Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
22. Hari pertama


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Kimora terbangun di jam yang sama.


Lalu melakukan aktivitas seperti biasanya. Membantu menyiapkan sarapan lalu membersihkan dan membereskan rumah.


Setelah semua selesai, Kimora bersiap untuk pergi berangkat bekerja.


Semua anggota rumah telah berkumpul di meja makan untuk sarapan.


Seperti biasa juga mereka sarapan dengan rasa syukur penuh sukacita.


Apa lagi bagi Kimora pagi ini ia menyambut hari penuh Semangat karena hari ini hari pertama ia mulai bekerja.


"Kak! hari ini kak Kim cantik sekali!" Kamila memuji kimora, yang berpenampilan feminim mengenakan rok span berukuran ⅞, berwarna hitam dengan baju kemeja berwarna putih yang terlihat begitu pas membalut tubuhnya, dan rambut panjangnya ia ikat kuncir kuda.


Sebab Kimora pikir ia akan naik turun mobil angkot jadi akan menyulitkan bagaimana jika menggerai rambutnya, dan akan terasa gerah dengan cuaca panas karena matahari bersinar sempurna meskipun masih pagi.



Mendengar ucapan Kamila semua anggota keluarga menatap kimora dan setuju dengan pendapat Kamila bahwa Kimora memang sangat cantik.


"Emang selama ini aku jelek ya!" Sahut Kimora.


"Kamu selalu cantik Kimora, tapi hari ini lebih cantik dari biasanya." Bi Nuri menimpali.


"Terimakasih semuanya, aku makin pede aja nih…!" Jawab Kimora sambil tersenyum simpul.


Kemudian mereka semua beranjak dari meja makan, dan segera berangkat ke tujuan mereka masih-masing.



Sekitar jam  setengah delapan Kimora sampai di kantor karena ini bukan yang pertama kali nya bagi Kimora jadi dia sudah tau tujuannya harus kemana.


Tapi ketika akan masuk lift, kimora berdiri menunggu pintu lift terbuka.


Ada seorang pria berdiri di sampingnya, dan orang itu juga akan masuk lift.


Tak lama pintu pun lift terbuka, Kimora dan pria itu masuk dan memang hanya mereka berdua.


Ketika kimora ingin menekan tombol lantai tujuh nya, tak di sengaja mereka menekan secara bersamaan, dan ternyata tujuan mereka sama.


Seketika itu Kimora dan pria itu saling menatap.


"Ooh maaf…" gumam Kimora salah tingkah.


"Iya,,, saya juga minta maaf." Sahut Pria itu menimpali Kimora.


Kimora yang tadinya tertunduk, langsung mendelikkan matanya ke arah sang pria.


Kimora seperti tidak asing dengan pria itu, kimora berusaha mengingatnya tapi tidak juga mengingat.


Pria itu tau Kimora sedang memperhatikannya.


"Ehmmm!" Pria itu berdehem, membuat kimora terhenyak, lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Kalau tidak salah kamu karyawan baru di sini!" Kemudian pria itu bertanya.


"Iya, kok anda tau…!" Jawab Kimora lalu balik bertanya.

__ADS_1


"Iya kemarin saya sempat melihat mu di ruangan CEO tuan Alden Diwangkara!" Pria itu memberi tau.


Dan barulah Kimora mengingatnya. Ya, pria itu adalah Rangga.


Karena hanya melihat sepintas jadi Kimora hanya samar-samar saja mengingatnya.


"Oo,,, maaf tuan saya tidak mengenali Anda." Ucap Kimora ketika menyadarinya.


Pria itu berbalik ke arah Kimora dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya dengan maksud mengajak Kimora berjabat tangan.


Dengan ragu Kimora membalas dengan kembali tersenyum dan mengulurkan tangan, dan berjabat tangan dengan pria itu.


" Perkenalkan saya Rangga, kebetulan saya juga omnya tuan Alden, saya bekerja di sini sebagai tangan kanan tuan Alden." Rangga memperkenalkan dirinya.


"Saya Kimora…!" Kemudian jawab Kimora.


"Senang berkenalan denganmu nona Kimora…!" Sahut Rangga.


"Selamat bergabung di perusahaan Diwangkara group, dan semoga betah bekerja sama dengan kami." Kemudian lanjut Rangga.


"Iya,,, terimakasih tuan!" Jawab Kimora sambil menari tangannya.


Rangga tersenyum melihat tingkah Kimora yang terlihat gugup dan salah tingkah.


'menarik sekali jika aku dan Alden sama-sama menyukai gadis ini.' batin Rangga.


Kemudian di pintu lift terbuka. Kimora berjalan keluar dari lift menuju ruangannya berdampingan dengan Rangga.


