
Dan akhirnya Kimora diantar pulang oleh Alden dan kali ini Alden mengendarai mobilnya sendiri sebab ia ingin lebih dekat mengenal kimora.
Jika ada orang lain termasuk supir Alden merasa risih untuk berbicara lebih leluasa dengan Kimora.
di perjalanan awalnya memang hanya ada keheningan di antara mereka.
namun setelah beberapa saat Alden membuka percakapan dengan menanyai kimora tentang kehidupannya.
Awalnya menanyakan alamat kimora, kemudian Kimora memberitahunya alamat lengkap rumah bibinya.
"Wah lumayan jauh juga ya rumahmu?" seru Alden
"Ya tuan, tapi itu bukan rumahku, Aku tinggal di sana bersama keluarga Bibiku." terang Kimora
Kemudian lama kelamaan Alden lebih lanjut menanyai Kimora.
Dan kimora pun menjelaskan yang sejujurnya tentang kisah hidupnya, bahwa dia adalah seorang gadis desa yang baru saja lulus sekolah, dan kabur ke kota. karena akan dinikahi juragan sayur untuk menebus hutang-hutang orang tuanya.
mendengar cerita Kimora Alden merasa terenyuh hatinya.
Ternyata kehidupan Kimora begitu rumit lebih rumit daripada dirinya.
"Oh jadi kamu ke sini karena kamu kabur dari orang yang akan menikahimu." ucap Alden berasumsi.
"Iya...!"
"Maaf kalau boleh tau, orang tuamu berhutang untuk apa? " tanya Alden penasaran.
"Almarhum ayahku sakit keras dan butuh banyak biaya untuk pengobatannya, sudah banyak harta benda yang Ibu jual untuk pengobatan ayah, namun semua itu tidak cukup untuk biaya berobat dan dengan terpaksa ibu harus melakukan pinjaman untuk biaya Ayah berobat lalu akhirnya Ibu meminjam kepada Pak Hasan, tapi akhirnya Ayah tetap pergi meninggalkan kami dan meninggalkan banyak hutang."
"sesungguhnya ibuku selalu mencicil hutang-hutang itu dari hasil panen sayurannya, tapi Pak Hasan menganggap Ibu hanya membayarkan bunganya saja padahal dalam perjanjian hutang piutang itu tidak ada bunga, dan tidak ada perjanjian aku akan dijadikan sebagai pelunas hutang."
"Tapi setelah semua berlalu, saat pak Hasan ingin menikahi ku , dan aku menolak, Pak Hasan malah menganggap semua cicilan ibu sebagai bunganya dan ia malah menaikkan bunganya dua kali lipat hingga hutang ibu bertambah lebih banyak."
"Itulah mengapa saya bisa berada di sini sekarang" kimora menceritakan semuanya kepada Alden.
Setelah mendengar semua cerita Kimora, Alden mengingat malam pertama pertemuan mereka.
Lalu Alden bertanya lagi, "Apa pada saat kamu kabur di malam Minggu, tanggal lima belas, tiga bulan yang lalu?". tanya Alden memastikan
Kimora mengerutkan kening mendengar pertanyaan dari Alden dalam benak kemora berpikir dari mana Alden tahu malam dan tanggal saat dirinya kabur dari desanya.
"Kamu kabur ke pasar pelelangan sayuran kan? kurang lebih pada pukul dua belas dini hari." tegas Alden.
Kimora benar-benar syok mendengar apa yang di ucapkan oleh Alden.
"Tuan! Mengapa anda tahu semua tentang itu?" Kimora merasa heran, dan tanpa disadari Kimora mengiyakan semua yang dikatakan oleh Alden.
__ADS_1
"Ya tentu aku tahu Kimora, apa kamu lupa pada malam itu ada seorang pria yang juga sedang melarikan diri dari kejaran para bodyguard, di sana orang yang mengejarmu dan para bodyguard itu bertemu dan ketika itulah pria itu bersandiwara dengan mencium bibirmu." ucap Alden mengingatkan lebih detail tentang kejadian malam itu.
