
Arya saat ini sedang di sebuah tempat, tempat dimana ia mengamankan Ayah Kemala, Sudah dua hari Arya menyekap Ayah sang istri. Arya ingin tahu langsung dari mulut Ayahnya istrinya, jika Kemala itu bukan anak kandungnya.
Arya menghidupkan rokoknya lalu menghampiri ayah Kemala yang duduk di kursi dan di ikat bersama dua anak buahnya. Arya tersenyum sinis melihat Ayah Kemala yang saat ini tidak berdaya. Ayah Kemala
“Bapak Suhendra Hadi. Hm ... namanya bagus, tapi....” Arya menghembuskan asap rokok ke arah wajah Ayah Kemala dan 'Bukk' Arya memberikan bogem mentah di wajah Ayah mertuanya itu dan terjadi beberapa kali.
“Itu balasan dari Kemala!” ujar Arya penuh emosi.
Anak buah Ayah Kemala ingin memberontak dan menyelematkannya, tetapi anak buah Arya menahan mereka. Ayah Kemala tertawa walau sudah tidak berdaya.
“Kau ingin membunuhku! Coba saja, aku pastikan aku tidak akan memberitahu siapa orang tua kandung kemala.”
“Kau pengancamku?” ujar Arya lalu mengeluarkan pistolnya dan menodongkannya ke kepala Ayah Kemala. Arya sudah benar-benar geram dengan perilaku orang tua Istrinya itu.
Arya bersiap menarik pelatuk pistolnya dan si tua yang sok jagoan itu memejamkan matanya. Namun Arya tertawa saat melihat raut wajah tak berdaya si tua bangka itu.
Arya menembakkan pistol ke arah langit-langit dan mengangkat dagu si tua itu dengan pistolnya.“Aku tidak sebodoh itu, Ayah! Aku akan mencaritahu sendiri siapa Kemala yang sebenarnya. Tapi aku tidak akan semudah itu melepaskan dirimu. Kau sudah menyiksa Kemala sedari ia kecil. Kau paksa ia bekerja dan uangnya kau yang menikmati. Tunggu saja, Aku pastikan Kau membusuk di penjara.”
Arya lalu pergi begitu saja, sebelum ia sampai di pintu keluar ia melempar pistol ke arah anak buahnya dan berkata,“ Urus mereka dan jangan sampai mereka kabur. pastikan perut mereka juga kenyang. Esok aku akan datang lagi kemari!”
“Baik tuan!”
Arya bergegas pulang ke apartemen, Karena sang istri dan anak-anak mereka sudah menunggu. Sesampainya di apartemen justru Arya mendapati sang istri di usir sang Mama, lantaran tidak percaya Jika Kemala istri Arya. Kemala di dorong keluar dari pintu apartemen dan barang-barang pribadi Kemala di lempar ke luar.
“Keluar kamu dari sini. Kau pasti wanita penghibur putraku, kan. Dan hanya mengaku-ngaku istri anakku. Kau pikir aku tidak tahu dirimu. Dirimu penyanyi club dan menyamar menjadi Office girl di kantor supaya bisa menggoda Putraku!”
Arya berlari dari lift saat Utari hendak menjambak rambut Kemala. “ Stop, Ma! Mama apa-apaan selalu ikut campur urusan rumah tangga Arya. Kemala ini istriku!” tegas Arya sambil memapah Kemala berdiri.
__ADS_1
“Istri? Mana buktinya. Mama minta buku pernikahan kalian, Mana?” ketus Utari.
“Kami belum menikah resmi,Ma. kami baru menikah agama.”
“Halah! Dengar ya. Mama tidak setuju kamu menikah dengannya, yang asal usulnya tidak jelas.”
“Mama sepertinya lupa asal usul Mama sendiri!” Arya sudah tidak tahan dengan semua perilaku sang Mama yang terus ikut campur rumah tangganya sedangkan rumah tangga sendiri saja entah bagaimana. Pantas saja sang papa mencari daun muda yang lebih pengertian.
“Dari pada Mama terus mengurusi rumah tangga Arya, lebih baik Mama urus Papa. Agar betah di rumah dan tidak...!” Arya tidak tidak sanggup untuk melanjutkan kalimatnya, biar bagaimanapun ia tidak ingin terjadi sesuatu pada sang Mama.
