
Tapi Rangga tetap saja ingin melihatnya, lalu Alden mencegahnya, terjadilah adegan saling tarik-menarik di antara mereka, seperti pergulatan.
Dan ketika itu kimora dan Sinta masuk ruangan Alden sambil mengetuk pintu dan menyaksikan dua orang dewasa sedang bergulat.
….
Sesungguhnya Alden dan Rangga memang sering bersikap random seperti itu, kadang hanya untuk menghilangkan rasa penat karena terlalu serius dalam bekerja.
Dan karena sikap seperti itu, hubungan mereka bisa lebih akrab layaknya seorang sahabat, beda halnya hubungan Alden dengan Diki om dari Maminya, mereka sering bersitegang berselisih paham.
Kadang Alden tidak pernah mempedulikannya tidak pernah menggubris pendapat darinya, karena Alden tau Diki bersifat licik ingin menang sendiri dan pintar sekali cari muka, apa lagi soal menghasut mami Kartika dia paling jago.
Seperti perjodohan yang di lakukan mami Kartika, yang menjodohkan Alden dengan Anggi wanita pilihan Dikit.
Meskipun Alden menolak mentah-mentah tentang perjodohan itu, tapi mami Kartika tetap saja memaksa karena selalu di hasut dan di pengaruhi oleh Diki. Agar ia bisa bekerja sama dengan Anggi untuk menguasai seluruh harta yang di miliki Alden.
…
Alangkah terkejutnya Kimora dan Sinta melihat adegan Alden dan Rangga sedang bergulat.
"Astaga… ada apa ini!" Seru Sinta panik.
Seketika itu Alden dan Rangga menghentikan aksi mereka, mereka berdua pun sempat terkejut, dan menghentikan aksi mereka, Karen di lihat oleh Sinta dan Kimora.
"Ehhmmm!" Alden dan Rangga bersikap biasa saja (sok cool).
"Ada apa?" Tanya Alden kemudian.
Kimora dan Sinta masih menatap mereka dengan ekspresi wajah melongo karena masih merasa syok.
Rangga tertunduk dan tersenyum sendiri menyadari kekonyolannya bersama sang keponakan, sehingga membuat dua wanita itu terperangah karena terkejut.
"Sinta ada apa…?" Tegas Alden mengejutkan Sinta.
"E-eeh i-iya tuan…!" Sinta selalu gugup jika di tegur oleh Alden.
Kemudian Sinta berusaha menenangkan dirinya, lalu barulah ia menjelaskan apa maksudnya.
"Ba- baik tuan, saya sudah memberitahu semua tugas-tugas Nona Kimora dan sudah memberitahunya semua peraturan-peraturan di perusahaan ini, jadi untuk selanjutnya bagaimana? apa Nona Kimura langsung di persiapkan bekerja atau lebih baik pulang terlebih dahulu." Jelas Sinta kemudian bertanya.
__ADS_1
"Oh ya,,, untuk hari ini Nona Kimora pulang saja dulu, baru kembali besok untuk bekerja! "Jawaban Alden.
"Baik tuan.…!" Sahut Sinta.
Kemudian Sinta berbalik ke arah Kimora.
"Nona Kimora anda sudah dengarkan, hari ini anda pulang dulu besok anda kembali untuk mulai bekerja." Sinta mengulang ucapan Alden.
Kimora hanya mengangguk tanda bahwa ia mengerti, lalu Kimora pamit kepada semua orang di sana, "Baik kalau begitu saya permisi dulu." ucap Kimora pamit Sambil membungkukkan badan tanda hormat.
Semu membalas dengan menganggukkan kepala mereka.
Setelah itu Kimora segera berlalu dari sana dengan perasaan yang sangat bahagia, impiannya terwujudkan karena bekerja di perusahaan besar dan sebagai asisten pribadi seorang CEO.
"Tapi tunggu-tunggu… setiap hari aku akan bertemu dengannya (Alden) apa aku bisa,,,? dia terlalu cute, aku bisa senam jantung setiap waktu kalau kaya gitu, Bu Sinta saja yang sudah lama bekerja dengannya selalu salah tingkah jika berhadapan dengan bosnya itu, beda kalau lagi ngomong sama aku, dia begitu santai." Kimora bicara sendiri di dalam lift.
Tiba-tiba lift terbuka dan ada seorang wanita dan pria masuk ke dalam lift karena mereka pun hendak turun kelantai dasar, seketika itu Kimora mundur dan berada di belakang mereka.
