
Kim... untuk malam ini kamu gak papa tidur bareng ibu aja, biar kamu menja-manjaan sama ibu, soalnya besok kita balik ke kota." Alden memberi kesempatan kepada Kimora untuk bercengkerama bersama ibunya. karena sebentar lagi Kimora akan menjadi milik Alden seutuhnya jika sudah berada di kota.
"Yes... !" gumam kimora bahagia, karena emang itu yang Kimora inginkan.
...
Kimora bukan tidak ingin melayani suami nya, tapi Kimora belum siap bermesraan, jika bermesraan saat itu, Kimora merasa tidak enak hati kepada Ibunya dan juga Rangga.
Intinya Kimora masih merasa malu untuk melakukan hal yang sudah seharusnya di lakukan sebagai pasangan suami istri.
Dan untungnya Alden mengerti dengan apa yang di pikiran oleh Kimora dan memintanya untuk tidur bersama sang ibu.
Tapi ketika mereka masuk kamar mereka masing-masing.
Baik Kimora dan yang lainnya tidak ada yang bisa tertidur dengan lelap, kejadian kebakaran itu menghantui mereka meninggalkan efek trauma.
Sehingga menimbulkan perasaan tidak tenang, dan membuat mereka sulit untuk terlelap.
Sekitar dini hari Bu Inah bangun dari tidurnya, dan Kimora langsung menyadari pergerakan ibunya lalu bertanya, "Ibu mau kemana?"
"Eeh kamu ke bangun ya karena ibu, ibu mau ke kamar kecil dulu mau ambil wudhu dulu." jawab Bu Inah.
"Aku ikut ya Bu!" Kimora tidak ingin di tinggalkan.
"Lah ibu kan hanya ke kamar kecil Kim... ya sudah ayo!" tapi Bu Inah memperbolehkan kimora ikut dengan nya.
Saat Kimora dan Bu Inah keluar dari kamar dan menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur, alangkah terkejutnya Bu Inah dan Kimora ternyata, Alden dan Rangga sedang berada di sana.
"Kalian sedang apa!" tanya Bu Inah.
"Eeh ibu,,, Kim...!" seru Alden dan Rangga.
"Kami sulit untuk tidur jadi memilih untuk membuat teh hangat." jawab Rangga.
Alden mengangguk mengiyakan ucapan Rangga.
"Biar aku yang buat kan." tawaran Kimora.
"Tidak usah Kim..." Rangga menolak.
Tapi Kimora tetap memaksa untuk membuatkannya.
__ADS_1
Sementara Kimora membuatkan teh, Bu Inah tetap melakukan niat awalnya.
Kimora dan suaminya beserta Rangga malah berbincang di dapur. sambil minum teh hangat dan cemilan sisa syukuran.
mereka duduk di lantai lesehan, dengan menggelar tikar.
Kimora duduk di sebelah Alden, dan Alden berada di antara Kimora dan Rangga.
Mereka ngobrol membahas masa kecil Kimora, tentang persahabatan Kimora dengan Ibrahim dan Darman.
Kimora juga menceritakan detik - detik ketika ia kabur di bantu oleh Darman dan Ibrahim.
"Oo ya ketika itu, aku penasaran sekali dengan mu, dan ingin tau jawabannya?" Alden ingin bertanya saat pertemuan pertama dirinya dengan Kimora.
Mengapa Kimora tidak mempermasalahkan tentang ciuman bibir yang Alden lakukan kepada nya.
"Yang... seperti kamu tau hidup ku sangat sulit, aku sengaja melupakan kejadian itu, dan tidak mau memperdulikannya." jawab kimora.
"Apa kamu benar benar melupakannya?" tanya Alden penasaran.
"Tidak...!" jawab Kimora.
"Sungguh...?" Alden mencari kesungguhan dari ucapan kimora.
"pertemuan ini sangat singkat wajarlah kamu tidak mengingat wajah ku, kamu sendiri tidak berani menatap ku, karena ketakutan." ucap Alden mengingat saat kejadian itu
"Tapi beda dengan ku, saat itu juga aku merasakan perasaan yang sangat berbeda sehingga aku memandang lekat wajah cantik mu di bawah sinar rembulan." Alden menceritakan apa yang ia rasakan ketika itu.
