Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
44. Pulang


__ADS_3

Kini waktunya Bu Inah pulang.


Karena kondisi Bu Inah sudah sangat sehat, ia pun sudah sangat bosan terus-menerus berada di rumah sakit .


karena pembangunan rumahnya pun sudah selesai, kini Bu Inah pun di izinkan pula oleh Rangga.


Kalau pihak rumah sakit sudah sedari kemarin - kemarin mengizinkan Bu Inah untuk pulang, tapi karena permintaan khusus dari Rangga sehingga kepulangan Bu Inah di tanah, agar memudahkan Kimora dalam menjaga suami dan ibunya, pikir Rangga sehingga mengambil keputusan seperti itu.


Sedangkan Alden masih harus menjalani perawatan.


Tapi Alden memaksa ingin pulang bersama Kimora dan Bu Inah, sehingga Rangga tidak bisa menahannya lagi.


"Pokoknya aku juga harus ikut pulang hari ini, kalau tidak aku akan kabur dari sini!" ancam Alden karena Rangga, khawatir akan terjadi sesuatu kepada Alden .


"Ga,,, aku tuh sudah sehat, aku baik-baik saja, jika pun kamu ngajak ku bergulat saat ini aku sanggup meladenimi." Alden malah menantang bergulat dengan Rangga.


"Sorry,,, gua nya yang ogah...!" jawab Rangga ketus.


"Ga... kamu menyepelekan ku, apa kamu takut sama aku...!" pekik Alden karena tidak mendapat tanggapan sesuai keinginannya.


"Eeeh keponakan ku sayang,,, mana berani aku melawan mu, aku sangat menyayangi mu, saat kamu dinyatakan telah meninggal kamu tau? hidup ku terasa hancur berkeping-keping." terang Rangga sengaja di buat lebay, tapi memang seperti itu kenyataannya.


"Untung saja kamu tidak tau seperti apa aku perustasi nya saat itu." sambung Rangga.


"Beneran...?" Alden kurang yakin.


Saat ini Alden hanya berdua saja dengan Rangga. karena Kimora sedang bersama ibunya bersiap untuk pulang.


"Ga.. kamu sudah dapat rumah buat Bu Inah tinggal?" tanya Alden serius.


"Percayakan saja semuanya kepada ku. aku pasti memberikan yang terbaik untuk mereka." jawab Rangga penuh percaya diri.


"Oke kamu memang selalu bisa untuk diandalkan dalam segala hal."sahut Alden tidak pernah kecewa dengan hasil kerja Rangga.


Tapi Rangga tidak pernah bercerita bahwa dirinya telah membangun rumah Bu Inah. karena Rangga ingin memberikan kejutan kepada semuanya.


karena permintaan Alden yang terus saja memaksa ingin pulang akhirnya Rangga meminta izin secara paksa untuk Alden diperbolehkan pulang.


Dan secara terpaksa pula pihak rumah sakit mengizinkan Alden untuk pulang, tentunya dengan catatan tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada Alden setelah kepulangannya dari rumah sakit.


Kemudian dokter dan suster datang menemui Alden, untuk mengecek kondisi terakhir kali sebelum kepulangannya.

__ADS_1


Setelah proses pemeriksaan selesai, suster membuka selang infusan Alden. dengan begitu Alden sudah di perbolehkan untuk pulang.


Tidak lama Kimora datang ke ruangan Alden untuk memastikan keputusannya seperti apa. Apa Alden boleh pulang atau tidak.


Saat Kimora masuk, Rangga selalu tertegun ketika melihat Kimora.


Karena perasaan Rangga yang sangat menyukai Kimora belum bisa di hilangkan, dan bukan nya berkurang rasa itu semakin hari semakin bertambah.


"Kimo...!" Seru Rangga seperti terkejut melihat kedatangan Kimora.


{ Hay,,, semuanya para readers ku untuk panggilan sayang kimora aku ganti ya jadi Kimo...! bukan Kikim lagi, karena temenku dari luar daerahku bilang Kikim itu artinya tidak bagus di daerah nya maka dari itu ku ganti jadi Kimo... Atau Kimi... semoga Kalian tetep suka dengan panggilan baru Kimora... Terimakasih 🙏🙏🙏 😊}


Tapi beda dengan Alden ia begitu senang melihat kedatangan sang istri.


"Sini sayang...!" panggilan Alden, agar Kimora mendekat ke arahnya.


