
Acara 4 bulan akhirnya berjalan lancar tanpa kurang suatu apapun. Arya berdiri bersalaman dengan beberapa anak yatim piatu dari panti asuhan milik sang keluarganya. Tak lupa memberikan bingkisan hadiah sebelum mereka pulang.
Keluarga Arya sebagian hadir begitu juga Daniel, tidak terkecuali Alex dan Bella yang kebetulan sedang ada di Surabaya. Hubungan Alex, Bella dan Arya mulai membaik dan menganggap semua seperti saudara, walau dalam hati Arya masih ada sisa cinta untuk Bella, akan tetapi Arya hanya memendam dan menempatkan rasa itu di sudut hatinya. Arya begitu bahagia melihat Bella semakin bahagia bersama Alex.
Saat selesai Arya mengantarkan anak-anak panti tersebut keluar dari rumahnya dan memastikan mereka naik mobil yang mengantarkan mereka kembali ke panti. Arya tersenyum lega acaranya berjalan mulus. Saat mobil anak panti keluar dari area rumahnya, masuklah sebuah taksi ke halaman rumahnya. Arya mengerutkan keningnya dan bertanya siapa tamu yang datang di saat acara sudah selesai.
"Hai, bro! Maaf aku datang terlambat, aku baru saja selesai meeting,” ucapnya sambil berjalan menghampiri Arya. Siapa lagi kalau bukan Aldo, teman Arya.
“Kau ini, aku pikir siapa! Ya tidak apa-apa terlambat. Ayo masuk!” Ajak Arya. Mereka pun masuk kedalam rumah.
"Selamat malam semua, maaf saya datang terlambat!” ucap Aldo pada semuanya yang memang Aldo sudah mengenal keluarga besar Arya.
Semua orang menoleh ke arah Arya dan Aldo, Termasuk Aira yang sedari tadi sibuk makan kue di belakang pun berlari ke ruang depan saat mendengar suara yang beberapa hari ia dengar.
"Aldo, mari-mari, orang sibuk bisa hadir ini sebuah kehormatan.” Abi menyambut Aldo dan mengajaknya bergabung duduk di baeai bersama keluarga.
"Om bisa saja. Bagaimana kabarnya, Om?” tanya Aldo saat duduk di samping Abi.
"Sehat, Alhamdulillah. Kamu sendiri?”
"Ya beginilah, Om masih menduda!” Semuanya pun tertawa melihat Aldo dan Abi berbincang.
Arya tersenyum dan duduk kembali di samping sang istri lalu merangkulnya. Aldo pun lalu melihat Arya yang merangkul Kemala.
"Ini istriku, Aldo!” ucap Arya memberitahu. Aldo tersenyum memberi salam dari kejauhan dengan cara mengangguk sopan begitu juga Kemala.
"Terima kasih, tuan. Sudah menyempatkan hadir,” ucap Kemala tersenyum sopan.
"Iya, sama-sama. Saya juga berterima kasih masih diterima menjadi tamu!” ucap Aldo dan matanya tidak sengaja melihat Aira mengintip di balik tembok. Aira pun reflek menarik tubuhnya dan bersembunyi saat tertangkap basah oleh Aldo.
"Em, maaf semua. Kami pamit sudah malam!” Ical Alex pada semua.
"Menginap saja disini,” balas Abi.
Bella tersenyum lalu sekilas melihat sang suami." Maaf, pa. bukannya tidak mau. Tapi pagi-pagi sekali saya dan Abang serta anak-anak harus segera kembali ke Jakarta. Malam ini kami di hotel,” saut Bella. Bella masih memanggil Abi dengan sebutan Papa, karena ia sudah sangat menganggap Abi sebagai Ayahnya sendiri.
"Dari sini berangkatnya.”
__ADS_1
"Mas...,” sela Kalina agar sang suami tidak memaksa.
Bella tersenyum lalu bangkit menghampiri Abi dan Kalina lalu menyalami satu persatu. Arya mengantarkan Alex dan Bella sampai ke teras rumah.
"Mas, kami pamit. Terima kasih sudah mengundang kami,” ucap Bella saat di teras rumah sedangkan Alex menggendong putrinya dan membawanya ke mobil bersama Reyhan yang bersama baby sisternya.
"Iya, hati-hati. Bella, Aku minta maaf kalau dulu pernah menyakiti hatimu. Aku terus merasa bersalah saat malam terakhir kita.”
Bella tersenyum melihat Arya sekilas lalu menunduk.“Jodoh kita sampai malam itu, Mas. Saat ini kita sudah memiliki pasangan masing-masing, Jadikan yang dulu menjadi sebuah pelajaran agar setiap mengambil keputusan di pikir dengan matang. Saat ini Kemala adalah istrimu, dan Abang Alex adalah suamiku, mereka yang lebih berhak kita pikirkan. Cintai Kemala lebih seperti dulu kamu mencintaiku. Aku Juga melakukan hal yang sama. Simpan saja kenangan kita dulu di sudut hati saja.”