"Kamu tau saat kamu menyelamatkan ku saat insiden tali sling mesin molen putus, saat melihat wajah orang yang menyelamatkan ku adalah dirimu, betapa terkejutnya aku, dalam hati ku, aku sungguh bersyukur dengan kejadian itu, karena itu kamu datang sendiri kepada ku!" Alden masih bercerita.
"Dan ketika tau dari mu kabur dari pos security, betapa kecewanya aku, aku sampai marah dan mengamuk kepada para security yang bertugas pada saat itu, aku sampai mengancam akan memecat mereka kalau aku tidak bisa bertemu lagi dengan mu." Alden terus saja menceritakan saat kejadian itu, dan saat Kimora kabur.
" Untungnya surat lamaran kerja mu ketinggalan sehingga dengan mudah aku bisa melacak mu dan meminta Sinta untuk menghubungi mu dan ternyata kamu adalah jodohku." ucap Alden di akhir ceritanya penuh kelegaan.
Mendengar nama Sinta di sebutkan Kimora jadi Teringat tentang nya.
Lalu Kimora menanyakan bagaimana kabar Sinta saat itu.
"Jangan pikirkan dia biarkan dia sudah mendapatkan ganjaran nya sendiri." ketus Alden tidak ingin membahas tentang Sinta.
"Sayang.... kamu tidak perlu khawatir siapa pun yang menyakiti mu, berani mengusik mu akan berhadapan dengan ku, walaupun itu mami ku sendiri." ucap Alden.
__ADS_1
"Kamu jangan seperti itu aku tidak ingin mempunyai suami yang durhaka kepada orang tuanya sendiri!" Kimora tidak suka mendengar ucapan Alden.
"Oke aku tidak akan menjadi anak durhaka!!! aku berjanji kepadamu!" ucap Alden berjanji.
Kini obrolan mereka sudah lebih akrab.
Kimora mau pun Alden secara terang - terangan menceritakan perasaan masing - masing.
"Sayang,,, tuan Rangga, boleh aku minta sesuatu, maaf jika aku lancang dan banyak maunya." ucap Kimora ingin meminta sesuatu.
"Apa itu katakan lah sayang...!" Alden mempersilahkan Kimora untuk mengutarakan apa yang ada di dalam benak nya.
"Apa aku boleh meminta sesuatu?" Kimora.
"Ya, boleh." ucap Alden.
"Aku ingin kalian lepaskan lah Nona Sinta, kasih dia, aku yakin dia orang baik, mungkin dia begitu sedang mereka cemburu sosial takut tersaingi oleh ku, karena sikap kalian berdua yang begitu baik kepada ku!" pinta Kimora sekalian memberikan alasan nya.
"Oke kita pikirkan itu nanti." ucap Rangga.
"Sekarang aku ngantuk mau tidur dulu,,,!" lanjut Rangga sambil beranjak dari sana meninggalkan sepasang suami istri yang masih asik ngobrol berdua.
Ya, memang sedari tadi Rangga hanya diam mendengar kan percakapan mereka berdua.
Setelah di tinggalkan oleh Rangga, tinggal lah Alden dan Kimora berduaan
"Kamu belum ngantuk?" tanya Alden kepada Kimora.
Kimora menggelengkan kepalanya.
Alden menarik lengan Kimora agar kimora lebih dekat dengan nya,
Lalu mengarahkan kepada kimora untuk bersandar di dada bidang miliknya.
Awalnya Kimora Merasa ragu tapi Alden tetap menginginkan hal itu,
"Tidak apa - apa hanya bersandar, lagian kita sudah sah jadi suami istri jadi apa salahnya, lagi pula di sini hanya kita berdua." Alden membujuk Kimora.
Lalu Kimora mengikuti apa yang di inginkan oleh Alden menyandarkan kepala di dada bidang Alden lalu tangan kimora, Alden lingkaran di pinggangnya, seperti posisi memeluk.
Apa yang Kimora rasakan? ini kali pertama kimora dalam posisi seperti itu dengan seorang pria.
__ADS_1
Di dada kimora seperti sedang ada pesta kembang api, begitu ramai penuh debaran tidak karuan.
Dan ternyata apa yang kimora rasakan, Di rasakan juga oleh Alden, darah serasa mendesir, jantung berdebar kencang.