"lihat ini,,,!" tunjukkan Alden kepada bekas selang infus yang di tutup perban.


"Kenapa...?" Kimora bingung tidak mengerti dengan maksud Alden, karena ia hanya melihat sebuah perban yang menempel di sana.


"Ini sayang... selang infusnya sudah di lepas, itu artinya aku sudah boleh pulang." kemudian Alden menjelaskan.


"Beneran kamu sudah boleh pulang?" Kimora tidak yakin, sebab Kimora tau jadwal kepulangan Alden dari rumah sakit sekitar dua hari lagi, menurut informasi yang kimora tau.


"Iya, ini buktinya sudah di lepas." Alden meyakinkan, sambil kembali menunjukan bekas infusan di tangannya.


"Tapi aku lihat kamu masih sangat pucat, apa tidak akan apa-apa kalau kamu pulang sekarang." melihat keadaan Alden Kimora merasa kurang yakin.


"Tentu tidak,,, !" tegas Alden.


Rangga hanya diam saja, karena percuma saja berdebat dengan Alden jika dia sudah menginginkan hal itu tidak akan bisa di ganggu guat.


Suster kembali dengan membawakan Alden kursi roda dan akan mengantarkan Alden sampai lobby rumah sakit.


Sedangkan Bu Inah sudah menunggu di parkiran bersama Darman dan Ibrahim.


Dan selang beberapa lama, Alden , Kimora dan Rangga serta suster suster tiba di lobby rumah sakit.


Darman dan Ibrahim segera menghampiri untuk membantu Alden masuk kedalam mobil sedangkan Bu Inah sudah berada di dalam mobil.


Setelah Alden masuk ke dalam mobil, lalu di ikut oleh Kimora dan Rangga.

__ADS_1


Sedangkan Darman dan Ibrahim mereka pulang mengendari motor mereka.


Setelah menempuh waktu perjalanan di perempat jalan Bu Inah bertanya, "Maaf tuan kita akan ke mana?"


"Pulang Bu kerumah ibu!" jawab Rangga.


"Rumah ibu...?" Bu Inah meyakinkan ucapan Rangga.


"Iya Bu!" jawab Rangga dengan yakin.


"Maaf tuan, Ibu tidak mengerti rumah ibu yang mana, sedangkan tuan tau sendiri rumah ibu telah hangus terbakar, bahkan sudah rata dengan tanah." Bu Inah kembali bertanya, dan memperjelas maksud dari pertanyaannya.


"Udah Bu kita lihat saja nanti!" jawab Rangga membuat semua yang berada di dalam mobil merasa penasaran, terutama Bu Inah dan Kimora.


"Ini kan jalan menuju rumah kita Bu?" ucap Kimora ketika menyadari arah mobil melaju.


"Iya Kim..." sahut Bu Inah.


Rangga hanya tersenyum mendengarnya.


Tapi Alden merasa curiga pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Rangga, Alden yakin itu.


Dan selang beberapa waktu mobil yang di naikin oleh mereka sudah memasuki pekarangan sebuah rumah yang terlihat masih sangat baru mulai dari jalannya yang terlihat baru saja di bangun. dan dari bangun itu sendiri.


Tapi melihat lingkungan sekitarnya Kimora dan Bu Inah merasa tidak asing lagi dengan semuanya.


"Rumah siap ini, ko tempat nya seperti di rumah kita Kim...!" seru Bu Inah masih merasa bingung dengan situasi.


Saat mobil sudah benar - benar berhenti, Rangga meminta mereka semua untuk turun.


"Ayok turun Bu, tidak usah bingung nanti saya jelaskan di dalam rumah." ucap Rangga.


Kemudian Rangga memapah Bu Inah membantunya untuk turun dari mobil. kemudian di susul oleh Kimora yang juga membantu memapah Alden untuk turun.


Kemudian setelah semuanya turun dari dalam mobil, Rangga mempersilahkan semuanya untuk masuk kedalam rumah.


Dengan ekspresi wajah bingung, terperangah Kimora dan Bu Inah melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.


melihat pekarangan sekitar Bu Inah yang itu pekarangan rumah nya, tapi mengapa rumahnya bisa berubah bagus dan baru, dalam waktu sekejap, sungguh sulit di percaya menurut pemikiran Bu Inah.


Karena itu Bu Inah ragu untuk mengakui bahwa rumah itu adalah rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2