Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
7. Sampai Di Tempat Tujuan


__ADS_3

Niat hati Ibrahim ingin menghibur Kimora dengan candaannya, eh! Kini malah ia yang terlihat murung karena kecewa.


'Apa salahnya sih kalau emang aku cinta sama kamu, dan kamu juga suka sama aku, masa aku harus menyingkirkan Darman terlebih dahulu.'


'Walaupun si curut sering nyebelin, tapi aku juga gak bakalan tega buat nyakitin dia.' Batin Ibrahim.


"Iim,,,,!" Seru Kimora.


"Ya…" Jawab Ibrahim.


"Aku gak nyangka hidup aku bakalan seperti ini!" Ucap Kimora.


"Aku gak tau kedepannya akan seperti apa, aku bingung im! Aku biasa hidup sama Ibu dan bareng kalian, di sana nanti aku gak tau mau ngapain, sama bibiku sendiri aku tidak begitu kenal, aku tidak yakin bisa bertahan hidup di sana nanti!" Kimora mengungkapkan rasa bingungnya.


"Tapi aku juga gak mau nikah sama Pak Hasan." Kimora nampak sangat sedih.


"Aku tau bagaimana perasaanmu, sesungguhnya aku juga sangat berat berpisah denganmu Kim." Ibrahim pun turut merasakan apa yang Kimora rasakan.


"Canda tawa kita, kini hanya bisa kita kenang saja." Ibrahim malah membuat Kimora makin sedih.


" Kim,,, kamu harus kuat, aku yakin kamu bisa melewati ini semua, kamu tidak sendirian kami semua akan tetap ada untukmu, tetap kabari kami bagaimana keadaanmu di sana nanti!" Ibrahim mencoba menguatkan Kimora yang terlihat sedih.


"Kim,,, tidurlah dulu nanti kalau sudah sampai akan aku bangunkan." Sambung Ibrahim, karena melihat kimora seperti sangat kelelahan.


Ibrahim menarik Kimora agar mendekat dan menyandarkan kepala kimora di pundaknya agar Kimora merasa nyaman.


Ibrahim bercerita tentang apa saja, sesekali Kimora pun tersenyum mendengar cerita Ibrahim.


Setelah bercerita Ibrahim pun menyanyikan lagu Noah (semua tentang kita )


...🎵Semua Tentang kita 🎵...


^^^  VOC: noah^^^


Waktu terasa semakin berlalu


Tinggalkan cerita tentang kita


Kini, di mana kucari tawamu


'Tuk hapuskan semua sepi di hati?


Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka, saat kita Tertawa


Teringat di saat kita tertawa bersama


Ceritakan semua tentang kita

__ADS_1


Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka, saat kita tertawa.


...


Setelah Ibrahim berhasil menyelesaikan lagu tersebut, Ibrahim melihat wajah Kimora yang bersandar di bahunya.


"Kim…" Ibrahim menyebut nama Kimora tapi tidak ada jawaban.


"Kamu sudah tidur Kim? Tidurlah aku tau kamu pasti merasa sangat lelah." Gumam Ibrahim ketika menyadari Kimora sudah terlelap.


Ibrahim menggenggam tangan kimora lalu mencium tangan Kimora.


"Aku sungguh sangat sayang padamu, entah itu karena cinta, atau karena persahabatan kita." Ibrahim kembali menggumam.



Setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Ibrahim segera membangunkan kimora, sebelum ketahuan oleh mang Udin.


"Kim,,, Kikim,,, kimora…!" Seru Ibrahim membangunkan kimora.


Kimora mulai terbangun. Dengan membuka matanya, lalu menggeliat meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


" Kim,,, Ayo cepat turun, keburu mang Udin melihat mu."Ibrahim khawatir.


Karena jika mang Udin melihat kimora, dia akan merasa curiga, dan akan memberi tau Pak Hasan tentang keberadaan Kimora saat ini.


"Kita sudah sampai Im?" Tanya Kimora yang terlihat bingung merasa asing dengan pemandangan yang baru saja ia lihat.


"Iya Kim, cepat Ayo aku bantu kamu turun." Jawab Ibrahim yang sudah lebih dahulu turun.


