Pesona Kimora Si Gadis Desa

Pesona Kimora Si Gadis Desa
Bab. 59


__ADS_3

Alden pun mendengar teriakan Kimora ia bergegas bangun dari tempat tidurnya dan mencari keberadaan kimora yang terus berteriak histeri, 'Apa yang terjadi kepadanya, mengapa dia sampai berteriak histeris seperti itu?' gumam Alden panik saat mendengar teriakan istrinya, lalu bergegas.


"Sayang kamu di mana , apa yang terjadi padamu?" sahut Alden panik sambil mencari keberadaannya.


Sebab ketika Alden keluar dari kamarnya ia melihat ke ruang tengah, ruang tamu Alden tidak menemukannya.


Tapi suara kericuhan itu terdengar jelas dari ruang dapur.


Kemudian Alden segera berlari ke arah dapur, dan alangkah terkejutnya Alden melihat keadaan Kimora.


Alden segera berlari ke arah istrinya, lalu menepis dengan kuat tangan Anggi yang sedang memegang cerek yang diarahkan kepada Kimora.


BUAK…


Suara tangan Alden menepis tangan Anggi.


PANG….


Suara cerek terjatuh.


Saking kuatnya Alden melakukan hal itu tubuh Anggi sampai ikut tersungkur lalu terjatuh ke arah dimana cerek itu terjatuh.


Otomatis cerek itu terpental dan air panas itu menciprak kemana-mana, dan mengenai wajah Anggi.


Kini Anggi yang berteriak histeris, karena wajahnya terkena cipratan air panas tersebut.


“AAAWW… panas! ini sakit sekali tante, tolong aku tante…!” terik Anggi meminta pertolongan.


Otomatis Nyonya Kartika panik bukan main.


“Alden apa yang kamu lakukan? karena perbuatanmu, lihat Anggi jadi terkena air panas!” seru Nyonya Kartika menyalahkan Alden.


“Lalu apa yang akan kalian lakukan kepada istriku?” sahut Alden  balik bertanya.


“Apa isteri?” pekik Nyonya Kartika, sungguh syok mendengar apa yang dikatakan oleh putranya.


Begitu juga dengan Anggi ia sampai terperangah mendengar hal itu dengan seketika Anggi melupakan rasa sakitnya karena terkena air panas tadi.


Dan disaat bersamaan Rangga datang ke sana, Rangga masuk tanpa mengetuk pintu dan tanpa menunggu dibukakan pintu terlebih dahulu, karena Rangga sudah terbiasa keluar masuk ke apartemen Alden.


Ketika masuk ke dalam apartemen Alden,Rangga mendengar keributan dari arah dapur lalu segera menuju kesana, dan apa yang Rangga khawatirkan memang benar - benar terjadi.

__ADS_1


Tentang reaksi Nyonya Kartika ketika tau Kimora telah menjadi istri Alden.


Alden membangunkan istrinya, yang masih syok telah diperlakukan tidak baik oleh mertuanya dan Anggi.


Alden memeluk Kimora dan membawanya ke ruang tengah tanpa memperdulikan  semua orang.


“ Aden… kamu anggap apa mami mu ini!” teriak Nyonya Kartika. karena Alden tidak mempedulikan nya dan malah lebih perhatian kepada Kiora gadis yang ia benci, karena perlakuan Alden seperti itu membuat Nyonya Kartika makin membenci  Kimora.


Sedangkan Anggi kembli berteriak kesakitan membuat suasana kembali gaduh.


“Ga! baawa wanita itu kerumah sakit.” perintah alden kepada rangga, sambil berlalu menggiring kimora keruang tengah dan di ikuti oleh nyonya kartika.


Gngga pun mengikuti apa yang alden perintahkan. segera membawa Anggi bersamanya.


…..


Kini di apartemen alden tinggal ada alden kimora dan juga nyonya kartika.


suasana masih tegang , kimora masih syok, ia masih terisak menangis, tubuhnya gemetar.


Alden mengambil segelas air putih dan meminumkan nya kepada kimora.


Kimora memang membutuhkannya , ia segera meneguk air itu berharap perasaan nya lebih tenang.


Nyonya Kartika memperhtikan sikap Alden kepada kimpra, begitu embut dan penuh perhatian , sehinga timbul perasan cemburu sosial d hati nyonya kartika, sebab kepada nya alden tida seperti itu dalam beberapa watu terakhir ini, mungkin lebil tepatnya, semenjak suaminya meninggal.


karen semenjak itu nyonya kartika dikuasai adiknya mendapat hasutan - hasutan untuk menguasai seluruh harta peninggalan suaminya, dan ingin mengatur hidup alden dan inngin mengendalikan nya.


karen pemikiran alden dan maminya yang tida  sejalan karen maminya selalu memaksakan kehendaknya, sehinga alden memberontak dan memilih tinggal di apartemen.


dulu alden anak yang sangat sayang pada maminya dan penurut karena sikap maminya sendiri membuat alden berubah dan menjauh darinya bahkan bersikap dingin kepada nya.


melihat sikap alden kepada kimora seperti itu hati nyonya kartingka menjadi sangat sedih. dan merindukan sosok alden yang dulu.