“Apa? Kalau tidak apa?”
“Lebih baik, Mama pulang!”
“Kamu ngusir Mama hanya gara-gara wanita murahan ini?”
Arya keluar menggendong kedua anaknya dan melewati sang Mama begitu saja,” Kalau Mama tidak mau pergi. Biar Arya yang pergi. Kemala Ayo!” Arya. melangkah diikuti Kemala menuju lift.
Utari mengamuk di dalam apartemen sang Anak, ia tidak terima jika sang anak menikahi wanita yang bukan pilihannya.
Kemala terus memandangi Arya, ia sangat terharu. Rupanya merasa disayangi dan dibela. Selama ini ia merasa tidak ada yang menyayanginya apa lagi saat sang Ayah menghajarnya, tidak ada yg membelanya kecuali sang Ibu.
Arya menurunkan Zidan karena Zidan ingin turun sedangkan Zea masih menangis, karena maduh takut dengan sang Oma. Zidan memeluk kaki Kemala lalu Kemala menggendongnya.
“Papa, Zidan tidak mau bertemu Oma lagi. Oma jahat!” ujar Zidan pada Arya.
“Sssttt! Tidak boleh seperti itu, sayang. Oma tidak jahat. Oma hanya sedang emosi,” jelas Kemala mengusap rambut Zidan.
__ADS_1
“Itu karena Tante! Oma tidak suka sama Tante!” sambung Zea memanggil Kemala dengan sebutan Tante. Ia tidak ingin mempunyai Mama baru apalagi Mamanya Kemala.
“Zea ... tidak boleh seperti itu. Mama Mala istri Papa, kamu harus hormati Mama Mala.” sela Arya membuka Zea semakin tidak menyukai Kemala.
“Sudah, Mas! Tidak apa-apa. Sekarang kita mau kemana?” lerai Kemala sambil mengusap lengan suaminya dan tidak tahu sang Suami akan mengajaknya kemana.
“Kita ke rumah!” Arya tersenyum kemudian merangkul sang istri.
“Zea, Papa selalu mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua. Jangan seperti itu lagi,” ujar pelan Arya pada Zea.
“Papa saja tidak hormat sama Oma!” Zea menatap tajam Arya . Arya Hanya bisa menghela nafas panjang mendengar jawaban sang Anak yang apa adanya. Zea sang Puteri memang lebih kritis dan pintar seperti sang Mama dan Arya mengakui hal itu.
“Sudah, Mas.” Kemala tersenyum lalu keduanya keluar dari lift.
Arya akhirnya membawa Kemala kerumahnya sementara itu Utari juga pulang ke rumahnya sendiri. Saat di perjalanan Utari tidak sengaja melihat mobil sang suami dan melihat sang suami bersama Kalina serta Seorang anak kecil.
“Itu kan Papa. Katanya tadi di rumah, kenapa malam-malam pergi sama Kalina, Anak kecil itu siapa?” batin Utari.
“Pak, ikuti mobil tuan Abi?” titah Utari pada sang Sopir.
“Mana, Nyonya?” itu di depan, lihat nomor mobilnya. Masak tidak hafal nomor mobil majikan kamu sendiri.”
“Oh iya, Nyonya. Maaf, saya tidak begitu hafal, kan saya setiap hari mengantarkan Nyonya kemana pun Nyonya pergi.”
“Sudah, Sudah! Tidak usah banyak alasan. Ikuti saja itu mobil suamiku!”
Sopir Utari mengikuti laju mobil Abi ke sebuah perumahan lumayan elit. Setelah berhasil mengikuti, Utari parkir sedikit jauh dari rumah Kalina dan memperhatikan gerak-gerik keduanya.
__ADS_1
Abi turun dari mobil diikuti Kalina dan sang anak. Mereka masuk bersama dengan ekspresi bahagia. Tak lama sopir Abi memasukkan Mobilnya ke garasi membuat Utari masih bertanya-tanya. Untuk apa sang suami masuk ke rumah Kalina beserta mobil-mobilnya.