Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
30. Di Rumah Bi Nuri


__ADS_3

Dan setelah beberapa waktu mereka pun sampai di rumah bibi Kimora.


...


Kimora langsung turun dari mobil Alden.


padahal Alden berniat ingin membukakan pintu mobil untuk Kimora.


"Oo kamu sudah turun rupanya." ucap Alden ketika melihat Kimora turun dari mobilnya.


"Iya tuan, Terimakasih, aku mohon jangan terlalu berlebihan." Kimora merasa risih dengan perlakuan Alden.


"Maaf kimora sudah membuatmu tidak nyaman." Ucap Alden.


Tidak lama Bibi Kimora keluar dari dalam rumah.


"Kimora syukurlah kamu sudah pulang Bibi sangat mengkhawatirkan mu!" Bi Nuri memang belum tidur karena menunggu Kimora yang belum juga pulang kerja.


Kimora dan Alden yang sedang berada di halaman rumah segera menghampiri Bi Nuri yang berdiri di teras rumahnya.


"Maaf Bi aku tidak sempat menghubungi Bibi." kemudian jawab Kimora.


"Kamu di antara siapa ini?" tanya Bi Nuri ketika melihat Alden yang mendekat kepadanya, lalu menyodorkan tangan menyalami Bi Nuri.


"Oo kenalkan Bu saya Alden, rekan kerja Kimora.!" Alden yang menjawab pertanyaan Bi Nuri usai menyalaminya.


Sedangkan Kimora hanya diam.


" Maaf Bu...! Kimora terlalu larut saya antar pulang." sambung Alden.


" Oo ya tidak apa-apa, hanya saja saya khawatir tidak ada kabar darinya seharian." Bi Nuri menjelaskan kekhawatirannya.


Karena banyak sekali kejadian yang Kimora alami hari ini jadi Kimora memang tidak ada waktu untuk sekedar memberi kabar kepada Bibinya.


"Oo ya silahkan masuk dulu mas! saya buatkan minum dulu." Bi Nuri mempersilahkan Alden untuk masuk.


Tapi Kimora mencegahnya, "Oo tidak usah Bi,,, tuan Alden akan segera pulang, beliau ingin segera istirahat setelah bekerja seharian!" Ucap Kimora, karena risih dengan keberadaan Alden di sana.


"Oo begitu ya!" gumam Bi Nuri.


Alden tersenyum merasa lucu melihat sikap Kimora yang terkesan salah tingkah.


"Tidak apa-apa ko Bu! kalau ibu memaksa, kebetulan aku memang agak haus." Alden malah sengaja ingin mampir dulu, dan berlama-lama di sana.


Kimora membulatkan matanya merasa terkejut dengan respon bosnya itu.


"Tuan...!" kemudian seru Kimora ingin protes.


"Aku ingin istirahat sebentar di sini Kim apa tidak boleh..." ucap Alden.


"Oo tentu saja boleh dong mas,,, eeh tuan!" Seru Bi Nuri antusias.


"Silahkan masuk,,,!" Bi Nuri kembali mempersilahkan Alden untuk masuk.


Kemudian tanpa basa-basi lagi, Alden masuk di ikuti oleh Kimora dari belakangnya.


"Silahkan duduk!" Bi Nuri mempersilahkan Alden untuk duduk.


"Iya,,,!" Sahut Alden dan langsung duduk.

__ADS_1


"Maaf mas, eeh tuan! ( Bi Nuri canggung harus menyebut Alden dengan sebutan apa) mau minum apa?" tanya Bi Nuri.


" Bu panggilan saja mas... tidak usah tuan." pinta Alden kepada BI Nuri.


"Oo iya mau minum apa mas?" tanya Bi Nuri lagi.


"Tidak usah repot-repot Bu, air putih saja sudah cukup." pinta Alden tidak mau merepotkan.


"Aah masa iya air putih, saya akan buatkan teh hangat saja ya tuan!" ucap Bi Nuri.


"Ya sudah kalau tidak merepotkan...!" kemudian Alden mengiyakan.


Kimora memang hanya diam tapi ia ikut duduk bersama Alden.


Alden menatapnya saat tengah duduk bersamanya.


"Apa?" tanya Kimora merasa risih saat Alden menatapnya.


Alden malah tersenyum merasa gemes melihat tingkah Kimora.


Tapi tidak lama Bi Nuri kembali ke ruang tamu.


"Maaf tuan,,,!" ucap Bi Nuri.


"Kenapa Bi?" Kimora merasa heran karena Bibinya terlihat bingung.


"Bibi buatkan susu coklat hangat, bukan teh hangat!" Bi Nuri memberi tau.


"Emang kenapa Bi?" Tanya Kimora lagi.


"He... he... he...!" Bi Nuri malah cengengesan.


"Ya ampun Bi...!" keluh Kimora, merasa malu dengan ulah Bibinya.


"Ya gak papa ko Bu?" sahut Alden Sambil tersenyum.


'Enak orang-orangnya gak JAIM (jaga image)' batin Alden, karena ia merasa nyaman berada di sana.


"Silahkan di minum mas!" Bi Nuri mempersilahkan, setelah menyuguhkannya.


"Terimakasih Bu...!"


