PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 25 DUDA BARU.


__ADS_3

Abi keluar dari rumah semua barang pribadi Abi, Utari sendiri mengemasnya. Abi keluar tidak membawa barang berharga apapun dari rumahnya sendiri, rumah yang ia bangun sebelum menikah dan mengenal Utari. Rumah hasil jerih payahnya sewaktu muda, hilang diambil alih isterinya. Bahkan saat keluar ingin menggunakan mobil pun Utari tidak mengizinkannya. Karena semua sudah atas nama Utari.


Abi pergi menggunakan taksi menuju rumah orang tuanya, Saat tiba di rumah Bram. Abi menghela nafas panjang dan melangkah masuk. Abi sudah di sambut Wina dan Bram dengan senyuma agar Abi kuat dengan semuanya. Kemala yang kebetulan berada di rumah Bram pun langsung menghampiri Abi.


“Papa, Kenapa Papa tidak menghubungi Mas Arya kalau mau datang hari ini, biar Mas Arya menyuruh sopir untuk jemput Papa.” Kemala mengambil alih koper bawaan Abi lalu masuk kedalam rumah.


“Papa bisa naik taksi,” Abi melihat Wina yang sudah merentangkan tangannya di kursi rodanya.


Abi memeluk Wina dan menangis di pelukan Mamanya. Maafkan Abi Ma, Abi yang salah, Rumah tangga Abi sudah hancur karena ulah Abi sendiri.“


“Kamu tidak sepenuhnya salah, Tidak ada asap jika tidak Abi. Harta bisa di cari tapi istri yang tidak peduli dan tidak memaafkan suaminya yang sudah mengaku salah, padahal sudah meminta maaf dan justru memiskinkan dirimu. ceraikan saja. biarkan saja istri serakah seperti Utari itu, tidak perlu kamu tangisi. Mama juga sudah berulang kali menasehati Istrimu sebelum kamu mempunyai istri Kalina, agar tidak mengabaikan dirimu dan keluarga. Tapi otak batu seperti Utari tidak akan mempan, sayang. Hasil jerih payahmu yang sudah diambil itu tidak seberapa, tetapi suatu saat nanti Istrimu itu akan menyesali segalanya. Kamu sudah menyesali semua dan sudah meminta maaf dan berusaha memperbaiki, tetapi Utari yang tidak mau, ya sudah. Kamu harus bangkit walau sudah tua. Jangan pernah mengungkit jasamu saat Utari belum menjadi apa-apa. Tetap terus maju kedepan. Mama dan Papa ada belakang kesuksesanmu. Tapi ... Mama juga tidak membenarkan dirimu menikah diam-diam seperti itu. Tapi ya sudah, kamu dan Kalina sudah mengaku salah dan sudah meminta maaf pada yang bersangkutan, masalah tidak di maafkan, itu urusan Utari. Biarkan saja dia mencari kebahagiaan bersama brondongnya itu!“


Abi mengerutkan dahinya dan melihat wajah sang Mama yang seolah tahu segalanya.“ Mak-Sud Mama?”


“Kau tau Mama, kan?”


“Ok, baiklah. Mama tahu segalanya tapi Mama tidak memberitahu Abi jika ada seseorang yang mengendalikan utari.”


“Mama tidak mau ikut campur urusan rumah tangga kalian. Mama sudah tahu lama sebelum kamu bertemu Kalina dan menjadikan dirinya sekertaris pribadimu, Mama sudah berulang kali menasehati kalian berdua terlebih Utari yang memulai lebih dulu, Mama selalu bilang Pentingkan keluarga, jaga keharmonisan keluarga. Mama tahu bagaimana usaha kamu untuk menjaga keharmonisan itu sebelum adanya orang ketiga dari pihak kamu, Tapi ini sudah jalannya, mau bagaimana lagi. Kesalahanmu sudah terbongkar dan kesalahan Utari sedikit demi sedikit terlihat. Jadi jangan pernah menyesali apa yang sudah menjadi bagian perjalanan hidupmu. Apalagi istri yang sudah berani' bermain belakang lebih dulu, paham!”


“Hanya orang bodoh yang tidak paham!” sambung Bram mengusap rambut sang Anak, Abi.


Abi terdiam dan masih bersimpuh di pangkuan Wina, meletakkan kepalanya di pangkuannya seperti saat masih kecil.


“Tapi semua menganggap apa kesalahan ini bermula dariku, Ma.”

