
Alden memang sangat membenci Anggi, bukan hanya karena dia dijodohkan dengannya, tapi memang Alden tidak suka dengan sifat Anggi yang sombong dan tentramental.
Alden meminta Anggi untuk pergi meninggalkan kantornya.
"Apa-apaan ini kamu masih saja membela perempuan itu, sudah jelas-jelas aku ini calon tunanganmu kenapa kamu malah membela karyawan baru yang belum kamu kenal." Protes Anggi.
"Tidak! jangan pernah kamu katakan lagi kalau kamu itu tunangan ku, karena aku tidak merasa demikian…!" Alden menolak Anggi menyebutnya sebagai calon tunangannya.
"Cepat pergi dari sini…!" Alden mengusir Anggi dari sana.
"Tidak aku tidak mau, aku belum selesai membuat perhitungan dengan gadis itu (Kimora)" ucap Anggi menolak.
Karena Anggi bersikeras tidak ingin pergi dan menambah kegaduhan makin kacau, akhirnya Alden memanggil security untuk menyeretnya keluar dari sana.
Sesuai perintah Alden dua security datang, langsung membawa paksa Anggi dari sana, terang saja Anggi berteriak menolak.
"Lepaskan aku kalian tahu aku siapa Aku calon nyonya kalian" teriak Anggi penuh percaya diri.
Tapi dua security itu tidak menggubrisnya mereka tetap menyeret Anggi keluar dari sana sehingga saat itu Dicky melihatnya.
Alangkah terkejutnya Diki melihat Anggi diseret seperti penjahat, diki langsung menghampirinya.
"Hei apa yang kalian lakukan, kenapa Nona ini kalian perlakuan seperti itu?" tanya Dicky.
"Maaf Tuan kami hanya menjalankan tugas, karena Nona ini telah membuat kegaduhan dan mengganggu para karyawan untuk bekerja maka dari itu Tuan Alden memerintahkan kami untuk menyeret nona ini" jawab security.
"Sudah hentikan, lepaskan dia!" perintah Dicky.
"Tapi tuan." security enggan melepaskannya.
"Ini perintah, saya akan bertanggung jawab atas Nona ini jika dia melakukan kesalahan lagi, Jadi kalian tidak perlu takut kepada tuan Alden." Dicky menjamin Anggi tidak akan berbuat onar lagi.
Dan akhirnya security pun melepaskan Anggi, kemudian Anggi langsung memeluk manja di Diki sambil pura-pura terisak.
"Sayang lihat keponakan mu, dia begitu menghinaku, di depan para karyawannya dia membentakku dan mengusirku, aku diperlakukan seperti seorang penjahat." Anggi mengadu kepada Dicky.
"Click…" Dicky berdetak kesal mendengar pengaduan dari Anggi.
"Ya sudah kamu ikut aku ke ruanganku!" Dicky menuntun Anggi, Kemudian mereka berdua berlalu ke ruangan Dicky.
Anggi menceritakan tentang Kimora kepada Dicky, karena menurut Anggi Kimora lah penyebab mengapa dirinya diperlakukan seperti itu oleh Alden.
"Ya sudah kamu tidak usah bersedih nanti aku akan urus semuanya, biar nanti kakakku yang turun tangan untuk menasehati putranya yang sialan itu (Alden)!" Ucap Diki kembali menenangkan Anggi yang masih dikuasai emosi.
Mereka malah berpelukan dan malah bercumbu.
__ADS_1
....
Sedangkan Kimora masih terisak, jiwanya terguncang, hatinya begitu sakit diperlakukan seperti itu oleh Anggi dan Sinta.
Alden menghampiri Kimora, yang tertunduk sendu.
"Nona Kimora maaf kan atas ketidaknyamanan ini, saya sungguh sangat menyesali atas apa yang telah terjadi." Ucap Alden ketika di hadapan kimora.
Kimora hanya mengganggu kan kepala karena ia pun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Silakan Anda kembali bekerja seperti biasa. "Ucapan Alden, menginstruksi agar Kimora kembali ke ruangannya dan melaksanakan tugas yang Alden berikan kepadanya.
Kimora pun segera berlalu menuju ruangannya.
Lalu Alden menatap seluruh karyawannya yang masih memperhatikannya.
"Untuk kalian semua saya tidak ingin kejadian ini terulang kembali jangan pernah ada perselisihan antara karyawan ataupun keributan lain di kantor ini." peringatan Alden
"Silakan kalian bekerja kembali!" Lanjut Alden.