Dan alangkah terkejutnya Kimora mendengarnya, wajah Kimora langsung berubah merah ia salah tingkah karena menyadari Alden mengetahui apa yang terjadi malam itu. dengan refleks Kimora menutup mulutnya.
"Kimora apa kamu lupa tentang kejadian itu?" tanya Alden memastikan.
Tapi Kimora tidak menjawab Ya hanya tercengang mendengar penuturan dari Alden dadanya terasa sesak, hatinya bergemuruh ia berusaha melupakan kejadian itu, karena ia anggap itu adalah suatu dosa yang tidak ingin Ia ingat-ingat lagi karena seseorang telah merenggut kesucian bibirnya.
"Kimora jawab aku apa kamu lupa tentang kejadian itu? "Alden kembali bertanya untuk meyakinkan dirinya.
tapi tetap Kimora tidak menjawabnya Ia hanya menunduk lesu tak sanggup berkata-kata karena menurut Kimora itu adalah sebuah aib yang tidak perlu diungkit lagi.
"Kimora Apa kamu tahu pria itu siapa?" tanya Alden kepada Kimora.
Kimora hanya menggelengkan kepala karena dia memang tidak tahu siapa pria itu.
"Pria itu aku Kimora!" pengakuan Alden.
seketika itu Kimora langsung menatap wajah Alden dan membulatkan matanya, "apa!" gumam Kimora tidak menyangka.
Aldin pun menjelaskan awal mula Mengapa dia dikejar para bodyguard pada malam itu.
Ya, semua ada kaitannya dengan yang Kimora tahu yaitu perjodohannya dengan Anggi, Kimora mengerti tentang hal itu.
Tapi Kimora tidak terima karena Alden telah mencium bibirnya tanpa aba-aba dan tanpa permisi.
" Lalu mengapa anda melakukan hal itu kepada saya? padahal anda tidak mengenal saya begitu juga saya tidak mengenal Anda?" tanya Kimora tidak habis pikir.
Ya, memang benar sih pikir Kimora, Tapi tetap saja hal yang tidak sopan melakukan hal itu kepadanya.
Ada rasa kesal, kekecewaan dalam hati Kimora saat tahu bahwa Alden lah orang yang telah melakukan pelecehan kepadanya, tapi Kimora tidak bisa mengungkapkannya kimora hanya diam dan memalingkan mukanya, tidak keluar sepatah ataupun kata dari bibir kimora.
"Aku tau kamu pasti kecewa dan marah kepada ku Kimora, tapi semua telah terjadi dan aku menyesali itu, aku berbulan-bulan menunggumu datang untuk meminta pertanggung jawaban dari ku, bahkan aku sering datang ke tempat itu, berharap bisa bertemu lagi denganmu di sana!"
"Apa! aku datang menemui?" tanya kimora, tidak logis menurutnya, datang ke mana kimora menemui Alden.
Dan pertanggung jawaban seperti apa yang akan kimora tuntut.
"Ya Kim! karena aku sempat memberikan kartu namaku padamu, di sana sudah pasti tertera namaku, nomer telepon ku, dan alamat kantor ku, tapi jangan kan datang menemui ku, sekedar menghubungi ku saja kamu tidak pernah, bahkan kamu tidak mengingat nama ku...!"
Ya Kimora baru mengingat akan hal itu, "Karena aku sendiri tidak pernah melihat kartu nama itu! aku tidak tau ada di mana kartu itu." gumam Kimora.
"Aku pun berusaha untuk menutupi kejadian itu, karena itu sebuah aib bagiku, aku tidak ingin mengingat-ingat hal itu, kehidupan ku terlalu rumit hingga tidak ada waktu bagiku untuk mengingatnya." terang Kimora.
"Kimora padahal kamu bisa datang kepada ku dan meminta sejumlah uang untuk membayar hutang-hutangmu." ucap Alden.
"Apa!" pekik Kimora tidak terima mendengar apa yang di ucapkan oleh Alden.
__ADS_1
"Lalu apa bedanya menikah dengan pak Hasan jika begitu caranya, itu sama halnya aku menjual diri." Kimora kesal.
