
Hari berganti malam… Kimora pun hendak pulang, tapi sebagai asisten pribadi Alden ia memang harus menunggu Alden lebih dulu pulang, atau harus seizin Alden jika ingin pulang lebih dulu, dan memang Kimora masih ada beberapa yang masih ia kerjakan.
Karena Alden masih ada di ruangannya, Kimora sebagai asisten pribadinya tidak bisa lebih dulu pulang.
Tapi Kimora memang masih sangat bersemangat meskipun hari ini banyak sekali kejadian yang ia alami.
Sampai pada saat Rangga melintasi di depan ruangan Kimora, Rangga melihat lampu ruangan kimora masih menyala, Rangga curiga kimora masih ada di dalam, kemudian Rangga mengintip dari kaca, dan memang Kimora masih sibuk mengerjakan pekerjaan yang Alden berikan kepadanya.
Kemudian Rangga mengetuk pintu karena hendak masuk ingin menghampiri Kimora.
"Tok,,, tok,,, tok,,,!" Pintu ruangan Kimora di ketuk.
"Permisi,,,!" Seru Rangga sambil membuka pintu.
"Eeh,,, anda tuan Rangga!" Kimora sedikit terkejut Karena Rangga menemuinya.
"Hay Kimora…!" Sapa Rangga.
"Hay juga tuan…!" Sahut Kimora.
"Kamu belum pulang…?" Tanya Rangga.
"Belum tuan sebentar lagi selesai nanggung." Ucap Kimora.
"Kamu tidak sedang menunggu Alden pulang duluan kan!" Rangga menebak.
"Tidak tuan!" Jawab Kimora.
Lalu Rangga memberi tau Kimora tidak usah merasa tidak enak hati jika sudah ingin pulang, karena jam kerja memang sudah habis, jika pekerjaan tidak terlalu penting dan memang kondisi sudah lelah, lebih baik izin pulang duluan, tidak usah menunggu Alden karena Alden bisa sampai pagi berada di sana, itu memang kebiasaan Alden yang malas untuk pulang.
"Ayo pulang Kimora, ini sudah jam sembilan, tidak baik seorang gadis pulang larut malam!" Ucap Rangga mengingatkan.
Kimora memang sengaja lembur untuk menambah penghasilannya, untuk melunasi semua hutang - hutangnya.
"Tapi ini sudah malam Kimora…!" Rangga kembali mengingatkan, karena sepertinya Kimora enggan untuk pulang.
"Kamu pulang naik apa?" Tanya Rangga kepo.
"Naik angkot tuan…!" Jawab Kimora.
"Apa!" Pekik Rangga.
"Iya…!" Jawab Kimora lagi.
"Apa masih ada angkot jam segini ke rumah mu?" Tanya Rangga lagi.
"Ya tuhan…!" gumam Kimora, baru menyadarinya, kalau malam memang sudah tidak ada angkot yang beroperasi di kawasan perumahan bibinya.
__ADS_1
"Tapi ya sudah! aku bisa pesan ojek online tuan!" Kemudian solusi Kimora.
"Tidak usah biar ku antar pulang, sekalian aku juga mau pulang…!" Ucap Rangga
"Tapi tuan…" ucapan Kimora terhenti, kimora ingin menolak karena merasa tidak enak hati.
"Jangan menolak…" Rangga memotong ucapan Kimora.
Kemudian Rangga membantu membereskan semua pekerjaan Kimora, lalu membantu merapikan meja kerjanya.
"Ayok sekarang aku antar pulang!" Ajak Rangga.
"Tunggu sebentar saya pamit dulu sama tuan Alden." Kimora.
Lalu mereka berdua (Rangga dan Kimora) bergegas menuju ruangan Alden.
"Tok,,, tok,,, tok,,," Kimora mengetuk pintu ruangan Alden.
Tapi Rangga segera masuk menerobos setelah kimora mengetuk pintu, tanpa menunggu di persilahkan masu terlebih dahulu oleh yang punya ruangan.
Alden pun langsung menatap kearah pintu dan melihat Rangga masuk dan diikuti oleh Kimora.
Alden merasa curiga ada at mereka berjalan berduaan menemuinya.
"Ada apa ini?" Tanya Alden.
"Astaga…" ucap Alden sambil menepuk jidatnya, ia baru menyadari bahwa Kimora masih di sana di jam yang hampir tengah malam.