Semua segera mematuhi perintah Alden dan kembali bekerja seperti biasa.
Alden pun kembali ke ruangannya.
Kimora di ruangannya.
Tanpa Kimora sadari sepasang mata di ruangan lain, ada yang sedang memperhatikannya yaitu Alden.
Merasa tidak tega melihat Kimora seperti itu lalu Alden sengaja memanggilnya untuk segera ke ruangannya melalui sambungan telepon.
Saat Kimora sedang menangis, telepon di ruangannya berbunyi dan itu sambungan telepon dari Alden.
Kimora segera menerima panggilan telepon tersebut, tapi sebelum itu kimora berusaha menenangkan emosinya terlebih dahulu, kimora menyeka air matanya dan menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan, setelah di rasa cukup tenang, barulah Kimora mulai menjawab panggilan telepon tersebut, "Halo selamat siang" sapa Kimora.
"Ya halo Kimora, tolong segera ke ruangan saya, saya ada tugas untukmu!" Perintah Alden.
"Baik tuan" Jawab Kimora.
"Tapi saya permisi ke toilet dulu tuan." Izin kimora.
Karena kimora tau keadaan dirinya berantakan, sebab tersiram air karena ulah Anggi dan belum lagi sisa tangis di wajahnya, air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya, Belum lagi hidup nya yang memerah karena Isak kan nya, karena itu kimora perlu mencuci muka terlebih dahulu dan membenahi dirinya.
"Ya silahkan, saya tunggu!" Jawab Alden mengizinkan.
Kimora segera bangkit dari tempat duduknya meskipun hatinya masih terasa sangat sakit dan ia pun masih ingin menangis.
__ADS_1
Setelah di toilet. Kimora mencuci mukanya tapi saat menatap wajahnya di cermin kimora kembali menangis sesenggukan, kimora menutup mulutnya berusaha menahan agar tangisannya tidak pecah karena takut di dengar oleh orang lain.
"Ibu… demi Ibu aku akan berusaha kuat meskipun ini berat " gumam Kimora.
Setelah itu Kimora mengelap wajahnya dengan tisu dan kembali menenangkan dirinya, Kimora kembali menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan untuk mengatur emosinya agar lebih tenang.
Setelah dirasa cukup tenang, Kimora memoles wajahnya dengan make up natural agar sisa tangisannya tidak terlihat.
Ya! meskipun berusaha untuk menyamarkan sisa tangisannya, tapi tetap saja masih terlihat jelas.
Kemudian Kimora bergegas menuju ruangan Alden dan ternyata di sana sudah ada Rangga bersama Alden.
Kimora mengetuk pintu, "Tok,,, tok,,, tok,,," suara pintu di ketuk.
"Permisi tuan!" Ucap Kimora.
Suara kimora jelas sekali terdengar sumbang.
"Silahkan masuk…!" Perintah Alden.
Kimora segera membuka pintu, dan dua pria di dalam ruangan fokus menatap kimora.
Dan melihat jelas wajah kimora, yang masih sendu dengan sisa tangisnya.
Rangga yang sedang duduk di sofa langsung bangkit dari posisi duduknya dan menghampiri kimora.
"Kimora ada apa denganmu, apa terjadi sesuatu?" Tanya Rangga ketika sudah berada tepat di hadapan kimora.
Ketika terjadi keributan Rangga memang sedang tidak disana, dia sedang bertemu klien di lantai bawah, jadi Rangga tidak tau apa yang telah terjadi kepada Kimora.
Sehingga saat melihat keadaan kimora Rangga begitu terkejut, dan penasaran apa penyebab kimora seperti itu.
Kimora tidak menjawab pertanyaan Rangga kimora hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu jangan berbohong! Aku tau kamu habis menangis, apa penyebabnya Kimora?" Rangga khawatir.
"Apa kamu sakit Kim?" Tanya Rangga perhatian.
"Tidak tuan,,,!" Jawab kimora sumbang
"Katakan kimora jika ada yang sakit lebih baik kamu pulang saja dan istirahat lah." saran dari Rangga.
"Tidak tuan aku tidak apa-apa." Kimora kembali menjawab.
Alden melihat perhatian yang diberikan Rangga kepada Kimora.
__ADS_1
Tentu saja Alden tidak suka melihatnya.