"Bukan begitu maksudku Kimora!" Alden panik karena Kimora salah paham.
Kemudian Alden menepikan mobilnya untuk menjelaskan maksud Alden yang sebenarnya bahwa Alden menyukai Kimora dan ingin menikahinya, hanya saja Alden salah bicara.
"Kenapa berhenti di tempat sepi?" tanya Kimora panik, karena curiga Alden akan berbuat yang tidak-tidak lagi.
Kimora berusaha untuk keluar dari dalam mobil, berniat untuk kabur dan minta tolong, tapi Alden mengunci pintu mobilnya sehingga kimora tidak bisa keluar.
Kimora makin panik menghadapi situasi seperti itu dan akhirnya kimora berteriak minta tolong, "Tolong.... siapa pun tolong aku!!!" teriak Kimora dari dalam mobil.
melihat itu Alden pun merasa panik dan berusaha untuk menenangkan Kimora.
"Tenang Kimora, tenang...!" tapi Kimora makin panik dan histeris.
Lalu Alden tidak mampu meredam emosi Kimora dengan ucapannya, kemudian Kimora berusaha menenangkan Kimora dengan memeluknya, tapi bukannya mereda Kimora malah makin ketakutan dan memberontak.
Kimora sampai menangis, "Tolong tuan jangan lakukan ini kepadaku, meskipun aku orang miskin tapi jangan manfaatkan aku seperti ini, berbelas kasihlah tuan... ingat aku pernah menyelamatkan nyawa mu, anggap saja ini permohonan ku sebagai imbalan untuk itu, jadi aku mohon lepaskan aku jangan ambil kesucian ku seperti ini...!" Kimora memelas dalam tangisannya.
karena kimora tidak bisa melepaskan diri, sebab Alden memeluknya dengan erat.
"Tenang kimora, tenang lah dulu! aku berjanji tidak akan menyakitimu!" ucap Alden.
"Tapi tuan,,, jika seperti ini, melakukan hal itu dengan paksaan di luar pernikahan akan tetap menyakiti ku!" jawab kimora masih salah paham.
'Ya ampun ternyata dia masih salah paham kenapa ku!" batin Alden.
Lalu Alden melepaskan pelukannya, agar Kimora tidak merasa ketakutan atau salah paham kepadanya.
"Oke,,, oke,,, kamu tenangkan dulu dirimu...!" ucap Alden dengan nada lebih lembut.
tapi Kimora masih terisak ketakutan, namun ia lebih tenang dari sebelumnya karena merasa Alden pun lebih tenang.
"Kimora tidak ada sedikit pun dalam hati ku ingin menyakiti mu apa lagi merenggut kesucian mu, meskipun memang aku sangat menyukaimu!" Ucap Alden mengutarakan isi hatinya.
"justeru aku sangat berterima kasih kepada mu, karena kamu selalu menyelamatkan ku dalam kesulitan, aku berhutang Budi kepadamu kimora, mana mungkin aku tega menyakiti mu!" Sambung Alden
"Kimora aku ingin sekali membalas semua kebaikanmu, agar aku tidak merasa berhutang kepada mu, aku mohon izinkan aku membantu mu, untuk melunasi semua hutang-hutang mu kepada juragan sayur itu." akhirnya Alden bisa mengutarakan maksud hatinya.
Kimora terdiam dan menatap wajah Alden, Kimora mencari ketulusan dari wajah itu.
"Ya Kimora, aku bersungguh-sungguh ingin membantu mu." ucap Alden meyakinkan Kimora.
Tapi Kimora tidak mampu menjawab, sepertinya kimora masih sangat syok dengan apa yang telah terjadi.
"Oke, maafkan aku telah membuat mu ketakutan Kimora...!" Akhirnya Alden merasa putus asa untuk berbicara dengan Kimora dalam keadaan kimora seperti itu, karena Kimora tidak memberikan respon apapun.
__ADS_1
lalu Alden kembali melajukan mobilnya menuju alamat yang telah Kimora sebutkan sebelumnya.
Dan setelah beberapa waktu mereka pun sampai di rumah bibi Kimora.