"Maaf Kimora aku lupa tidak menyuruhmu untuk pulang duluan." terang Alden.
"Iya tuan ini saya mau izin pulang." Jawab Kimora
"Ya! tapi tunggu, biar aku yang antar kamu pulang! "Ucap Alden menahan kimora agar menunggunya.
Kimora langsung menatap Rangga, karena Rangga lebih dulu yang ingin mengantar Kimora pulang.
Rangga pun membalas tatapan Kimora, lalu Rangga segera mencegah Alden untuk tidak mengantar Kimora pulang.
"Eh kamu nggak usah repot-repot kerjakan saja pekerjaanmu sampai selesai, jika mau lembur sampai pagi juga boleh! biar Kimora aku yang mengantar pulang. "Cegah Rangga kepada Alden.
Tentu saja Alden tidak terima mendengar apa yang diucapkan oleh Rangga.
"Hei apa-apaan kamu, aku ini bosmu kenapa kamu yang mengaturku harusnya kamu yang lembur, Aku perintahkan kamu untuk lembur malam ini sampai pagi! tidak usah kamu ikut campur dalam urusanku, Kimora asistenku jadi dia tanggung jawabku dan aku yang akan mengantar dia pulang. " Sergah alden kesal.
Kemudian Alden dan Rangga mereka malah berseteru berebut ingin mengantarkan Kimora pulang.
Kimora kini berada dalam situasi yang sangat bingung melihat Om dan keponakan nya berebut ingin mengantarkan dirinya pulang.
__ADS_1
"Oh Tuhan harus bagaimana aku?" Gumam Kimora.
Kemudian Kimora melerai keduanya, "sudah, sudah, jangan ribut biar aku pulang sendiri aku sudah memesan ojek online untuk mengantarku pulang. "Ucap Kimora.
"Permisi." Kimora lalu bergegas pergi meninggalkan keduanya.
Tapi keduanya ( Alden dan Tangga) malah saling menatap, dengan tatapan datar. Ketika menyadari Kimora sudah berlalu meninggalkan mereka keduanya pun berhamburan mengejar Kimora.
"Kimora tunggu!" seru mereka secara bersamaan
Tapi Kimora tidak menggubrisnya.
Kimora tetep bergegas pergi.
Para karyawan yang masih ada di sana menatap keduanya dengan tatapan bingung.
Timbul kecurigaan dalam benak mereka Mengapa dua petinggi perusahaan bisa berhamburan mengejar Kimora yang hanya sebagai karyawan baru.
Semua karyawan bergosip ria membicarakan Kimora.
Apa lagi Sinta yang berada di antara para karyawan, dan makin menghasut mereka agar membenci Kimora.
…
Di lobby kantor Kimora ditarik oleh Alden, untuk jangan dulu pulang, karena Alden yang lebih dulu berhasil mengejar Kimora.
"Kimora… tunggu ini perintah!" Seru Alden, dan berhasil menghentikan langkah Kimora.
"Tapi saya harus segera pulang tuan…!"
"Iya saya tau dan saya yang akan mengantarmu pulang!" Alden memaksa.
Saat Rangga mendekati mereka berhasil mengejar Kimora dan Alden.
Alden malah menyetop Rangga untuk jangan mendekat.
"Stop, jangan ikut campur ini urusan ku!" Ucap Alden dengan gerakan tangan menyetop ke arah Rangga.
Karena Alden terlihat serius, dia tidak sedang bercanda Rangga tau itu, dan akhirnya Rangga mengalah, lalu membiarkan Alden yang mengantar Kimora pulang.
Perasaan Kimora merasa tidak enak hati kepada Rangga, karena dari awal Rangga yang telah membantunya menyelesaikan pekerjaannya, lalu membantu merapikan mejanya karena ingin mengantarnya pulang, tapi nyatanya Alden lah yang malah mengantar Kimora pulang.
Kimora menatap Rangga dengan tatapan memelas.
Tapi Rangga tersenyum kepada Kimora sambil menganggukkan kepalanya memberi isyarat bahwa dirinya tidak apa-apa, dan kimora tidak usah merasa tidak enak hati kepadanya.
Kimora membalas senyuman Rangga dengan tersenyum kaku.
__ADS_1