Di dalam lift, tanpa mempedulikan Kimora karena mereka pikir tidak mengenal Kimora, si wanita bergelayut manja di pundak sang pria.
"Sayang padahal aku masih kangen banget sama kamu…" ucap sang wanita.
"Ya kalau aku kangen gimana, abisnya semalam aku kurang puas, kamu udah keburu keluar duluan." Ucap sang wanita lagi.
"Ya tapi kan kita bisa ulang nanti malam, kamu tidak perlu menemui aku di kantor, aku takut hubungan kita diketahui oleh kakak ku dan keponakan ku, jadi berabe nanti urusannya, kita akan makin sulit menjalankan rencana kita." Jawab sang pria lagi.
Ya, sepasang pria dan wanita itu adalah Diki om Alden, dia adik dari mami Kartika, sedangkan wanitanya adalah Anggi wanita yang di jodohkan oleh mami Kartika dengan putranya yaitu Alden atas hasutan dari Diki.
Kimora mendengar jelas semua percakapan mereka, dan sedikit curiga dengan pembicara mereka.
Ya sebenarnya kimora tidak tau pasti hubungan mereka seperti apa, dan siapa yang dimaksud dengan kakak dan keponakannya, tapi Kimora curiga mereka memiliki hubungan gelap terdengar dari nada pembicaraannya.
Kimora hanya diam, tapi dalam hati Kimora menggerutu, 'His dasar orang-orang mesum…'
"Lalu sekarang kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Anggi kepada Diki masih bergelayut manja.
"Kita makan siang di apartemen mu sekalian aku mau puasin kamu…" sahut Diki genit.
Kemudian pintu lift terbuka, ya tanpa menoleh dan memperdulikan keberadaan Kimora Diki dan Anggi berlalu begitu saja.
__ADS_1
"Dasar orang-orang tidak tau malu…!" Gerutu Kimora, lalu bergegas keluar dari lift, dan segera pulang untuk berbagi kabar dengan orang-orang yang ia kasihi.
…
Sedangkan di ruangan Alden, selepas kepergian Kimora, Sinta masih berdiri memaku di ruangan itu.
Seperti biasa Sinta selalu salah tingkah jika di hadapan pria tampan, apalagi kali ini Sinta berhadapan dengan dua orang pria tampan makin gugup saja dia, sehingga Sinta tidak tau apa yang akan dia lakukan dan hanya berdiam diri memaku di sana.
Alden sampai menegurnya, "Sinta ada lagi yang ingin kamu sampaikan?"
"T- tidak ada tuan…!" jawab Sinta terbata.
"Ya silahkan kembali keruang mu dan kerjakan semua pekerjaan mu…!" Perintah Alden.
"Ba- baik tuan…!" Sinta segera berlalu.
Setelah kepergian Sinta, Alden dan Rangga saling menatap dan tiba-tiba mereka malah tertawa terbahak-bahak, entah apa yang membuat mereka merasa lucu sehingga tawa mereka berdua pecah seketika itu.
Setelah merasa puas Tertawa, Rangga menyudahinya lalu mulai berbicara serius dengan menanyakan siapa wanita yang tadi bersama Sinta.
"Oo gadis itu,,,? Dia jodohku ku" jawab Alden tegas dengan pedenya.
"Aku serius bertanya…?" Rangga tidak sedang bercanda.
"Iya,,, dia gadis yang tempo hari ku ceritakan padamu, dia gadis yang aku cium tempo hari." terang Alden.
"Lalu dia datang kemari untuk meminta pertanggung jawaban dari kamu?" Tanya Rangga penasaran.
"Tidak! Dia kesini atas undangan ku…!" Tegas Alden.
"Tunggu, tunggu! Aku kok makin tidak mengerti!" Rangga menghentikan ucap Alden meminta penjelasan yang lebih detail.
"Bagaimana kamu bisa mengundangnya kesini, sedangkan kamu bilang kamu tidak tau identitasnya sama sekali…!" Ucap Rangga.
"Ha,,, ha,,, ha,,," Alden tertawa bahagia.
"Inilah yang dinamakan jodoh Angga"
Sebutan Alden kepada Rangga karena selisih mereka hanya lima tahun jadi berasa seperti sahabat, pergaulan mereka juga satu pergaulan di tambah mereka juga sudah sangat akrab layaknya sahabat bukan seperti om dan keponakan.
__ADS_1