“Alden putra mami, nak sayang!” kemudian ucap mami kartika sendu.


tapi alden hanya diam karena alden sangat kecewa kepada sikap mami nya yang tidak pernah bisa menghargai setiap keputusan nya, bahkan maminya kini baerubah menjadi orang yang sangat kejam , mampu melakukan halyang tidak manusiawi kepada kimora  iyaitu istrinys, atau menantunya sendiri.


alden berharap mami nya bisa bersikap bijaksana, tidak bertindak kasar seperti yang telah ia saksikan tadi.


Sehingga Alden merasa sangat kecewa kepada mami nya, dan ketika di ajak bicara oleh nya, Alden tidak merespon sama sekali.

__ADS_1


"Alden sayang kamu dengar mami kan?" Nyonya Kartika kembali menegur putranya.


"Iya!" Kemudian sahut Alden dengan ekspresi wajah datar tanpa menoleh kepada orang yang mengajarkannya bicara.


"Benar perempuan ini telah menjadi istrimu?" tanya Nyonya Kartika meminta penjelasan.


"Iya!" tegas Alden.


Nyonya Kartika menangis sesenggukan, saat mendengar jawaban putranya yang tidak main-main dengan pernyataannya.


"Alden… kamu anggap apa mami ini, kenapa kamu tidak meminta izin atau restu dari mami? setidaknya kamu bilang kenapa mami kalau kamu mau menikah jangan seperti ini… mami merasa tidak kamu hargai sebagai ibu kamu, orang yang menyayangimu, melahirkan mu menaruhkan nyawa, membesarkan mu penuh kasih sayang, ini balasan mu nak kepada mami, Mimi sungguh sangat kecewa dengan semua ini." Mami Kartika semakin pilu menangis.


Karena merasa sudah tidak dianggap lagi oleh putra satu-satunya, harapan nya satu-satunya orang yang akan membahagiakan nya.


"Maaf kan aku Mami jika aku telah mengecewakan mami, tidak ada niat sedikitpun di hati ku ingin menjadi anak durhaka, tapi aku melakukan ini semua tentu ada alasannya." Alden mengakui kesalahannya.


"Lalu kenapa Alden?" Nyonya Kartika ingin tau alasannya.


" Karena mami selalu menentang ku Mam! Mami juga selalu memaksakan kehendak mami kepada ku, sudah cukup selama ini aku mengikuti semua keinginan mami, tapi ini hidupku mam, aku berhak bahagia dengan pilihan ku sendiri!" Alden mengutarakan apa yang ada di hatinya tentang Maminya.


"Tapi setidaknya beri tahu mami nak, agar mami tidak merasa syok seperti ini!"


"Semua sudah terjadi mam, Kimora sekarang istri ku, dan aku sangat mencintainya, jika mami menganggapku putra mami , terimalah istri ku sebagai menantu mami, tapi aku berharap mami bisa bersikap bijaksana dan menerima kenyataan dengan lapang dada." harapan Alden atas sikap Mami nya.


"Tapi Kimora tidak sepadan denganmu Alden, lihat dari kamu anak mami yang tampan, berpendidikan lulusan luar negri, kamu pemimpin perusahaan besar, sedangkan wanita ini hanya gadis desa yang tidak jelas asal usulnya." Mami Kartika merasa keberadaan dan membanding - bandingkan Alden dengan Kimora yang beda kasta.


Kimora tetap diam walaupun diri nanya di hina. Beda halnya dengan Alden ia begitu geram mendengar Mami nya menghina isterinya.


Sehingga Alden berusaha untuk menghentikan ocehan Maminya dan membela isterinya.


"Cukup Mami! Kimora memang dari kalangan biasa, tapi perlu Mami tau dia begitu luar biasa bagiku, karena dia wanita satu - satunya yang mampu membuat ku jatuh cinta kepadanya." tegas Alden.


"Meskipun Anggi perempuan yang pantas bagiku menurut Mami, tapi aku tidak mencintainya, aku tidak nyaman bersama dengannya." Alden meminta pengertian dari maminya.


Nyonya Kartika benar - benar merasa kecewa kepada Alden, begitu juga Alden sungguh merasa kecewa kepada Maminya.


Dan pembicaraan mereka tidak menemukan perdamaian.


Kimora memang sudah menjadi istri Alden, sedangkan Nyonya Kartika kukuh tidak ingin menerima Kimora sebagai menantunya.


Dan pada akhirnya Nyonya Kartika pergi dari apartemen Alden dengan rasa penuh kekecewaan.

__ADS_1


__ADS_2