Di waktu yang bersamaan Alden pun keluar dari lift yang di khususkan untuknya, tentu saja Alden melihat momen kebersamaan Rangga dan Kimora.


'Kurangajar… Rangga benar - bener ingin menikung ku…!' hati Alden terasa panas, ia terbakar api cemburu.


"Sial anak baru itu sudah mulai tebar pesona…! Aku saja yang sudah lama kerja di sini belum pernah dapet perhatian dari petinggi - petinggi di sini, tapi dia baru saja mulai kerja sudah berjalan berdampingan dengan tuan Rangga." gumam Sinta penuh kebencian, karena mendapat saingan baru.


Jam kerja pun dimulai…


Kimora mulai mengerjakan tugas yang diajarkan oleh Sinta kemarin.


Kimora masuk ke ruangan Alden untuk memberikan berkas-berkas yang harus Alden pelajari lalu ia tandatangani.


Kimora mengetuk pintu sebelum masuk.


"Tok,,, tok,,, tok…!" Suara pintu diketuk.


"Permisi tuan…!" Seru Kimora.


"Masuk…" perintah Alden.


"Maaf tuan ini berkas laporan keuangan dari beberapa kantor cabang." Kimora menyodorkan beberapa map di depan Alden.


"Simpan di sana…" perintah Alden, mengarahkan dengan lirik kan matanya, tanpa menunjuk dan menatap kepada Kimora.


Kimora segera meletakkan berkas itu di samping meja Alden sesuai arahan Alden.


Meskipun tanpa menunjuk dengan tangan dan tanpa menatap ke arah Kimora, tapi Kimora mengerti.


"Baik tuan, apa ada yang bisa saya kerjakan?" Tanya Kimora memastikan apa Alden masih butuh bantuan nya di sana.

__ADS_1


"Ya tunggu dulu sebentar." Perintah Alden.


Kemudian kimora tetap berdiri di samping Alden dengan menundukkan kepalanya.


Lalu tiba-tiba masuklah seorang wanita muda berperawakan tinggi langsing dan seksi.


Kimora mengerutkan keningnya ketika melihat wanita itu, 'ini bukan nya wanita yang kemarin yang ku lihat di lift bersama seorang pria itu.


'Oo jangan - jangan…!' pikir Kimora, ia langsung curiga, keponakan yang mereka bicarakan adalah Alden.


Tapi Kimora tetap diam pura - pura tidak tau apa - apa.


"Hay sayang…!" Sapa perempuan itu langsung bergelayut manja memeluk Alden dari belakang kursi Alden.


Alden berusaha menghindar dan melepaskan diri dari perempuan itu.


"Chik,,," Alden berdecak kesal.


"Lepaskan…! Aku sedang bekerja jangan ganggu aku!" Seru Alden kesal.


"Aku kangen sama kamu,,, sudah lama kita tidak bertemu…!" Ucap Anggi manja.


"Untuk apa bertemu denganku, kamu bukan siapa - siapaku!" jawab Alden ketus.


Karena mendapat penolakan dari Alden, Anggi merasa kesal, lalu ia melirik ke arah Kimora dan melampiaskan kekesalannya kepada kimora.


Anggi melepaskan pelukannya, dan beralih menatap ke arah kimora.


"Hey,,, siapa kamu?" tanya Anggi kepada kimora karena Anggi baru kali ini melihat kimora di sana.


"Maaf Nona saya karyawan baru di sini." jawab Kimora.


"Hmm ...! pesuruh rupanya" Anggi tersenyum sinis.


"Pantas saja, tidak tau malu, tidak tau sopan santun." sergah Anggi.


Ucapan Anggi begitu menusuk di jantung kimora.


Alden langsung menghentikan aktivitasnya yang sedang menatap layar laptopnya.


Alden tidak terima Anggi mengatai kimora.


"Heh,,,, jaga ucapan mu, apa hak mu bicara seperti itu kepada karyawan ku!" Alden membela kimora.


"Maaf sayang,,, harusnya kan dia keluar karena ada aku di sini, dia malah tetap berdiri di sini!" Ucap Anggi seakan mengadu.


"Dia di sini atas perintah ku...!" tegas Alden.


"Kamu yang tidak tahu malu, tidak punya sopan santun, main masuk sembarangan ke ruangan orang tanpa permisi." ketus Alden mengingatkan sikap Anggi.


"Tapi sayang..." terhenti.


"Keluar...!" sergah Alden memotong ucapan Anggi.


"Sayang,,, aku ke sini atas perintah mamimu..."Anggi mencari pembelaan.


Tapi Alden tidak peduli dan tetap mengusir Anggi dari ruangannya.

__ADS_1


 


__ADS_2