PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 36 NAKSIR BERAT


__ADS_3

Kemala gemetar saat menandatangani peralihan aset milik Daniel padanya. Ia takut suatu saat akan menjadi masalah pada dirinya, walau ia tahu ia berhak atas semua kekayaan Opanya. Sebab memang ia ahli waris satu-satunya. Setelah selesai menandatangani semuanya ia melihat satu persatu orang kepercayaan sang Opa, ia begitu takut dengan salah satu yang menjabat sebagt CEO perusahaan Opanya dan di ketahui masih kerabat dari Omanya Bella. Tatapannya begitu tajam seolah tidak terima dengan pengalihan aset tersebut padanya.


“Opa semua sudah Kemala ... eum ... maksudku Elena sudah menandatangani semuanya.” Kemala menyerahkan pulpen dan berkasnya pada Daniel.


Daniel tersenyum lalu memeluk Kemala.“ Kapan pun kamu ingin tinggal di rumah ini, rumah ini akan selalu terbuka untukmu. Sekarang rumah ini menjadi milikmu.


“Iya, Opa. Terima kasih, tapi Elena mempunyai suami dan Elena harus ikut suami dan terima kasih kemari sudah menikahkan kami kembali.” Kemala tersenyum lalu menyalami Daniel.


“Opa. Semua sudah selesai. Kalau begitu kami pamit, Karena anak-anak pasti menunggu,” ucap Kemala lagi, ia sudah tidak sanggup jika berlama-lama di rumah Daniel karena Dera, yang masih sepupunya itu terus menatapnya tajam dan terkesan mengintimidasi dirinya.


“Baiklah, Tapi jangan lupa lusa datang ke perusahaan. Ada satu hal yang akan Opa sampaikan.”


Kemala mengangguk ragu kemudian tersenyum dan mengajak sang suami pulang dari rumah Daniel.


Sesampainya di rumah, Arya dan Kemala menuju kamar sang anak, rupanya mereka sudah tertidur lelap. Kemala tersenyum saat mengusap rambut Zea dan Zidan, mereka begitu polos dan menggemaskan.


“Mas, mereka lucu ya. Mungkin Adiknya pasti seperti mereka.” Kemala melihat Arya yang sedang duduk di dekat Zidan.


“Iya sayang. Aku juga berharap anak kita nanti laki-laki.”


“Aku juga, Mas.” Kemala meraih tangan Arya dan tersenyum manis.


“Ya sudah, Kamu istirahat ya. Jangan lupa minum vitaminnya sebelum tidur.” Mereka berdua kemudian menuju kamarnya.


Di kamar, Kemala membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya begitu juga Arya. sebelum berbaring Kemala meminum vitaminnya setelah mereka berbaring di tempat tidur. Kemala memeluk sang suami sambil membayangkan rencana apa dan bagaimana menyambut hari esok yang penuh dengan kejutan yang menurutnya tidak terduga.


“Apa yang harus aku lakukan besok di perusahaan Opa. Om Dera pasti tidak setuju jika aku yang menjadi pemilik perusahaan tersebut. Tapi itu bukan kemauanku, dan aku juga tidak butuh itu. Yang aku harapkan hanya di sisi Mas. Arya,” batin Kemala sambil memainkan kancing kemaja piyama Sanga suami.


Arya tersenyum saat melihat Kemala memainkan kancingnya. Ia berfikir jika sang istri menginginkan sesuatu.


“Kau mau?” tanya Arya memegang tangan Kemala yang memainkan kancingnya piyamanya.


“Mau apa?” tanya Kemala heran melihat wajah sang suami.


“Itu...!” Arya membuat duck face seolah ingin mencium Kemala.

__ADS_1


Kemala tertawa lalu menutup bibir Arya."Apaan sih, Mas. kayak bebek birbiri?” Kemala masih tertawa.


“Tadi, kan kamu mainkan kacingku!”


“Terus...!” Sekarang giliran Kemala yang menggoda Arya.


“Ya ... Hayuk!”


“Kemana?“


“Sayang....!”


Kemala tertawa kecil lalu memeluk Arya.“ Kalau aku tidak mau?”


“Menolak dosa!“ Arya kemudian berada di atas sang istri, Arya melihat wajah Kemala yang masih tertawa kecil. Tak lama mereka pun berciuman dan memutuskan hasrat mereka masing-masing.