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Laki-laki memang tempatnya salah walau sebenarnya kesalahan itu tidak bermula darimu lebih dulu. Ikhlaskan, Dan ingat Mama sudah mengingatkan isterimu dan juga dirimu.”


“Tapi Abi sekarang tidak mempunyai apapun, Ma! Mana ada gadis yang mau sama orang tua kere seperti Abi!” canda Abi yang tidak ingin Keluarganya bersedih karenanya.


“Plakkk!” Bram menepuk pundak Abi.


“Aduh! sakit Pa!” Semuanya pun tertawa, disaat seisi rumah Sedang serius menyimak, ada saja Celetukan Abi yang membuat tertawa.


“Sidang perceraianmu saja belum di gelar, sudah memikirkan Anak gadis. Mana ada gadis yang mau sama tua bangklotan seperti kamu!” ujar Wina


Wina tertawa lalu memeluk sang Anak. Wina begitu merindukan canda tawa Abi, Baginya Abi tidak pernah berubah, ia selalu membuat suasana menjadi hidup dan penuh gelak tawa


“Kita semua akan bantu kakak untuk bangkit!” Saut Bianca yang sedari tadi duduk di sofa mendengarkan semuanya.


Abi melihat sang adik lalu keduanya saling menghampiri dan berpelukan. Kemala yang melihat itu pun tidak sadar menangis. Betapa kompaknya keluarga besar sang mertua.


Bianca menepuk pipi Abi lalu tersenyum sambil menangis.“ Memang kakak bersalah, tapi hanya keluarga yang tahu kebenarannya dan tahu bagaimana kakak. Tapi sepintar-pintarnya kakak lebih pintar lagi kak Utari menyembunyikan brondongnya bertahun-tahun.”Mereka kembali berpelukan dan mengenang masa masa kecil dan mengingat kekompakan keluarga mereka.


“Kenapa kamu tidak memberitahu kakak, hm!”


“Mama melarangku, karena ini urusan rumah tangga Kakak dan Mama sudah menasehati kak Utari. Jawaban kak Utari hanya untuk bersenang-senang.”


Arya hanya bisa diam, ia tidak memihak salah satunya diantara kedua orang tuanya. Cukup ia jadikan pelajaran. Arya melihat Kemala menangis sengugukkan lalu mengerutkan keningnya.“ Kamu kenapa sayang?”


“Terharu sama Papa dan Tante. Mereka kompak saling mendukung. Aku dari kecil sudah berusaha menjadi anak baik tapi selalu diperlukan seperti budak.”

__ADS_1


“Tapi sekarang kamu jadi budak juga, budak cinta Arya.”


Kemala tersenyum lalu memeluk Arya. Ia begitu bersyukur bertemu dan menjadi bagian keluarga suaminya.


“Tapi nanti kalau Mas sudah tua Jangan mencari brondong ya!” ucap Arya


“Gak suka brondong. Sukanya singkong.” semua tertawa kecil melihat Kemala yang sudah bisa tersenyum tanpa di minta.


“Jadikan ini pelajaran untuk kalian, terutama kamu Arya, jangan mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Bram pada Arya.


Arya mengangguk lalu merangkul sang istri dan tersenyum ke arahnya. Arya berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang lalu.


“ Lalu apa rencana Papa ke depan?” tanya Arya.


“Untuk sementara papa ingin di rumah ini, menemani Mama, mengurus mama dan Papa. selanjutnya, Papa belum ada rencana untuk kedepan. Papa ingin istirahat dulu dari dunia kerja.”


“Yo mbok eleng, Iseh duwe anak Nasya, butuh uang sekolah, makan. Banyak lagi kebutuhan liane!”


“Tinggal ambilkan saja gaji Papa dari perusahaan.” Abi duduk di sebelah Kemala.


“Weh, enak aja! Wong gak masuk kerja kok minta gaji, Piye tah! la wong papa di kantor itu bawahanku!” ujar Arya sambil menarik Kemala agar tidak begitu dekat duduk dengan sang Papa.


“Itu kan perusahaan, keluarga. Papa kan cuti, bukan tidak kerja. Piye tah!”


“Mas, Jangan terlalu kuat rangkulannya. Sakit!” pekik Kemala sambil menepuk lengan Arya.

__ADS_1


“Gawat sayang. Kamu harus Hati-hati. Ada duda Baru!”


Abi menepuk Lengan Arya dan semua tertawa. Kemala melihat Abi tertawa sepertinya hanya untuk menutupi rasa pedih dihatinya.


__ADS_2