan ke luar jendela mobil.

__ADS_1


Alden kemudian menggapai tangan Kimora, dan berhasil membuat Kimora terhenyak dan langsung menoleh dan melihat ke tangan Alden yang sedang menari tangannya agar Kimora duduk lebih mendekat kepadanya.


"Sini sayang...!" ucap Alden.


Terang Kimora merasa aneh lalu bertanya, "kenapa tu~, ( terhenti) eeh yang...!" di teruskan dengan nada suara lebih rendah.


Tapi kali ini Alden memahami Kimora memang masih canggung.


Maka dari itu Alden yang harus bersikap untuk membuat Kimoranya dengannya.


Setelah Kimora dan Alden duduk lebih dekat, Alden melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


Lalu menjatuhkan kepalanya di pundak Kimora dengan manjanya.


"Eeh kamu kenapa yang...?" tanya Kimora terkejut mendapat perlakuan Alden seperti itu, sementara di sana ada Rangga yang melihatnya.


"Aku lemes banget, aku butuh infusan mood...!" Ucap Alden ngasal sengaja ingin menggoda Kimora dan masih dalam posisi yang sama.


Aldan tetap dalam posisi seperti dan malah mencium pundak Kimora dan membenamkan wajahnya di liher Kimora, membuat Kimora meringis menahan geli karena perbuatan suaminya.


"Aaah... yang jangan seperti ini geli tau!" ucap Kimora sambil meringis.


Sesungguhnya Kimora juga merasa tidak enak hati kepada Rangga yang selalu mencuci pandangan ke arah mereka.


Tapi Alden tetap memeluk istri cantiknya itu.


Kemudian Kimora berbisik, " Tidak sopan seperti itu di lihat tuan Rangga!"


"Tidak apa-apa, biarkan yang jomblo makin iri dan segera cari pasanga!" Jawab Alden sengaja bicara keras agar Rangga mendengarnya.


"Sialan kamu... apa maksudnya seperti itu." Alden berhasil membuat Rangga meresponnya.

__ADS_1


Karena sedari awal Rangga pun hanya diam saja.


"Gak ada maksud, cuma seneng aja liat yang kepanasan!" Jawab Alden lagi.


Kini Alden yang menarik Kimora agar bersandar di dada bidangnya.


Awalnya Kimora ragu-ragu untuk melakukan hal itu, tapi ia memang merasakan kenyamanan yang tidak pernah ia rasakan bersandar dalam pelukan.


Lama kelamaan Kimora pun terlelap dalam posisi senyum itu.


Alden tersenyum menyadari istri tercintanya ternyata terlelap dalam Pelukannya.


Kemudian Rangga bertanya, " tujuan kamu mau bawa kimora kemana nih?"


"Aku belum siap membawa Kimora kehadapan mami sebagai istriku, aku takut hal buruk akan menimpa mami, atau menimpa Kimora, nanti saja aku akan menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan Kimora sebagai istriku kepada Mami!" terang Alden dan mengutarakan kekhawatirannya.


"Oo jadi aku antar ke apartemen mu saja...!" Rangga langsung paham kemana harus membawa Alden.


"Jangan...!" seru Alden.


"Lalu kemana, kekl kantor, atau ke villa!" ucap Rangga memberi pilihan.


"Antarakan kami ke hotel." Tegas Alden


"Apa?" Rangga memekik.


"Kenapa?" tanya Alden sebab Rangga terdengar sangat terkejut.


"Ya, tidak apa-apa...!" jawab Rangga dengan nada penuh kekecewaan.


Sebab Rangga tau maksud Alden ingin ke hotel untuk berbulan madu, padahal meskipun tidak pergi ke hotel Alden dan Kimora akan tetap melakukan hal itu.

__ADS_1


Harusnya Rangga tidak se syok itu, ketika Alden menyebut kan Hotel.


__ADS_2