PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)
BAB 14 UTARI MENGETAHUI SEMUANYA


__ADS_3

Utari mengendap-endap masuk ke area rumah Kalina. Ia mencoba mencari tahu apa yang di lakukan sang suami di rumah sekertaris pribadinya itu. Ia mengintip setiap jendela di rumah Kalına, hingga akhirnya ia terkejut melihat sang suami sedang bercumbu di kamar dengan begitu mesranya. Jantung Utari berdegup, air matanya meleleh dan ingin sekali mengamuk, akan tetapi itu tidak mungkin ia lakukan. Ia perlahan keluar dari area rumah Kalina menuju mobilnya.


Ia menangis sejadi-jadinya dan mengingat setiap ucapan sang anak, Arya. Agar mengurusi Suaminya sendiri agar betah di rumah.


“Jadi selama ini, Kamu mengkhianatiku, Abi. Tunggu pembalasanku, wanita ******.”


Utari mengusap air matanya, Namun tetap saja mengalir. “Ayo pulang. Pak!” Utari menyuruh sang Sopir untuk kembali pulang ke rumah.


Sementara itu Abi yang sudah selesai meminta jatah dari istri mudanya, Ia sejenak bergurau dengan Kalina dan anak yang di dalam kandungannya. “Hai anak Papa. Papa pulang dulu ya. Besok kita bertemu lagi,” lirih Abi di perut Kalina.


“Sayang, Mas pulang dulu. Terima kasih sudah memberikan yang aku mau.”


“Sama-sama, sudah kewajibanku, Mas. Memangnya di rumah Istri kamu tidak memberikannya lagi.”


Abi hanya tersenyum lalu mencium kening Kalina.“Utari sibuk dengan butik dan cucu-cucunya.” Abi tersenyum tipis, sebenarnya Abi hanya ingin Utari di rumah dan menikmati masa tua tanpa lagi mengurusi pekerjaan dan mengurusi rumah tangga anak-anaknya.


“Sabar ya, Mas. Mungkin Mbak Utari lebih nyaman dan senang dekat dengan cucu-cucunya. Tapi jangan pernah abaikan beliau. Bagaimanapun. Mbak Utari istri pertama kamu dan sudah memberikan anak-anak yang hebat dan luar biasa.”


“Iya, Aku tahu itu. Aku pulang dulu.” Abi memeluk Kalina.


“Iya, hati-hati. Sampai ketemu besok di kantor.” Kalina sekilas mengecup bibir Abi dan tersenyum.


Tak lama Abi pun pulang bersama sang sopir yang sedari tadi sudah menunggu dirinya di ruang tamu. Sang sopir juga tahu jika Kalina adalah istri muda Abi dan sopir tersebut pandai menjaga rahasia dari rekan sesama sopir di rumah Abi.


Abi sampai di rumah sekitar jam 1 malam dan mendapati sang istri masih duduk di sofa ruang tengah. Abi terkejut saat melihat sang istri yang tidak biasanya menunggu ke pulangannya.


“Mama belum tidur? Tidak biasanya.”


Utari menghela nafas panjang lalu melihat sang suami dengan tatapan dingin dan air matanya terus mengalir. Abi mengerutkan dahinya saat melihat sang istri menangis.


“Mama Kenapa? Rindu sama Papa? Hm.” Abi mencoba mencium pipi Utari, Namun Utari menghindar dan langsung menampar Abi.

__ADS_1


"Jangan pernah menciumku dengan bibir bekas kau mencium selingkuhanmu!” Seru Utari lantang sampai menggema di seluruh ruangan tengah.


“Mama, ngomong apa? Selingkuhan yang mana?”


Utari mengambil ponselnya dan menunjuk video Abi saat bercumbu dengan Kalina di kamar. Rupanya Utari menyempatkan mengambil video tersebut untuk barang bukti jika Abi mengelak saat di tanya.


Abi tersenyum tipis lalu meletakkan ponselnya di meja. Abi melihat sang istri yang menangis.“ Jadi kamu sudah mengetahui semuanya. Baiklah. Aku akan berterus terang. Aku dan Kalina sudah 11 tahun menikah dan mempunyai satu anak perempuan dan sebentar lagi Kalina juga akan melahirkan anak kedua. Hubungan kami terjadi begitu saja, dan aku tahu semua resikonya!”