"Yah, kamu benar. Terima kasih sudah menjadi bagian hidupku, karenamu aku bisa menjadi lebih baik.”
"Bukan aku, tapi kemala.” Bella tersenyum lalu melihat Kemala di belakang Arya. Arya pun menoleh lalu meraih pundak Kemala agar berdiri di sampingnya.
"Assalamualaikum,” salam Bella lalu meninggalkan rumah Arya.
Arya melihat mobil Alex sampai keluar dari halaman rumahnya lalu ia melihat sang istri yang sedari tadi mendongak melihatnya.
"Apa?” tanya Arya tersenyum manis.
"Apaan sih, sayang! Cemburu?”
"Sedikit, sih. Tapi itu tidak penting."Kemala kemudian memeluk Arya dengan erat.
“Mas, terima kasih ya. Sudah memilihku menjadi isterimu. Aku merasa berutang menjadi wanita terakhirmu.”
"Aku yang beruntung, Karena aku memilikimu istri yang cantik, tidak hanya cantik di luar tapi juga didalam.”
Kemala tersenyum lalu mencium pipi Arya.“ Terima kasih.” Kemala kemudian masuk meninggalkan Arya, Arya hanya tersenyum melihat sang istri, tak lama ia juga masuk.
Saat didalam Arya melihat Abi dan Aldo masih bercerita lalu Arya ikut bergabung sedangkan Kemala masuk ke kamar karena Arya menyuruhnya istirahat.
"Do, Sudah makan?” tanya Arya.
"Sudah, tapi kalau di tawari sih, Mau!” semuanya tertawa melihat Aksi yang tidak berubah dan Apa adanya.
"Ya sudah, kalau gitu ayo ke belakang, Masih banyak makanan.” Arya, Abi san Aldo menuju kebelakang.
__ADS_1
"Ra! Mana Bibi?” tanya Arya saat sampai di ruang makan. Aira mendongak ke arah Arya dan masih mengunyah makanan
"Em ... di belakang, lagi beres-beres.”
"Ya sudah, kamu ambilkan piring."
"Aish ... ganggu wae wong mangan tah!”
"Sana-sana!” paksa Arya, Aira sekilas melihat Aldo yang sudah duduk di kursi bersebelahan dengan Abi dan juga melihatnya dengan penuh arti.
Aira bangkit sedikit kesal menuju kebelakang mengambil beberapa piring, setelahnya membawanya ke meja makan.
"Ini, Kak.” Aira meletakkan piringnya di meja di depan Arya, lalu ia kembali duduk dan melanjutkan makan, ia tidak peduli dilihat Aldo dengan intens yang penting perutnya terisi karena ia begitu lapar belum sempat makan karena membantu persiapan acaranya.
"Ayo, Do! Maaf tinggal ini makanannya. Coba dari tadi kamu datang ada makanan kesukaan kamu!” ujar Arya sambil memberikan piringnya.
"Santai saja. Kau seperti tidak tahu aku saja. Dulu waktu sekolah, kalau datang kerumah om, apapun yang di masak Tante Utari pasti habis.” Aldo tertawa di iringi semuanya sambil mengingat masa lalu. Namun tiba-tiba Aldo mencari sosok Utari.
"Oh iya, mana Tante Utari, dari tadi tidak terlihat.”
"Em ... Om dan Tante kamu sudah bercerai,” saut Abi membuat semua terdiam.
"Auh, em ... maaf Om, tapi bagaimana bisa?”
"Ceritanya panjang. Sudah makanlah!” Abi menepuk pundak Aldo. Aldo pun hanya tersenyum lalu melihat Arya seolah ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. tetapi Arya hanya tersenyum lalu melihat Kalina yang sedang berjalan ke arah meja makan.
"Mas, ini minum obatnya dulu, jangan makan makan malam-malam, loh!” seru Kalina sambil membawakan obat Abi.
"Tidak, aku cuma menemani Aldo. Oh iya, Do. Ini istri baru Om.”
Kalına tersenyum ramah melihat sekilas Aldo. Aldo sejenak terdiam memperhatikan Kalina. "Halo Tante, Aldo. Teman Arya semasa SMA."
"Halo, terima kasih sudah mau datang ke acara 4 bulanan istrinya Arya.
"Sama-sama, tante.”
"Ih ... apaan sih kak. Jangan jail kenapa!” seru Aira tiba-tiba karena Arya menjailinya. Arya hanya tertawa melihat wajah kesal Aira. Aldo pun tersenyum sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1