Keesokan harinya, Arya bangun lebih awal dan membiarkan Kemala masih tertidur. Arya terbangun karena ada keributan diluar. Arya mengenakan keluar dari kamar dan masih bertelanjang dada.


“Kenapa rumah ini tidak pernah tenang kalau pagi! Ada saja yang datang ribut-ribut,” grutu Arya sambil berjalan menuju sumber keributan.


Arya berdiri di teras sambil berkacak pinggang melihat Audy dan dua anaknya bermain bola. Kemudian Arya melihat Narti yang juga mendampingi sang anak bermain.


"Narti!” panggil Arya, semua menoleh termasuk Audy. Audy seketika memalingkan wajahnya saat melihat Arya bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana tidur. Audy begitu terkesima melihat otot-otot tubuh Arya.


Narti berlari kecil menghampiri sang majikan.“ Iya, tuan.”


“Bu guru, anak-anak kenapa ada disini? Iniasih begitu pagi!”


“Maaf, tuan. Tadi Bu guru Audy bilang mau menjenguk kondisi Non, Zea. Katanya kepala sekolah yang menyuruhnya.“


Arya sekilas melihat Audy lalu tersenyum sinis, ia tahu itu hanya alasan saja. Terlihat jelas Audy menaruh hati padanya. Arya kemudian masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan lirikkan mata Audy.


"Alasan saja menjenguk Zea. Bilang saja mau melihatku dan naksir berat padaku!” grutu Arya.


"Siapa yang melihat Mas? Siapa yang naksir?” tanya Kemala tiba-tiba yang suda berdiri didepan Arya.

__ADS_1


"Astaga...! Sayang. Mas Kaget!”


"Siapa yang datang?” selidik Kemala.


"Eum ... itu Gurunya anak-anak.”


“Hah?” Kemala kemudian menuju jendela dan mengintip keluar jendela untuk memastikan Audy yang datang.


"Ngapain Bu guru Audy datang, Mas?” tanya Kemala sambil masih melihat bkeluar jendela.


"Katanya menjenguk Kondisi Zea.” Arya berdiri di belakang Kemala


"Oh...!” Kemala kemudian berbalik.


"Astaga...! Mas bikin kaget!” Kemala hampir jatuhNamunnArya sigap meraih pinggangnya.


Arya tertawa kecil melihat wajah polos sang istri yang begitu imut seperti anak SMA. Dengan tinggi 180cm dan Kemala hanya 155 cm. Ingin rasanya ia selalu memeluk sang istrinya yang mungil itu. Baginya Kemala seperti miniatur yang begitu berharga tidak boleh orang lain menyentuh atau memandangnya selain dirinya.


"Mas, lepas!” rengek Kemala.


"Cium dulu!” Arya memajukan wajahnya.


"Gak mau!”


"Menolak dosa!”


"Ais ... jurusnya sakti pasti itu.” Kemala tersenyum kemudian Berjinjit memegang dua pipi Arya kemudian mencium keningnya lalu sekilas mengecup bibir. Namun Arya menahan tengkuk Kemala dan memperdalam ciumannya.


Kemala melebarkan matanya saat sang suami seperti melahap habis bibir mungilnya, ia menahan nafas karena belum siap. Arya terus mencium Kemala tidak peduli terlihat dari luar jendela. Ia melakukan itu hanta ingin melihat reaksi Audy yang sedari tadi terus melihat ke arah jendela. Benar saja Audy memalingkan wajahnya saat Arya mencium sang istri. Arya melakukan itu karena ingin mengusir Audy secara halus. Bukan tidak menerima Audy sebagai tamu, hanya saja Waktunya kurang tepat dan terlalu pagi, bagi Arya hari libur adalah milik keluarga saja.


"Mas...!” Kemala terengah-engah saat Arya melepaskan ciumannya. Arya hanta tersenyum kecil lalu mengusap bibir Kemala dengan ibu jarinya.


"Sudah, Ayo buatkan Mas kopi.”


"Kasih susu, Tidak?” goda Kemala tertawa.

__ADS_1


"Jangan menggodaku, sayang! ha!” Arya langsung membopong Kemala dan membawanya ke kamar. mereka akhirnya melakukannya lagi dan benar-benar tidak peduli dengan kedatangan guru sang Anak.


__ADS_2