“Kau memang bandit, Abi! Bajingan!Tua Bangka tidak tahu diri!” Utari mengamuk dan memukul-mukul Abi. Abi memegangi tangan Utari lalu memeluknya dengan erat walau Utari memberontak Abi terus memeluknya.


Utari menangis sejadi-jadinya mengingat awal pertemuan mereka yang tidak sengaja lalu jatuh cinta dan menikah serta di karuniai tiga anak. perjalanan mereka sangat panjang. Tapi kenapa sang suami diam-diam menikahi dengan wanita lain dan wanita itu ada sekertarisnya sendiri.


Utari mendorong sekuat tenaga Abi hingga pelukannya terlepas. Utari bangkit dari duduknya dan melihat Abi begitu murka.


“Kenapa kamu melakukan semua ini padaku, Pa. Apa salahku?”


“Kau tidak salah! Aku yang salah!” Abi masih mencoba sabar dengan amukan sang istri.


Tara dan sang istri saling pandang, apa yang sedang terjadi dengan kedua orang tua tersebut. Mereka kemudian memutuskan untuk turun ke bawah.


“Kau terlalu sibuk dengan urusanmu, Utari. Kau mengabaikanku selama 10 tahun lebih. Kau sibuk dengan temen-temen sosialita dan geng arisanmu, serta butikmu. Aku kesepian dan seharusnya kau tau itu. Ya, aku memang sudah tua, dan kita memang sudah tua. Tapi aku masih pria normal yang kebutuhan biologisku harus terpenuhi dan kau mengabaikan itu. Seharusnya kau tau dan mencari tahu bagaimana cara memenuhinya!”


“Ma, Pa! Ada apa ini?” Tanya Tara bingung.


Abi mengangkat tangannya tanda jangan mencampuri urusan orang tua. “Jangan ikut campur urusan rumah tangga tua, Tara!” ucap Abi.


Utari terduduk lemas di sofa dan menangis, ia merenung selama sepuluh tahun ini sudah mengabaikan suaminya. Tidak pernah memperhatikan seperti awal menikah. Seharusnya ia mendengarkan nasehat Wina saat usia pernikahan mereka memasuki 30 tahun yaitu harus sering memperhatikan sang suami. Apalagi suami seperti Abi yang mempunyai segalanya. Siapa saja pasti mau dengannya walau sudah tua.


Abi mendekati Utari dan memeluknya.“ Utari, Maafkan aku. Aku mencintaimu masih sama seperti dulu.”


“Lepas kan, Pa! Tolong pergi dari ini. Mama tidak mau melihat Papa untuk sementara waktu. Pergi!” usir Utari mendorong Abi.

__ADS_1


“Utari,”


“Pergi!”


Abi mengambil jasnya dan melihat Utari penuh arti.“ Jaga Mama kalian,” ujar Abi pada Tara sebelum melangkah pergi.


Abi pergi dari rumah. Ia tidak ke rumah Kalina melainkan tidur di hotel. Sementara Itu Utari menangis histeris. Tara dan Wilona bingung tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Ma, Apa yang terjadi?” tanya Tara duduk di samping sang Mama.


“Papa kalian menikah lagi dengan Kalina, sekertaris pribadinya.”


“Hah? kapan?” tanya Tara.


“11 tahun yang lalu.”


“What? Tidak mungkin, Ma?” saut Wilona saling pandang dengan sang suami.


Mereka tidak percaya, sebab saat di kantor, baik Abi dan Kalina tampak biasa saja. Tidak menunjukkan keanehan atau bermesraan.


“Kalian boleh tidak percaya. Tapi, itu kenyataannya jika Papa kalian sudah menikah dengan Kalina dan sudah mempunyai anak perempuan, sebentar lagi Adik kalian juga lahir.” Utari bangkit lalu menuju ke kamar setelah memberitahu anak dan menantunya.


Hati Utari begitu hancur dengan semua pengkhianatan yang di lakukan sang suami selama 11 tahun terakhir. Utari bingung harus bagaimana dan kelangsungan pernikahannya dengan sang suami.


***


cerita tentang Tasya sudah rilis ya!


BUKAN PERAWAN TUA


__ADS_1


__ADS_2