Dan ingan memegangi Kimora, membuat kimora turun dari mobil pick up itu.


Kemudian mang Udin keluar dari mobil ingin menghampiri Ibrahim.


"Kim,,, Kim,,, cepatan ngumpet dulu." ucap Ibrahim berbisik.


Kimora yang sudah berhasil turun dari mobil segera berjongkok dan bersembunyi di balik tubuh Ibrahim.


Lalu mang Udin menghampiri Ibrahim, "Im! mamang ke toilet dulu ya kamu tunggu di sini sebentar." 


"Iya mang." Sahut Ibrahim pura-pura biasa saja, padahal hatinya harap-harap cemas.


Takut mang Udin mengetahui keberadaan Kimora di sana.


Untung cahayanya remang-remang karena memang tengah malam, jadi mang Udin benar-benar tidak bisa melihat kimora di sana.

__ADS_1


Setelah mang Udin pergi.


"Kim,,, ayo cepetan kita cari tempat aman dulu." Ibrahim menarik tangan kimora bergegas mencari tempat yang lebih aman.


Mereka menuju tempat pertokoan yang lebih sepi.


"Kim sebaiknya kamu tunggu di sini saja dulu." Sampai bibimu datang menjemputmu.


Kimora hanya menganggukkan kepalanya. Karena ia memang tidak tau harus berbuat apa.


"Kim,,, maaf aku harus meninggalkanmu di sini aku takut mang Udin mencari ku dan karena itu dia bisa menemukanmu."


"Iya im! Aku gak papa kok nanti bibi ku akan datang menjemput ku, ini kebetulan dia kirim pesan kepada ku bahwa ia sedang di perjalanan menuju kemari!" Kimora memberi tahu Ibrahim agar Ibrahim tidak mencemaskannya.


"Oke kalau begitu!" Ucap Ibrahim padahal hatinya sangat tidak tega untuk meninggalkan Kimora sendirian di sana.


Lalu Ibrahim melihat ke tempat di mana mobil mang Udin berhenti.


Dan sungguh tidak disangka ternyata disana sudah ada beberapa anak buah Pak Hasan, yang berhasil menyusul mereka ke tempat tersebut.


"Gawat Kikim… disana ada anak buah Pak Hasan rupanya, sepertinya mereka sudah tau keberadaan mu" Ibrahim memberi tau Kimora.


"Kim maafkan aku, aku harus segera kembali kesana agar mereka tidak merasa curiga." Sambung Ibrahim.


"Iya im…" Jawab Kimora panik.


"Tapi kamu gak papa kan aku tinggalin?" Ibrahim mesra berat hati.


"Ya aku gak papa kok, buruan kamu kesana sebelum mereka kesini untuk mencari kita." Kimora menyuruh Ibrahim untuk segera pergi.


"Oke,,, kamu jaga diri ya!"


"Iya…!" Sahut kimora, padahal ia pun sangat sedih dan ingin menangis tapi ia tahan dan berpura-pura tegar. Tapi meskipun begitu Ibrahim tau apa yang Kimora rasakan.


Dan akhirnya Ibrahim memeluk kimora, ketika itu kimora tidak bisa membendung lagi rasa sedihnya ia pun menumpahkan kesedihannya dan menangis tersedu-sedu di pelukan Ibrahim.


Begitu juga dengan Ibrahim.


Beberapa waktu mereka hanyut dalam kesedihan.


Tapi kimora segera tersadar lalu mengurai pelukannya.


"Im,,, cepetan pergi percayalah aku tidak apa-apa!" Seru kimora kemudian, Ibrahim pun mengangguk.


"Tapi nanti kamu telpon aku ya!" Pinta Ibrahim.


"Iya…!"


Ibrahim bergegas pergi meninggalkan Kimora seorang diri, lalu menghampiri mang Udin tapi memutar arah agar mereka tidak curiga.


"Ibrahim dari mana saja kamu?" Tanya mang Udin.


"Aku dari toilet mang menyusul mamang" Jawab Ibrahim.

__ADS_1


"Loh ngapain kalian ada di sini…!" Ucap Ibrahim menunjuk anak buah Pak Hasan, berlaga heran padahal dia sudah tau maksud dan tujuan mereka.


 


__ADS_2