Kemudian Kimora pamit untuk membersihkan diri.


karena sesungguhnya Kimora sudah sangat merasa letih, ia ingin beristirahat merebahkan dirinya setelah seharian belum sempat melakukan hal itu, tubuh terasa pegel semua, belum lagi Kimora melewatkan makan malamnya.


Jadi rasanya lumayan membuat Kimora sedikit mengeluh, untuk hari pertama ia bekerja.


Kemudian setelah Kimora berlalu, tinggallah Bi Nuri dan Alden berdua di ruang tamu, mereka berdua berbincang dengan santai dan terlihat sangat akrab.


"Bu saya sangat berhutang Budi kepada Kimora Dua kali Kimora menyematkan hidup saya." Terang Alden .


Dan menceritakan setiap kejadian yang Alden alami, mulai dari pertemuan pertama mereka, dan saat Kimora menyerahkannya dari maut.


Ya, Bi Nuri pun sedikit tercenung mendengar semua apa yang di ceritakan oleh Alden kepadanya.


"Ya, ampun jadi Kimora sempat jadi super Hero ya!" kemudian gumam Bi Nuri.


Alden tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Iya Bi...!" Jawab Alden mengiyakan.

__ADS_1


"Saya juga sudah mendengar tentang masalah yang sedang Kimora hadapi, jadi saya ingin membantunya sebagai balas Budi saya kepada Kimora." lanjut Alden.


"Tapi sepertinya Kimora menolak bantuan saya kali ini, sebab pemahamannya berbeda dengan saya, seperti Kimora salah paham, ia pikir... dengan saya membantunya sama halnya dia menjual dirinya kepada saya." terang Alden kembali.


"Saya berjanji tidak akan menuntut apapun setelah membantu Kimora Bu, saya berjanji!" Alden mencoba meyakinkan Bi Nuri agar Bi Nuri bisa membujuk Kimora supaya mau menerima bantuan darinya, karena Alden merasa kasihan, dan merasa berhutang Budi kepada Kimora sehingga ia pun merasa ini tanggungjawabnya untuk membantu Kimora.


"Kalau saya sih terserah Kimora saja mas, saya hanya sebagai Bibinya jadi tugas saya hanya melindunginya semampu saya." Bi Nuri tidak mau ikut campur dalam keputusan Kimora.


"Oke baiklah,,, terimakasih Bu!" Alden menghargai itu.


Kemudian mang Ali suami Bi Nuri baru saja pulang dari bekerja, ia langsung masuk tapi Bu sebelum itu ia mengucap salam terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum...!"


"Waalaikumsalam...!" jawab orang yang di dalam rumah.


"Eeh ada tamu rupanya?" Ucap mang Ali ketika melihat Alden .


dengan sopan Alden segera berdiri dan menyalami mang Ali.


"Siapa Bu?" tanya mang Ali tapi ia merasa tidak asing dengan penampilannya.


"Ini pak rekan kerja Kimora katanya." jawab Bi Nuri.


Kemudian mang Ali ikut duduk di ruang tamu, tapi mang Ali masih saja berusaha untuk mengingat-ingat siap gerangan orang yang ada di hadapannya mengapa ia merasa sudah pernah melihat orang tersebut.


Dan akhirnya Mang Ali berhasil mengingatnya, ternyata Alden adalah bos besar di proyek tempat ia bekerja, mang Ali pernah beberapakali melihat Alden ketika sedang meninjau proyeknya.


"Astaga!!!" gumam mang Ali terkejut, ketika menyadari bahwa orang yang sedang ada di hadapannya adalah bos besarnya.


"Kenapa pak!" tanya Bi Nuri ikut terkejut.


"Kenapa tuan ini bisa ada di sini? manamungkin beliau ini rekan kerja kimora!" mang Ali merasa tidak percaya, bos besar bisa menjadi rekan Kimora yang baru saja mulai bekerja dengan lulusan SMA rasanya mustahil bagi mang Ali.


"Memang ada apa dengan tuan ini pak?" mendengar pertanyaan suaminya Bi Nuri panik karena berasumsi yang tidak tidak.


"Ibu gak tau tuan ini siapa?"


"Tidak...!" Bi Nuri menggelengkan kepalanya karena memang yang Bi Nuri tau, dia mengaku sebagai rekan kerja Kimora.


"Tuan ini adalah bos besar, pemilik perusahaan Diwangkara group Bu, pemilik proyek di mana bapak bekerja!" mang Ali memberi tau istrinya.


"Apa!"Seru Bi Nuri tidak menyangka.


"Suuut..." Alden memberi isyarat agar mereka tutup mulut, dengan meletakan telunjuk di bibirnya, jangan sampai Kimora tau kalau Alden juga bos dari mamangnya.


Kemudian Bi Nuri dan suaminya menutup mulut mereka dengan telapak tangannya secara bersamaan.


"Maaf tuan!" ucap keduanya.


Dan tidak lama Kimora pun menghampiri mereka kembali setelah membersihkan diri dan sudah berganti pakaian.


Kimora lalu menyapa mang Ali.


"Mamang baru pulang?"


"Iya Kim...!" mang Ali menjawab pertanyaan Kimora.


Alden malah terpesona melihat penampilan Kimora yang memakai piyama tidur, dan terlihat wajah Kimora lebih segar dari sebelumnya.

__ADS_1


Belum sempat berbincang lagi, Alden segera undur diri karena waktu sudah malam.


__ADS_2